Sukses

Mungkinkah Gangguan Ginjal Terjadi pada Anak?

Gangguan ginjal memang lebih banyak terjadi pada usia lanjut. Namun, gangguan ginjal juga dapat terjadi pada anak.

Klikdokter.com, Jakarta Apa yang ada di benak Anda saat mendengar istilah gangguan ginjal? Cuci darah, mungkin itu hal yang ada dalam pikiran Anda saat mendengar istilah gagal ginjal. Secara jumlah, gangguan ginjal memang lebih banyak terjadi pada usia lanjut. Namun demikian, gangguan ginjal pada anak ternyata juga dapat terjadi.

Seperti apa gangguan ginjal yang terjadi pada anak? Apa penyebab dan komplikasinya? Simak ulasannya di bawah ini.

Ginjal dan fungsinya

Ginjal merupakan salah satu organ penting untuk mengatur keseimbangan tubuh. Fungsi utama ginjal adalah untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh karena ginjal merupakan organ pembentuk urine.

Selain itu, ginjal juga memiliki fungsi lain seperti mengatur tekanan darah, menghasilkan hormon untuk membantu pembentukan sel darah merah, serta salah satu tempat metabolisme vitamin D dalam tubuh.

Ketika anak berusia 2 tahun, ginjal mencapai kematangan sehingga fungsinya sudah sama seperti ginjal orang dewasa. Selanjutnya, setelah usia 40 fungsi ginjal mulai menurun secara perlahan seiring dengan penambahan usia.

1 dari 3 halaman

Penyakit ginjal pada anak

Penyakit ginjal tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak. Penyakit ginjal pada anak juga memiliki berbagai penyebab. Berikut beberapa kelompok kelainan ginjal pada anak:

  • Penyakit ginjal bawaan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak seperti anak lahir tanpa ginjal atau ukuran ginjal yang sangat kecil, jumlah ginjal yang hanya satu (normalnya tubuh memiliki dua ginjal), bentuk ginjal abnormal, adanya kista pada ginjal, dan kelainan bawaan lainnya. Meski jarang terjadi, kelainan ini pada umumnya dapat dideteksi sejak dalam kandungan.
  • Infeksi ginjal. Infeksi ini juga merupakan salah satu penyakit yang dapat terjadi pada anak. Biasanya infeksi ginjal didahului oleh infeksi saluran kemih. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi saluran kemih dapat menjalar ke atas hingga ke ginjal dan menyebabkan infeksi pada ginjal. Infeksi ginjal ditandai dengan demam, nyeri pada perut, muntah, dan kencing berwarna keruh.
  • Sindrom nefrotik. Terjadi akibat kebocoran ginjal sehingga protein dalam darah keluar melalui tubuh. Gejalanya adalah bengkak pada seluruh tubuh dan air kencing berbusa.
  • Sindrom nefritik. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada fungsi penyaringan ginjal sehingga terjadi kebocoran sel darah merah yang keluar melalui urine. Sindrom nefritik ditandai dengan air kencing berwarna merah dan peningkatan tekanan darah.
  • Penyakit ginjal terkait dengan kelainan autoimun. Kondisi ini misalnya kelainan ginjal akibat penyakit lupus juga dapat terjadi pada anak, terutama pada remaja putri.
  • Penyakit kanker pada ginjal. Penyakit ini juga dapat terjadi pada anak, misalnya penyakit tumor wilms. Penyakit ditandai dengan pembesaran pada perut anak yang biasanya disertai dengan kelainan berkemih.
  • Batu ginjal. Batu ginjal juga dapat terjadi pada anak, meski tidak sebanyak kasus pada orang dewasa. Batu ginjal pada anak biasanya terjadi akibat adanya kelainan bawaan yang menyebabkan gangguan metabolisme sejenis kristal dalam darah sehingga akhirnya kristal tersebut mengendap di ginjal dan menyebabkan batu ginjal.
2 dari 3 halaman

Komplikasi penyakit ginjal pada anak

Sebagian penyakit ginjal pada anak - kecuali penyakit ginjal bawaan - sebenarnya dapat ditangani asalkan terdeteksi dengan cepat dan menjalani pengobatan dengan teratur. Sebagian penyakit seperti infeksi dapat sembuh, sebagian lagi dapat terkontrol dengan pengobatan jangka panjang.

Namun penyakit ginjal pada anak sering terlambat terdeteksi, atau menjalani pengobatan yang tidak teratur, sehingga muncullah berbagai komplikasi tahap akhir kelainan ginjal, seperti gagal ginjal.

Jika sudah terjadi gagal ginjal kronik, maka tindakan seperti cuci darah (hemodialisis), peritoneal dialisis, atau cangkok ginjal harus dilakukan. Ketika terjadi gagal ginjal kronik, anak tidak hanya mengalami gangguan berkemih, tapi seluruh fungsi ginjalnya terganggu. Akibatnya, anak dapat juga mengalami anemia, tekanan darah tinggi, kekurangan vitamin D yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan anak, serta gangguan elektrolit tubuh.

Nah, kini Anda telah mengetahui bahwa berbagai penyakit dan gangguan ginjal pada anak juga dapat terjadi. Deteksi dini dan pengobatan teratur merupakan kunci utama keberhasilan pengobatan penyakit ginjal pada anak.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar