Sukses

Jauhi Sakit Lambung dengan Mengenali 5 Penyakit Ini

Sakit lambung dapat diatasi jika Anda mengantisipasinya sejak awal. Agar lebih waspada, kenali 5 penyakit yang sering menyerang lambung.

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka tentang Pretty Asmara yang meninggal akibat sakit lambung pada bulan November 2018 seakan menyentak kesadaran masyarakat. Tak ada yang tahu kapan gangguan kesehatan – termasuk masalah lambung - ini datang, sehingga menjaga kesehatan tubuh adalah sebuah keharusan. Sebagai organ tubuh yang cukup sensitif, lambung harus dijaga sebaik mungkin.

Berdasarkan perannya, lambung merupakan salah satu saluran cerna dalam tubuh manusia. Lambung berbentuk seperti kantung, terletak di bagian atas rongga perut dan berfungsi mencerna serta menyerap sari-sari makanan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang kinerja lambung, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter turut menjelaskan.

“Dalam mencerna makanan diperlukan asam dalam lambung yang sebenarnya tidak akan mengakibatkan masalah jika diproduksi dalam jumlah normal. Namun, ada beberapa penyakit yang bisa timbul akibat produksi asam lambung yang berlebihan,” ujarnya.

Waspadai berbagai masalah lambung

Berdasarkan penjelasan dari dr. Ega di atas ada beberapa penyakit pada lambung yang harus diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Gastritis

Gastritis adalah peradangan akut pada mukosa (lapisan) lambung. Gastritis akut dapat dicirikan sebagai gastritis erosive (peradangan pada sel-sel mukosa) dan non erosive. Sementara itu, gastritis kronis ditentukan oleh histopatologi atau penampakan mukosa pada lambung yang dapat dilihat menggunakan mikroskop.

2. Dispepsia

Kondisi ini dikenal sebagai gangguan pencernaan atau gangguan pada lambung dengan ciri khas rasa tidak nyaman, perih, hingga nyeri pada perut bagian atas. Dispepsia bukanlah penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang meliputi kembung, mual, dan bersendawa. Kondisi ini sering terjadi pada penderita GERD dan gastritis.

3. Gastroparesis

Merupakan kondisi dimana otot-otot lambung bergerak secara spontan dan tidak dapat berfungsi secara normal, sehingga mengakibatkan kelumpuhan lambung yang membuat makanan lama dicerna. Hal ini disebabkan karena lambung tidak mampu berkontraksi untuk memindahkan makanan ke dalam usus halus.

4. GERD

Ada pula GERD, kepanjangan dari Gastro Esophageal Reflux Disease. Gangguan pencernaan ini dipengaruhi Lower Esophageal Spinchter (LES), yaitu cincin otot antara esofagus dan lambung yang mengakibatkan refluks atau kembalinya isi lambung ke kerongkongan.

Gejala utama dari GERD adalah heartburn atau rasa terbakar di dada, yang bisa menyebar hingga tenggorokan dan mengakibatkan timbulnya rasa asam di mulut, akibat naiknya asam lambung ke dalam mulut.

5. Tukak lambung

Luka yang terjadi pada lapisan lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung, disebut sebagai tukak lambung. Penyebab tukak lambung biasanya meliputi infeksi bakteri Helicobacter pylori hingga penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang berkepanjangan seperti ibuprofen, aspirin atau diclofenac.

Faktor lain penyebab tukak lambung yakni merokok dan minum minuman keras yang dapat memperparah keadaan.

“Gejala dari tukak lambung adalah rasa nyeri atau perih pada perut yang biasanya terjadi pada malam hari atau saat perut kosong. Nyeri juga bisa timbul beberapa saat setelah makan dikarenakan makanan yang dikonsumsi bersentuhan dengan luka,” tutur dr. Ega.

Agar terhindar dari penyakit tukak lambung, usahakan makan tepat waktu dan jaga asupan Anda sehari-hari tetap sehat dan bergizi.

Sakit lambung bisa datang tanpa diprediksi. Sebagai upaya antisipasi, Anda dapat menerapkan gaya hidup sehat seperti menjaga asupan makanan bergizi, rutin berolahraga hingga beristirahat secara teratur. Bila masalah lambung Anda berlanjut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih tepat.

[NP/ RVS]

1 Komentar

  • Aira Aprillia

    dr. saya sakit tulang belakanng kontak pada bagian perut depan terasa gembung klu boleh tau sakit apa ya dr .makasih sebelum nya