Sukses

Kenali Gejala Tuberkulosis Kelenjar yang Dialami Rifai Pamone

Jurnalis Rifai Pamone mengembuskan nafas terakhir karena penyakit tuberkulosis kelenjar. Kenali gejala penyakit ini agar Anda lebih waspada.

Klikdokter.com, Jakarta Jurnalis Metro TV, Rifai Pamone meninggal pada Jumat (28/12) lalu dalam usia 37 tahun akibat penyakit tuberkulosis kelenjar. Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah di Indonesia yang hingga saat ini belum teratasi. Setiap tahunnya ditemukan 1.000.000 kasus baru TB, diantaranya merupakan kasus TB berulang maupun resisten terhadap pengobatan. Banyak orang yang memahami bahwa gejala TB hanya sebatas batuk lama. Nyatanya, manifestasi dari infeksi kuman TB beraneka ragam.

Sekilas tentang tuberkulosis kelenjar

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang menyerang berbagai organ dan disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman Mycobacterium tuberculosis juga disebut sebagai bakteri tahan asam karena memiliki susunan dinding sel yang kompleks.

Umumnya kuman tuberkulosis ini menyerang organ paru-paru, namun tak dapat dimungkiri dapat menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, selaput otak, hingga tulang belakang.

Apabila kuman TB menyerang kelenjar getah bening, maka disebut dengan TB kelenjar. Kelenjar getah bening pada tubuh merupakan jaringan dari sistem limfatik dimana berfungsi dalam pertahanan imunitas atau kekebalan tubuh. Apabila tubuh mengalami infeksi yang cukup berat, maka kelenjar getah bening akan berisiko membengkak.

Penularan penyakit TB kelenjar sama seperti pada TB paru pada umumnya, yaitu terjadi melalui udara yang sudah tercemar kuman Mycobacterium. Saat penderita batuk atau mengeluarkan dahak, kuman TB ikut serta dan dapat menulari orang dewasa lainnya maupun anak-anak.

1 dari 2 halaman

Bagaimanan mengenali gejala tuberkulosis kelenjar?

Gejala utama dari penyakit tuberkulosis adalah masalah dari saluran pernafasan yaitu batuk berdahak selama lebih dari 2 minggu. Tetapi, apabila kuman menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, batuk berdahak belum tentu muncul, melainkan ditandai dengan adanya benjolan di sekitar leher, ketiak maupun selangkangan.

Benjolan yang muncul ini umumnya tidak disertai dengan rasa nyeri dan akan semakin membesar dalam hitungan hari hingga minggu. Selain ditandai dengan benjolan di sekitar leher ataupun tempat lain, penderita biasanya akan mengeluhkan demam pada malam hari, kerigat malam berlebih, tidak nafsu makan dan disertai dengan penurunan berat badan yang cukup banyak.

Pada beberapa keadaan, benjolan pada TB kelenjar dapat bertambah parah, dimana kelenjar getah bening yang membengkak dapat pecah dan berubah menjadi ulkus atau luka. Luka ini bervariasi ukurannya dari kecil hingga besar dan sulit untuk sembuh.

Pengobatan dan pencegahan tuberkulosis kelenjar

Dalam pengobatan TB kelenjar agak sedikit berbeda dengan pengobatan TB paru pada umumnya, Pengobatan TB kelenjar cukup membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 9-12 bulan, tergantung respon tubuh dengan obat TB yang sudah diberikan.

Karena masalah tuberkulosis cukup banyak dialami anak-anak maupun dewasa, Anda dapat melakukan beberapa pencegahan agar tidak tertular kuman TB, dengan cara ini:

  • Menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit dengan cara makan makanan yang bergizi, rajin berolahraga, istirahat cukup serta perbanyak konsumsi air putih.
  • Gunakan masker apabila berada di daerah yang penuh asap/debu/polusi udara.
  • Pastikan tempat tinggal maupun tempat kerja .memiliki sistem ventilasi udara yang baik dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam ruangan.
  • Bagi Anda yang sudah terdiagnosis TB paru maupun TB ekstraparu seperti TB kelenjar, jangan lupa untuk mengkonsumsi obat TB secara teratur, selalu menggunakan masker dan membuang dahak pada tempatnya agar tidak menularkan pada orang lain, terutama pada anak-anak

Tuberkulosis kelenjar seperti yang dialami Rifai Pamone dapat dicegah apabila kita mengenali  gejalanya sejak dini. Apabila Anda merasakan ada benjolan di sekitar leher, ketiak maupun di selangkangan jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter terdekat. Dengan segera diketahuinya penyebab munculnya benjolan tersebut, Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.  

[RVS]

1 Komentar