Sukses

4 Efek Terlalu Sering Minum Minyak Ikan

Minyak ikan merupakan suplemen yang kaya manfaat bagi kesehatan. Namun bila dikonsumsi berlebihan justru bisa berdampak buruk.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak lama minyak ikan dikenal dapat memberikan beragam manfaat untuk tubuh. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, banyak orang mengira bahwa minyak ikan hanya bermanfaat bila dikonsumsi anak-anak. Padahal, minyak ikan baik untuk seluruh kalangan mulai dari usia golden age hingga 45 tahun ke atas.

Pada anak, minyak ikan baik untuk meningkatkan kinerja otak. Hal itu disebabkan minyak ikan mengandung docosahexaenoic acid atau DHA yang menunjang perkembangan sistem saraf manusia. Sementara itu pada anak remaja 12 sampai 15 tahun, omega-3 pada minyak ikan bermanfaat bagi penderita attention-deficit disorder (ADHD). Omega-3 bekerja dengan memperbaiki gejala hiperaktif serta membantu anak memusatkan perhatian.

Sementara itu, pada orang dewasa, kandungan omega-3 pada minyak ikan baik untuk kesehatan jantung, menyembuhkan peradangan, serta adanya rematik.

Namun, meski punya segudang manfaat, tahukah Anda bahwa terlalu banyak mengonsumsi minyak ikan juga bisa memberi efek kurang baik bagi kesehatan? Simak empat efek yang ditimbulkan jika terlalu sering minum minyak ikan.

1. Gula darah tinggi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah. Asupan 8 gram asam lemak omega-3 per hari dinilai mampu peningkatan 22 persen kadar gula darah pada pengidap diabetes tipe-2 selama periode delapan minggu.

Mengapa demikian? Dosis besar omega-3 dapat merangsang produksi glukosa, yang dapat berkontribusi pada kadar gula darah jangka panjang secara tinggi. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan guna memastikan hal ini.

2. Pendarahan

Gusi berdarah dan mimisan adalah dua efek samping utama dari konsumsi minyak ikan berlebih. Satu studi yang dilakukan pada 56 orang menemukan bahwa suplemen dengan 640 mg minyak ikan per hari selama periode empat minggu menurunkan pembekuan darah pada orang dewasa.

Selain itu, penelitian kecil lainnya menunjukkan bahwa minyak ikan dikaitkan dengan risiko mimisan yang lebih tinggi. Sejumlah 72 persen remaja yang mengonsumsi 1-5 gram minyak ikan setiap hari mengalami mimisan sebagai efek samping.

Karena alasan yang sama pula, pihak medis sering menyarankan untuk berhenti mengonsumsi minyak ikan sejenak sebelum operasi. Bicarakan pada dokter sebelum konsumsi minyak ikan jika Anda juga menggunakan pengencer darah seperti Warfarin.

3. Keracunan vitamin A

Beberapa jenis suplemen asam lemak omega-3 mengandung vitamin A tinggi yang dapat menjadi racun jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Contohnya, satu sendok makan minyak hati ikan kod dapat memenuhi hingga 270 persen dari kebutuhan vitamin A harian.

Keracunan vitamin A dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, mual, nyeri sendi, dan iritasi kulit. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kerusakan hingga gagal hati pada kasus yang parah. Jagalah asupan minyak ikan Anda dalam porsi yang seimbang.

4. Insomnia

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi minyak ikan dalam dosis sedang dapat meningkatkan kualitas tidur. Namun, dalam beberapa kasus, terlalu banyak mengonsumsi minyak ikan dapat mengganggu tidur dan menyebabkan insomnia.

Dalam satu studi kasus, dilaporkan bahwa mengonsumsi minyak ikan dosis tinggi memperburuk gejala insomnia dan kecemasan bagi pasien dengan riwayat depresi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana dosis besar dapat memengaruhi kualitas tidur pada populasi umum.

Selain hal-hal di atas, minyak ikan juga dapat menyebabkan diare, peningkatan asam lambung, bahkan stroke. Akan tetapi, selama konsumsi minyak ikan masih dalam batas wajar, maka lanjutkan kebiasaan tersebut demi tubuh yang lebih sehat. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terkait jumlah maksimal yang dapat Anda konsumsi dalam satu hari.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar