Sukses

Lindungi Diri dari Kanker Serviks, Lakukan Ini

Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling mematikan bagi wanita di seluruh dunia. Lindungi diri dengan empat cara ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks merupakan tumor ganas yang menyerang leher rahim (serviks). Kanker serviks merupakan kanker terbanyak ketiga di dunia, tapi menjadi kanker penyebab kematian terbanyak di negara-negara berkembang. Diperkirakan lebih dari 270.000 kematian terjadi setiap tahunnya terjadi akibat kanker ini, dan sebanyak 85 persen terjadi di negara berkembang. Begitu berbahayanya kanker serviks, semua wanita harus bisa melindungi diri. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Gejala kanker serviks

Umumnya, kanker serviks bisa menyerang seseorang tanpa menampakkan gejala apa pun. Kanker serviks bisa ditemukan lewat pemeriksaan skrining pap smear, tanpa penderita menyadarinya. Gejala yang juga dapat timbul pada penderita kanker serviks antara lain:

  • Perdarahan pada vagina yang tidak normal, utamanya setelah berhubungan seksual
  • Rasa tidak nyaman di vagina
  • Adanya keputihan yang berbau di vagina
  • Nyeri saat buang air kecil.

Gejala-gejala yang muncul umumnya melibatkan area vagina. Ini tidak mengherankan, mengingat leher rahim merupakan area terbawah rahim yang menghubungkannya dengan liang vagina.  

Penyebab kanker serviks

Kanker serviks diyakini dimulai dengan infeksi human papillomavirus (HPV). HPV yang masuk ke tubuh “menginisiasi” terjadinya perubahan pertumbuhan sel yang tidak normal, hingga terjadi kanker.

Virus tersebut disebarkan antara satu orang ke orang lainnya lewat kontak kulit dengan area yang terinfeksi HPV, termasuk hubungan seksual lewat vagina, anus, maupun mulut. Namun, seks tidak menjadi satu-satunya media penularan, karena kontak kulit di luar area kelamin juga bisa menyebabkannya. Risiko infeksi HPV semakin meningkat ketika seseorang sering berganti-ganti pasangan seksual.

Infeksi kuman HPV yang berubah menjadi kanker sesungguhnya hanya sebagian kecil, karena pada dasarnya infeksi dapat dilawan oleh imunitas tubuh. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan menjadi kanker antara lain:

  • Tipe dan durasi infeksi virus
  • Daya tahan tubuh yang rendah (status nutrisi yang rendah, infeksi HIV, dan penyakit kronis lainnya)
  • Faktor lingkungan seperti merokok dan defisiensi vitamin.

Sebelum berkembang menjadi kanker, akan terbentuk kelainan awal yang disebut dengan pra-kanker. Ketika pra-kanker ini ditemukan saat skrining pap smear, maka penanganan bisa secepatnya dilakukan. Gambaran pra-kanker yang ditangani dengan baik dapat dicegah perkembangannya menuju kanker serviks.

1 dari 2 halaman

Pencegahan kanker serviks

Untuk mencegah kanker serviks, Anda bisa mengawalinya dengan melindungi dari infeksi HPV, selanjutnya menemukan gambaran pra-kanker secepatnya. Berikut di bawah ini adalah penjabaran langkah-langkah pencegahan kanker serviks secara lebih lengkap.

  1. Vaksinasi

Vaksin untuk mencegah HPV sudah tersedia. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin HPV dianjurkan untuk diberikan kepada anak perempuan berusia 9-13 tahun. Pemberian vaksinasi adalah cara yang sangat ampuh untuk mengurangi kejadian kanker serviks. Vaksin dianjurkan diberikan pada wanita muda, mengingat  pemberian vaksinasi harus dilakukan sebelum adanya kontak seksual.

  1. Rutin skrining kanker serviks dengan pap smear

Bila usia Anda telah melewati batas rekomendasi vaksin atau telah menikah, Anda dapat melakukan skrining secara teratur untuk mencegah kanker serviks sekaligus deteksi dini. Dengan rutin skrining, gambaran pra-kanker dapat ditemukan lebih awal dan dicegah berkembang menjadi kanker. Jika tidak skrining secara teratur, tentunya kemungkinan ditemukannya kanker serviks terlambat akan meningkat. Pap smear direkomendasikan untuk dilakukan setiap 3 tahun sejak wanita berusia 21 tahun.

  1. Hindari gonta-ganti pasangan seksual

Gonta-ganti pasangan seksual dapat meningkatkan kemungkinan tertular HPV. Anda juga direkomendasikan untuk menghindari orang-orang yang memiliki riwayat gonta-ganti pasangan. Sebab, infeksi virus HPV sangat sering terjadi dan seseorang bisa memiliki virus tanpa ada gejala apa pun. Menggunakan kondom memang bisa menjadi salah satu perlindungan. Namun, kondom tidak menutup seluruh area tubuh yang bisa terinfeksi HPV, seperti kulit sekitar anus dan kelamin.

  1. Hindari merokok

Merokok menyebabkan peningkatan risiko terkena kanker serviks dua kali lebih besar. Untuk itu merokok harus benar-benar dihindari.

Lakukan empat langkah di atas di atas untuk melindungi diri Anda dari ancaman kanker serviks. Kejadian kanker serviks yang mematikan pun bisa dihindari. Mengingat angkat kematian akibat kanker ini sangat tinggi, apalagi di negara-negara berkembang, kanker serviks tak bisa dipandang enteng. Terapkan juga pola makan sehat bergizi lengkap, mengelola stres dengan baik, tidur cukup, serta rutin kontrol ke dokter agar kesehatan tubuh secara keseluruhan tetap terjaga.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar