Sukses

Marshmallow yang Lembut dan Menyehatkan

Tak sekadar manis, ternyata marshmallow juga bermanfaat untuk kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Si manis marshmallow sudah ada sejak zaman dahulu kala. Di masa lalu, permen ini dibuat dari tanaman bernama sama. Akar tanaman marshmallow dimasak bersama dengan madu untuk menghasilkan permen yang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Tanaman marshmallow (Althea officinalis) sering kali dimanfaatkan bagian akar dan bunganya sebagai ramuan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Tanaman ini tumbuh di area Eropa, Afrika Utara, serta Asia. Area yang lembap merupakan ekosistem tanaman marshmallow. Lalu, apa sajakah manfaat tanaman ini hingga kerap dijadikan obat herbal?

Manfaat sehat marshmallow

Marshmallow ternyata dapat dimanfaatkan untuk meredakan keluhan batuk dan pilek. Sebuah studi menemukan bahwa obat batuk herbal yang mengandung akar marshmallow efektif untuk meredakan batuk, terutama batuk berdahak.

Semua orang yang terlibat dalam studi tersebut mengalami perbaikan gejala batuk dalam 12 hari setelah mengonsumsi obat batuk herbal ini. Diperkirakan, akar marshmallow mengandung enzim yang dapat mengencerkan dahak, serta menghambat pertumbuhan bakteri.

Akar marshmallow dapat bersifat antiperadangan, sehingga dapat digunakan untuk mengatasi iritasi pada kulit. Misalnya, akibat dermatitis atau eksim. Sebuah penelitian tahun 2013 menemukan bahwa salep yang mengandung 20 persen ekstrak akar marshmallow dapat mengurangi iritasi kulit.

Masih berhubungan dengan kulit, sebuah studi lain yang dilakukan pada binatang menemukan bahwa marshmallow dapat membantu penyembuhan luka. Hal ini disebabkan sifat antibakteri pada marshmallow, yang pada studi tersebut ditemukan berpotensi membunuh bakteri gram-positif yang ditemukan pada lebih dari setengah kasus infeksi.

Selain itu, tanaman ini pun dapat membantu mengatasi nyeri. Oleh karena itu, marshmallow sering digunakan untuk membantu mengatasi keluhan yang berkaitan dengan nyeri dan peradangan seperti radang tenggorokan.

Dalam sistem pencernaan, marshmallow dipercaya dapat membantu mengatasi keluhan konstipasi atau sembelit, rasa panas atau terbakar pada perut, serta kolik. Bahkan, studi yang dilakukan pada tikus menemukan bunga dari tanaman marshmallow berpotensi mengatasi tukak lambung.

Selanjutnya, akar marshmallow dipercaya dapat mengatasi iritasi serta peradangan pada saluran cerna. Penelitian menemukan bahwa akar marshmallow dapat membentuk lapisan protektif pada saluran cerna, juga menstimulasi sel yang berfungsi untuk regenerasi jaringan.

Marshmallow juga memiliki sifat antioksidan yang serupa dengan antioksidan standar. Oleh karena itu, tanaman ini dipercaya dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Jika diamati, banyak sekali penelitian yang menunjukkan potensi dari tanaman marshmallow untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Namun, masih banyak studi lebih lanjut yang dibutuhkan, sebelum tanaman ini dapat direkomendasikan sebagai terapi untuk berbagai keluhan tersebut.

Berbeda dengan marshmallow yang dijual di pasaran

Di atas telah dipaparkan berbagai manfaat menyehatkan dari tanaman marshmallow yang juga merupakan bahan pembuat permen. Seluruh bagian tanaman ini nyatanya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit.

Sayangnya, permen marshmallow yang dikenal saat ini sudah tidak lagi menggunakan ekstrak tanaman marshmallow. Kini permen marshmallow umumnya dibuat dari gula, gelatin, serta putih telur. Oleh karena itu, permen marshmallow umumnya tinggi kalori, namun dianggap tidak memiliki nilai nutrisi.

American Heart Association menyarankan Anda untuk membatasi konsumsi gula harian sebanyak 100 kalori bagi wanita dan 150 kalori bagi pria. Jumlah ini setara dengan enam hingga sembilan sendok teh gula. Jadi, batasi konsumsi permen marshmallow anda 6-9 buah per hari.

Jumlah tersebut adalah batas maksimal yang disarankan apabila Anda tidak mengonsumsi sumber gula lainnya.

Pada dasarnya, marshmallow memang manis dan menyehatkan. Namun, marshmallow yang kini beredar di pasaran sudah menggunakan bahan lain yang tinggi gula dan kalori, sehingga manfaat sehatnya pun sudah tak bisa lagi Anda dapatkan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar