Sukses

Batu Ginjal Bisa Berakhir Gagal Ginjal, Benarkah?

Batu ginjal dan gagal ginjal sering membuat masyarakat khawatir. Bagaimana korelasi keduanya?

Klikdokter.com, Jakarta Batu ginjal dan gagal ginjal merupakan dua gangguan pada ginjal yang cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal, mulai dari faktor keturunan, kebiasaan minum, pola hidup dan kebiasaan, serta faktor-faktor lainnya.

Batu ginjal sendiri memiliki berbagai jenis, tergantung pada komposisi batu ginjal tersebut. Awam sering mempertanyakan apakah jika mengalami batu ginjal sudah pasti juga akan menderita gagal ginjal.  

Berikut di bawah ini adalah penjelasan tentang kedua kondisi tersebut.

  • Batu ginjal

Batu ginjal merupakan penyakit yang disebabkan oleh pengendapan kristal batu di ginjal yang berlangsung kronik sehingga terbentuklah batu. Berdasarkan jenis komposisi kristalnya, batu ginjal dapat diklasifikasikan menjadi batu kalsium oksalat, kalsium fosfat, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.

Sebenarnya, batu tidak hanya dapat terbentuk di ginjal, namun juga dapat terbentuk di sepajang saluran yang dilewati oleh urine seperti saluran ureter dan kandung kemih.

Pada tahap awal, batu ginjal biasanya belum menimbulkan gejala. Namun demikian, saat batu mulai membesar, dapat terjadi sumbatan aliran air kemih sehingga muncul gejala utama berupa nyeri hebat pada perut bagian bawah dan punggung.

Terkadang nyeri dapat menjalar hingga ke paha. Nyeri hebat tersebut disebut dengan istilah kolik.

Penyakit batu ginjal pada umumnya terjadi pada orang dewasa karena proses penyendapan kristal hingga menjadi batu ginjal biasanya membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak juga dapat mengalami batu ginjal. Biasanya ini terjadi karena adanya kelainan bawaan tertentu.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan batu ginjal selain adanya kelainan bawaan tertentu adalah

  • Kebiasaan minum air yang kurang
  • Sering menahan kencing
  • Kadar asam urat darah yang tinggi
  • Konsumsi kalsium dan vitamin C yang berlebihan
  • Kebiasaan minum minuman bersoda
  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Adanya kelainan anatomis pada saluran kemih, dan faktor-faktor lainnya.

Melihat beberapa kebiasaan di atas, jika Anda mengalai salah satunya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  • Gagal ginjal

Gagal ginjal merupakan penurunan fungsi ginjal. Gagal ginjal ada yang bersifat akut dan ada yang bersifat kronik. Gagal ginjal dikatakan akut jika terjadi dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan dan dikatakan kronik jika terjadi dalam kurun waktu lebih dari tiga bulan.

Gagal ginjal dibagi menjadi lima tahap (1-5) dengan tahap 1 merupakan tahap yang paling ringan dan tahap 5 adalah tahap yang paling berat. Biasanya tahap 5 membutuhkan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis (cuci darah), peritoneal dialisis, atau cangkok ginjal.

Lalu apa penyebab gagal ginjal? Berbagai kelaianan ginjal dapat menyebabkan kondisi gagal ginjal. Biasanya penyebab gagal ginjal dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kelainan pre-renal, renal, dan post renal.

  • Kelainan pre-renal, merupakan semua kelainan yang dapat menyebabkan gangguan aluran darah ke ginjal. Misalnya sumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang mengalirkan darah ke ginjal.
  • Kelainan renal, merupakan penyebab gagal ginjal yang disebabkan oleh kerusakan pada struktur anatomis atau jaringan ginjal. Misalnya infeksi ginjal berulang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal.
  • Kelainan post renal, merupakan masalah pada saluran kemih. Sumbatan tersebut dapat berupa penyempitan saluran akibat infeksi berulang atau adanya batu di sepanjang saluran kemih.

Dapatkah batu ginjal menyebabkan gagal ginjal?

Jawabannya adalah ya. Berdasarkan data penelitian, batu ginjal menyumbangkan persentase sebanyak 3.2% sebagai penyebab gagal ginjal permanen pada orang dewasa. 

Telah dipaparkan di atas bahwa sumbatan aliran air seni setelah ginjal juga dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Sumbatan tersebut menyebabkan hambatan aliran air seni sehingga air seni terus terbendung dan menyebabkan peningkatan tekanan pada ginjal akibat bendungan tersebut.

Namun, semua batu ginjal menyebabkan gagal ginjal permanen. Hanya batu ginjal dengan ukuran yang besar yang dapat menyebabkan sumbatan aliran air seni serta menimbulkan gagal ginjal.

Selain itu, batu ginjal yang dibiarkan dan tidak ditangani segera juga dapat menimbulkan komplikasi gagal ginjal permanen. Sementara itu, jika batu ginjal ditangani dengan cepat dan tepat, gagal ginjal yang timbulkan hanya bersifat sementara dan fungsi ginjal akan pulih kembali dalam beberapa waktu.

Nah, kini Anda telah mengetahui bahwa batu ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal. Itulah mengapa, penanganan segera oleh dokter dengan cara yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi ini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar