Sukses

Kiat Cegah Tuberkulosis Kelenjar yang Dialami Rifai Pamone

Rifai Pamone, seorang jurnalis Metro TV, meninggal dunia setelah menderita tuberkulosis kelenjar. Bagaimana kiat pencegahan penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka datang dari dunia jurnalisme Indonesia. Presenter sekaligus jurnalis Metro TV, Rifai Pamone, telah berpulang pasca berjuang melawan penyakit tuberkulosis kelenjar. Jurnalis berbakat ini meninggal dunia pada hari Jumat (28/12/2018) lalu.

Penyakit yang diderita Rifai Pamone memang bukanlah kondisi yang ringan. Mengingat Indonesia adalah negara endemis kasus tuberkulosis. Jadi dalam hal ini sangat penting untuk mengetahui kiat-kiat pencegahan penyakit ini.

Kenali penyakit tuberkulosis sejak dini

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi tuberkulosis bisa terjadi di berbagai organ, sehingga tampilan gejalanya sangat beragam. Tuberkulosis diketahui sebagai penyakit infeksi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.

Jumlah kasus baru tuberkulosis di Indonesia sebanyak 420.994 kasus pada tahun 2017 (data per 17 Mei 2018). Eliminasi tuberkulosis menjadi salah satu dari 3 fokus utama pemerintah di bidang kesehatan, selain penurunan stunting dan peningkatan cakupan imunisasi. Hal ini menunjukkan betapa besarnya masalah tuberkulosis yang ada di Indonesia.

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2009 diketahui penyakit ini membunuh 1,7 juta orang. Selain itu, sebanyak 2 miliar orang memiliki tuberkulosis yang tidak bergejala (laten tuberkulosis). Pada laten tuberkulosis, kuman penyebabnya sudah berdiam dalam tubuh, namun belum menyebabkan timbulnya keluhan. Penyakit bisa timbul ketika imunitas penderitanya mengalami penurunan.

1 dari 2 halaman

Gejala tuberkulosis yang perlu Anda tahu

Mengingat bakteri tuberkulosis disebarkan lewat udara pernapasan, organ paru sering kali menjadi lokasi infeksi utama. Saat tuberkulosis menginfeksi paru, akan timbul gejala seperti berikut:

  • Batuk
  • Berat badan menurun
  • Demam
  • Keringat malam
  • Batuk darah
  • Nyeri dada
  • Lemah, lesu

Seperti yang telah dijelaskan, tuberkulosis dapat mengenai berbagai organ. Penjalaran dapat terjadi lewat aliran darah ke organ-organ lain. Keterlibatan organ di luar paru terjadi pada seperlima kasus tuberkulosis. Ketika tidak terjadi infeksi di paru, maka tentunya tidak akan ada gejala batuk, sekalipun di tubuhnya terdapat kuman tuberkulosis.

Kembali pada kondisi yang dialami Rifai Pamone, tuberkulosis diketahui telah menyerang kelenjar getah bening (limfadenopati tuberkulosis). Tuberkulosis kelenjar memiliki ciri-ciri berupa pembesaran kelenjar getah bening yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Biasanya, pembesaran kelenjar terjadi di sekitar area leher dan rahang bawah.

Kiat mencegah tuberkulosis

Pepatah mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum terinfeksi, cara terbaik adalah mencegah tubuh tertular oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Beberapa langkah pencegahan tuberkulosis yang penting untuk dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Cegah tuberkulosis berpindah dari penderita sebelumnya

Penderita tuberkulosis yang berada di sekitar Anda harus segera memperoleh pengobatan dengan benar. Dengan pengobatan yang tepat, penderita tidak lagi menularkan penyakitnya atau bersifat infeksius.

Ketika belum memperoleh pengobatan, penderita harus menjalankan etiket batuk agar tidak menularkan tuberkulosis ke orang lain. Etiket batuk dilakukan dengan menutup batuk menggunakan siku dalam tangan.

  1. Memperoleh vaksin tuberkulosis

Terutama untuk anak-anak, tuberkulosis dapat berkembang menjadi kondisi yang sangat mematikan. Dengan vaksinasi tuberkulosis, seseorang akan terhindar dari bentuk tuberkulosis yang parah.

Satu hal yang perlu Anda ingat, seseorang memang masih dapat terkena tuberkulosis sekalipun telah memperoleh vaksin. Meski demikian, sifatnya lebih ringan.

  1. Mengatur sirkulasi udara dan pencahayaan matahari di rumah

Kondisi tempat tinggal yang lembap menjadi media pertumbuhan kuman tuberkulosis. Ketika ventilasi tidak baik, tentunya kuman akan terus terperangkap dalam ruangan. Penting juga untuk memastikan sinar matahari masuk ke dalam rumah, mengingat kuman tuberkulosis dapat terbunuh oleh sinar matahari.

  1. Praktikkan gaya hidup sehat

Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat mengurangi paparan kuman ke tubuh. Hal ini penting dilakukan karena berbagai permukaan benda yang disentuh tangan bisa saja mengandung kuman, salah satunya tuberkulosis.

  1. Menjaga daya tahan tubuh

Konsumsi makanan sehat dan bergizi, cukup asupan cairan, dan berolahraga teratur merupakan kunci tubuh yang fit. Dengan begitu, daya tahan tubuh akan kuat untuk melawan kuman tuberkulosis. Ketahuilah bahwa infeksi tuberkulosis lebih mudah terjadi pada orang-orang yang memiliki imunitas rendah, misalnya penderita HIV.

Demikianlah beberapa langkah pencegahan penting penyakit tuberkulosis. Berita duka atas meninggalnya jurnalis Rifai Pamone – yang sempat mengidap tuberkulosis kelenjar – sudah sepatutnya membuka mata Anda akan penyakit ini. Dengan melakukan pencegahan tuberkulosis bersama, diharapkan angka kejadian penyakit ini semakin menurun di Indonesia.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar