Sukses

Rasa Bahagia Usai Natal Bikin Tubuh dan Otak Lebih Sehat

Efek rasa bahagia usai Natal diketahui mampu membuat tubuh dan otak Anda lebih sehat. Apakah Anda juga merasakannya?

Klikdokter.com, Jakarta Rasa bahagia bisa membuat tubuh dan otak menjadi lebih sehat. Perasaan bahagia ini pula yang biasanya muncul pada momen-momen penting dimana kita bisa bersuka cita dengan sesama. Hal ini contohnya terjadi usai Hari Natal, ketika umat Kristiani merayakan dan berkumpul bersama keluarga, sanak saudara serta kerabat terdekat.

Kebahagiaan tersebut dapat terasa begitu luar biasa dan sukar digantikan oleh apapun. Bisa jadi rasa bahagia yang muncul berlipat ganda. Dampaknya akan terasa pada kesehatan secara signifikan.

Seperti apa dampak rasa bahagia usai Natal terhadap tubuh dan otak? Dilansir dari Healthline, inilah beberapa efek sehat yang bisa Anda rasakan:

1. Berdampak positif pada otak

Setiap emosi yang Anda rasakan dipengaruhi oleh otak dan sebaliknya. Menurut Diana Samuel, peneliti asal Columbia University Medical Center, otak tidak memiliki pusat emosi tunggal, namun melibatkan struktur yang berbeda.

Sebagai contoh, lobus frontal yakni panel kontrol otak memantau keadaan emosional Anda. Sementara itu, thalamus alias pusat informasi yang mengatur kesadaran berpartisipasi dalam bagaimana respons emosional.

Kita merasakan sukacita di tubuh karena pelepasan dopamin dan serotonin, dua jenis neurotransmiter di otak yang sangat terkait dengan kebahagiaan. Faktanya, orang-orang dengan depresi klinis sering memiliki kadar serotonin yang lebih rendah.

Jika Anda merasa sedih, kegiatan sederhana seperti berjalan-jalan di alam, mengelus binatang peliharaan, mencium orang yang dicintai, dan bahkan memaksa diri untuk tersenyum, dapat memaksimalkan fungsi neurotransmiter dan meningkatkan suasana hati Anda.

Jadi, ketika sesuatu yang Anda anggap bahagia terjadi, otak menerima sinyal untuk melepaskan bahan kimia tersebut pada sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Ia lantas menimbulkan reaksi positif pada sistem tubuh lainnya.

2. Melancarkan sistem peredaran darah

Pernah memperhatikan bahwa ketika merasa sangat bahagia, wajah dapat memerah serta jantung berdetak kencang? Ini karena efeknya pada sistem peredaran darah. Efek pada sistem peredaran darah dapat hadir dengan cara yang berbeda secara fisik.

Sistem peredaran darah terdiri dari jantung, vena, pembuluh darah, darah, dan getah bening. Tentu saja, suka cita bukanlah satu-satunya emosi yang memengaruhi sistem ini. Ketakutan, kesedihan, dan emosi lain juga dapat menimbulkan efek serupa.

3. Pengaruhnya pada sistem saraf otonom

Sistem saraf otonom pada tubuh Anda bertanggung jawab atas semua hal yang dilakukan, contohnya pernapasan, pencernaan, dan pelebaran pupil. Ya, sistem tersebut juga dipengaruhi oleh perasaan senang dan gembira.

Misalnya, pernapasan Anda dapat meningkat saat melakukan sesuatu yang sangat menyenangkan seperti naik roller coaster, atau melambat ketika melakukan kegiatan yang santai dan menyenangkan.

Di sisi lain, sudah umum diketahui bahwa pupil mata akan membesar saat Anda terangsang secara seksual meski ia juga dapat menyusut berdasarkan kondisi emosional lain. Aspek otonom lain yang dapat dipengaruhi oleh kesenangan termasuk air liur, berkeringat, suhu tubuh, dan bahkan metabolisme.

Segala jenis rangsangan emosional juga dapat memengaruhi otot polos yang terletak di dinding organ berlubang, seperti perut, usus, dan kandung kemih. Otot-otot ini bertanggung jawab untuk hal-hal seperti aliran darah dan pergerakan makanan melalui saluran pencernaan. Inilah alasan mengapa nafsu makan Anda naik atau melambat saat merasakan emosi positif.

Rasa bahagia bisa muncul dalam momen penting, semisal usai Natal. Efeknya tidak hanya tampak pada suasana ceria yang Anda nikmati bersama orang-orang terkasih, melainkan juga hingga pada tubuh dan otak. Jadi Anda bisa mengadaptasi cara ini untuk bisa membangun tubuh dan otak yang lebih sehat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar