Sukses

Perjuangan Tya Ariestya Menjalani Program Bayi Tabung

Program bayi tabung menjadi pilihan artis Tya Ariestya dalam mendapatkan momongan karena masalah kesuburan yang dialaminya. Ini kisahnya.

Klikdokter.com, Jakarta Nama Tya Ariestya mungkin tidak asing di telinga Anda, karena artis ini juga aktif dalam bidang seni bela diri taekwondo. Wanita kelahiran 30 Maret 1986 itu memang sangat aktif menggeluti olahraga tersebut, hingga membawanya menjadi Duta Taekwondo Indonesia. Namun saat ini, Tya merasa perlu beristirahat dari rutinitasnya itu,  karena sedang mengandung anak kedua, dengan menjalani program bayi tabung.

Sambil menanti kelahiran anak keduanya tersebut, dari akun Instagram-nya (@tya_ariestya), istri Irfan Ratinggang itu juga tengah sibuk mengurusi putra pertamanya, Kanaka. Bocah lincah itu, kini sudah menginjak usia lebih dari 2 tahun.

Saat KlikDokter mengunjungi Tya Ariestya di bilangan Jakarta Barat beberapa waktu lalu, Tya yang tengah hamil terlihat segar dan cantik. Ia tak sungkan membagikan pengalamannya seputar program yang tengah ia jalani selama beberapa tahun ini.

Wanita penyuka pijat dan creambath untuk mengisi waktu me time-nya itu pun menceritakan alasan memilih program bayi tabung ketimbang cara lain. Kepada KlikDokter, Tya juga menuturkan suka duka menjalani program tersebut, dan juga tips bagi ibu-ibu muda yang memiliki masalah kesuburan seperti dirinya.

Alasan Tya menjalani program bayi tabung

Tya yang menikah pada tahun 2014, sebelumnya memang didiagnosis memiliki penyakit sindrom ovarium polikistik. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, sindrom ovarium polikistik merupakan salah satu gangguan pada indung telur yang umumnya akan memengaruhi siklus haid seorang wanita. Sindrom ini dialami setidaknya 1 dari 10 wanita berusia 15-44 tahun dan berakibat pada sulit hamil.

Karena latar belakang itulah, akhirnya Tya dan suami memutuskan untuk menjalani program bayi tabung agar cepat mendapatkan momongan. Mumpung usia juga masih tergolong muda. Sebab, semakin tua usia pasangan yang menjalankan program bayi tabung, tingkat keberhasilannya juga semakin rendah.

“Jangan sampai tunggu bertahun-tahun, misalnya 8 tahun pernikahan atau 10 tahun pernikahan. Nanti kualitas sel telur dan sperma sudah tidak bagus lagi,” tutur Tya, memberikan saran.

Lagi pula, dari beberapa program hamil lain yang sudah dicoba oleh Tya, hanya program bayi tabunglah yang berhasil membawa perubahan positif pada dirinya. Bahkan, dalam percobaan pertama, proses tersebut sudah membuahkan hasil sehingga ia tidak perlu banyak membuang waktu untuk menuju proses kehamilan.

“Menurutku bayi tabung ini salah satu program yang cukup optimal. Pas mencoba program IVF pertama sudah langsung berhasil. Aku menjadi semangat untuk IVF lagi,” tambah Tya.

Tingginya tingkat keberhasilan program bayi tabung, menjadi alasan kuat Tya untuk terus mengupayakan kehamilan.

1 dari 2 halaman

Sempat mengalami kegagalan program bayi tabung

Meski percobaan bayi tabung yang pertama membuahkan hasil yang membahagiakan, tetapi saat ingin memberikan adik untuk Kanaka, percobaan kedua Tya sempat gagal. Namun, Tya dan pasangan tak putus asa. Dengan sabar dan semangat, Tya tetap melanjutkan program bayi tabung meskipun ada sedikit perbedaan dari sebelumnya.

“Nah, yang ketiga ini, ternyata aku berhasil meskipun perlu distimulasi dengan obat-obatan. Dosis obatnya ditambahkan dua kali lipat dan alhamdulillah berhasil,” Tya menjelaskan.

Menurut Tya, kunci utama dalam menghadapi kegagalan program bayi tabung keduanya adalah dengan tidak patah semangat. Baginya, niat baik yang dimilikinya jauh lebih besar ketimbang rasa sedih karena gagal.

Ada kemungkinan sikap tak mudah putus asa dan rela berjuangnya itu didapat Tya dari berlatih taekwondo selama bertahun-tahun. Menurutnya, taekwondo memang memberinya semangat tersendiri dari segi mental dan fisik.

Untuk mental, taekwondo membuatnya menjadi pribadi yang bersemangat dan itu terbukti dari perjuangannya menjalani program bayi tabung. Sedangkan untuk fisik, taekwondo membuatnya tak mudah lelah dan jatuh sakit.

Segala pantangan yang dianjurkan oleh dokter untuk menjaga kehamilannya pun ia turuti. Minuman atau makanan berkafein, layaknya teh, kopi, dan cokelat tak ada yang disentuhnya. Selain itu, kacang-kacang juga ia hindari. Sayangnya, Tya tidak menjelaskan secara gamblang mengapa kacang-kacangan dimasukkannya ke dalam daftar makanan terlarang baginya.

Tips untuk wanita yang punya masalah kesuburan

Setiap wanita pasti ingin kesuburannya tidak terganggu supaya bisa hamil dan melahirkan buah hatinya dengan lancar. Sayangnya, tak semua wanita bisa merasakan hal tersebut, termasuk Tya. Maka, Tya pun berpesan kepada seluruh wanita Indonesia yang memiliki masalah kesuburan seperti dirinya untuk tidak terlalu “takut” terhadap program bayi tabung.

Sarannya, jika Anda memang mampu secara finansial dan kuat secara fisik, jangan jadikan program tabung sebagai opsi “terpaksa”. Tya bisa menyarankan hal ini sebab ia sudah merasakan sendiri bagaimana program tersebut memberikan hasil yang sangat indah untuk dirinya dan suami.

“Bayi tabung tidak memberi efek samping merugikan tubuh Anda, kok. Tidak ada rasa sakit yang berlebihan sama sekali, seperti yang ditakutkan oleh kebanyakan ibu,” kata Tya.

Menurutnya, kalaupun ada rasa sakit, hanya terasa seperti disuntik. Masih menurut Tya, operasi pengambilan telur dan proses embrio transfernya juga tidak memunculkan rasa sakit yang menghawatirkan.  

“Jadi, seharusnya tidak perlu setakut itu terhadap proses bayi tabung.” jelas Tya.

Bagi Tya, kebahagiaan dari keberhasilan program tersebut sangat sebanding dengan pengorbanan yang telah dilakukan. Sehingga, Tya pun menyarankan untuk tidak menunda hingga bertahun-tahun pernikahan bila ingin melakukan program bayi tabung demi menanti kehadiran si Buah Hati.

Proses perjalanan Tya demi mendapatkan momongan memang perlu diacungi jempol. Sebab, tak semua orang punya keberanian dan semangat yang konsisten dalam menjalani program bayi tabung, apalagi ia pernah gagal sebelumnya untuk mendapatkan anak kedua. Tya percaya, bahwa tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Semoga pengalaman dari Tya Ariestya ini bisa menginspirasi Anda untuk tetap berusaha, tanpa harus menyesali takdir, khususnya dalam hal mendapatkan keturunan.

[RVS]

1 Komentar