Sukses

Tak Ingin Mood Rusak Jelang Tahun Baru? Konsumsi Probiotik

Selain menyehatkan sistem pencernaan, mengonsumsi probiotik dinilai mampu membuat mood Anda lebih baik.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap orang pasti ingin tahun 2018-nya ditutup dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun sayang, tak semua orang bisa mewujudkan hal itu, akibatnya mood di akhir tahun justru memburuk. Biasanya, ketika mood sedang kacau, sebagian besar orang akan memburu cokelat untuk memperbaiki suasana hatinya. Namun, tak hanya cokelat, mengonsumsi probiotik juga disebut-sebut bisa membuat perasaan Anda membaik.

Dilansir dari Hopkinsmedicine.org, para peneliti kini tengah meneliti apakah dengan mengonsumsi minuman atau makanan berbakteri baik - alias berprobiotik - bisa meningkatkan suasana hati seseorang.

Selama ini, banyak yang tahu probiotik hanya bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan. Namun rupanya, probiotik dapat memberikan efek positif pada tubuh, termasuk membentuk sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh sekaligus melapisi usus Anda dari serangan bakteri jahat.

Para peneliti menemukan bukti bahwa bakteri dalam sistem gastrointestinal (GI) dapat mengirim sinyal ke sistem saraf pusat dan menghubungkan antara usus dengan otak. Hal ini akhirnya bisa menjelaskan beberapa hubungan antara gangguan sistem pencernaan dengan penyakit mental yang diderita seseorang.

Sebagai contoh, umumnya orang yang menderita sindrom iritasi usus besar juga mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Jadi, ketika perut Anda dalam kondisi tidak baik, hal tersebut juga bisa memengaruhi kesehatan mental Anda. Sebaliknya, jika perut dalam kondisi yang baik-baik saja, kemungkinan besar hal tersebut akan membawa perubahan positif pada mental Anda.

Probiotik dapat perbaiki mood

Dengan kata lain, kondisi mood Anda yang berantakan memang bisa diredakan dengan cara mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik. Sebab, probiotik dapat membuat kondisi pencernaan Anda menjadi lebih baik.

Bakteri dalam sistem pencernaan pun bisa mengirim sinyal ke sistem saraf pusat untuk membuat kondisi mental seseorang menjadi lebih baik juga. Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan apakah probiotik benar-benar mampu mengurangi kadar gangguan mental seseorang yang sudah cukup parah, seperti depresi atau gangguan kecemasan.

Di sisi lain, selama ini probiotik memang dianggap sebagai suplemen makanan dan bukan obat. Karena itu, regulasi mengenai jenis dan dosis probiotik dalam suatu makanan atau minuman belum terlalu jelas. Itulah mengapa tidak semua makanan atau minuman berprobiotik benar-benar dapat memberikan efek positif terhadap tubuh Anda, baik dari segi pencernaan maupun kesehatan mental.

Lagipula, setiap orang memiliki jumlah bakteri baik dan bakteri jahat yang berbeda dalam ususnya. Itu artinya, tidak semua orang bisa merasakan manfaat yang sama dari probiotik. Bahkan, dikutip dari Hopkinsmedicine.org, ada pula orang yang sama sekali tidak mendapat pengaruh apa pun setelah mengonsumsi probiotik.

Mengonsumsi produk probiotik seperti yoghurt merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko terkena berbagai jenis penyakit, khususnya yang terkait pencernaan. Nah kalau Anda jarang terserang penyakit karena sistem kekebalan Anda kuat, pasti Anda juga akan merasa bahagia, bukan? Nah, kalau Anda bahagia, tentu mood yang dihasilkan adalah mood yang positif. Jadi, ketimbang minum minuman beralkohol untuk merayakan malam Tahun Baru, lebih baik konsumsi yoghurt saja. Supaya efek senang yang dirasakan tidak bersifat semu dan bisa bikin Anda lebih sehat di awal tahun 2019.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar