Sukses

Usai Natal, Turunkan Berat Badan dengan Konsumsi Serat

Kalap makan saat Natal? Jika jarum timbangan bergeser ke kanan, turunkan berat badan ke angka semula dengan konsumsi serat.

Klikdokter.com, Jakarta Meski Hari Natal telah berlalu, tapi acara kumpul keluarga bisa berlanjut saat musim liburan seperti ini. Kumpul keluarga indentik dengan makan-makan. Segala rupa makanan dan minuman lezat terhidang di meja makan. Diet pun kerap diabaikan. Akibatnya, berat badan naik. Tak perlu stres, Anda bisa menurunkan berat badan dengan konsumsi serat.

Biasanya, karena dianggap sebagai tradisi, saat kumpul keluarga banyak yang tidak memedulikan jumlah kalori, kandungan lemak, dan gula. Jika tak terkontrol, dampaknya tak hanya kenaikan berat badan, tapi juga masalah kesehatan lainnya.

Hari Natal memang identik dengan makanan yang manis. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter perayaan Natal mirip dengan perayaan Thanksgiving, karena biasanya, banyak terhidang makanan yang manis-manis, seperti kue atau makanan lainnya.

Makanan manis tentu sangat berbahaya bagi tubuh ketika dikonsumsi secara berlebihan. Naiknya timbangan juga bisa disebabkan akibat konsumsi makanan manis secara berlebihan. Lalu, jika sudah seperti ini, bagaimana cara menurunkan berat badan yang cepat?

Andalkan konsumsi serat

Kenaikan berat badan seusai perayaan Natal dan Tahun Baru sering dialami banyak orang. Ini biasanya akibat aktivitas makan yang sering kali tidak terkontrol. “Mumpung setahun sekali,” kata Anda dalam hati saat kalap menyantap makanan.

Jika berat badan naik pasca kumpul-kumpul Natal, jangan langsung panik. Cobalah menyantap makanan yang tinggi serat. Konsumsi serat terbukti ampuh dalam menurunkan berat badan secara sehat.

"Serat merupakan salah satu zat gizi yang sangat efektif dalam membantu menurunkan berat badan. Ini karena serat merupakan jenis karbohidrat yang tidak dicerna oleh tubuh, sehingga lambung akan terasa penuh dalam waktu lama," jelas dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter.

Lambung seperti "ditipu" ketika Anda banyak mengonsumsi serat. Pada akhirnya, nafsu makan akan menurun. Di sisi lain, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh pun berkurang secara signifikan.

Selain itu, dr. Theresia menjelaskan bahwa serat juga dapat merangsang pergerakan usus dan memicu bakteri baik untuk bekerja lebih efektif. Pada akhirnya, Anda bisa buang air besar lebih lancar.

Meski manfaatnya baik dan bisa menurunkan berat badan, konsumsi serat harus dibatasi. Kebutuhan serat harian yang dianjurkan adalah sekitar 30 gram per hari.

1 dari 2 halaman

Jenis makanan yang mengandung serat tinggi

Dari mana Anda bisa mendapatkan serat tinggi? Deretan makanan ini memiliki kandungan serat tinggi dan membantu diet Anda:

1. Apel

Menurut dr. Theresia, satu buah apel mengandung sekitar 4,4 gram serat. Anda dapat mengonsumsi 2 buah apel per hari. Ingat, jangan dibuang kulitnya karena kulit apel adalah sumber serat utama.

2. Pir

Seperti apel, buah pir juga banyak mengandung serat. Buah yang mengandung banyak air ini memiliki sekitar 5,5 gram serat.

3. Roti gandum

Cobalah ganti roti tawar (putih) Anda dengan roti gandum. Ini karena sepotong roti gandum mengandung sekitar 2,2 gram serat.

4. Brokoli

Banyak orang yang tidak suka dengan jenis sayuran ini. Padahal, manfaatnya luar biasa. Menurut dr. Theresia, semangkuk brokoli mengandung sekitar 5,1 gram serat. Sayuran hijau semakin bermanfaat ketika dikonsumsi mentah, direbus, atau dikukus.

Namun, jika Anda hendak mengukus atau merebusnya, pastikan waktu yang digunakan tidak lebih dari 5 menit. Ini bertujuan agar kandungan serat dan kandungan lainnya yang ada di dalam brokoli tidak menghilang.

5. Edamame

Konsumsi edamame dapat memenuhi kebutuhan serat harian. Dalam 100 gram edamame, atau setara dengan semangkuk edamame, mengandung 5 gram serat.

Ketika berat badan naik usai Natal, tak perlu panik, segera turunkan dengan konsumsi makanan yang mengandung serat. Agar lebih optimal, kombinasikan dengan pola makan sehat lainnya, rutin berolahraga, serta istirahat cukup. Kebiasaan pola makan sehat juga perlu dibiasakan agar Anda lebih bisa mengendalikan diri dan tidak makan secara berlebihan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar