Sukses

Benarkah Teh Hijau Lebih Baik Daripada Teh Hitam?

Meskipun berasal dari spesies yang sama, yaitu Camellia sinensis, teh hijau dan teh hitam memiliki beberapa perbedaan. Lebih baik mana, ya?

Ada banyak sekali jenis teh yang beredar di pasaran, seperti teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih, dan lainnya. Akan tetapi, yang paling dikenal adalah teh hijau dan teh hitam.

Meskipun berasal dari spesies yang sama, yaitu Camellia sinensis, teh hijau dan teh hitam memiliki beberapa perbedaan, mulai dari warna hingga kandungannya. Lalu, mana yang lebih baik untuk kesehatan, ya? Yuk, simak perbedaannya berikut ini.

1 dari 4 halaman

Kandungan dan Manfaat Teh Hijau

Pada awal proses, langsung terdapat perbedaan dari proses produksi teh hijau dan teh hitam. Sebelum siap dihidangkan di cangkir Anda, teh hijau melalui beberapa tahapan.

Pertama-tama teh dipetik, dikeringkan, lalu dikukus. Proses ini bertujuan untuk mencegah terjadinya oksidasi atau fermentasi pada daun teh sehingga warnanya tetap hijau dan rasanya tetap segar.

Kandungan kafein, baik teh hijau maupun teh hitam bervariasi, tergantung dari varietas tanaman, cara diproses, dan penyeduhannya.

Secara umum, kandungan kafein dari teh hijau ternyata lebih rendah bila dibandingkan dengan teh hitam. Kandungan kafein dalam secangkir teh hijau adalah sebanyak 24-20 mg.

Artikel Lainnya: Teh Hijau vs Teh Hitam, Mana yang Lebih Tinggi Kafein?

Selain kafein, teh juga mengandung zat theanine yang dapat menyeimbangkan pengaruh kafein dengan memberikan rasa rileks.

Nah, theanine dalam teh hijau lebih banyak dibandingkan teh hitam. Oleh karena itu, teh ini lebih cocok untuk menjadi teman relaksasi dibandingkan dengan teh hitam.

Teh hijau dan teh hitam mengandung flavonoid, yaitu antioksidan golongan polifenol yang dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Meskipun sama-sama bermanfaat bagi kesehatan jantung, jenis flavonoid yang terkandung dalam dua jenis teh tersebut berbeda.

Teh hijau memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam. Antioksidan yang terkandung dalam teh ini adalah epigallocatechin-3-gallate (EGCG).

Berbagai penelitian telah menemukan beberapa manfaat dari EGCG yang terkandung dalam teh hijau, yakni:

  • Menjaga kesehatan jantung
  • Menghambat pertumbuhan sel kanker
  • Mencegah penyakit Alzheimer
  • Melindungi hati dari pengaruh buruk akibat makanan tinggi lemak
  • Antimikroba

Artikel Lainnya: Minum Teh Terlalu Panas Bisa Sebabkan Kanker?

2 dari 4 halaman

Kandungan dan Manfaat Teh Hitam

Berbeda dengan proses produksi teh hijau yang mencegah terjadinya fermentasi, teh hitam melalui proses fermentasi.

Setelah teh dipanen dan dikeringkan, teh hitam dihancurkan atau digulung, lalu dibiarkan agar terpapar oksigen sampai teroksidasi atau terfermentasi. Karena oksidasi tersebut, warna daun teh berubah menjadi hitam serta memiliki rasa dan aroma yang lebih kuat.

Teh hitam memiliki kandungan kafein yang cenderung lebih tinggi daripada teh hijau. Hal ini dipengaruhi juga oleh lamanya fermentasi saat daun teh diolah. Umumnya, pada segelas teh hitam terkandung kafein sebanyak 14-61 mg.

Sama seperti kafein pada kopi, kafein yang terkandung dalam teh adalah zat stimulan yang dapat memperbaiki mood, mengusir kantuk, dan meningkatkan kesigapan seseorang. Karena itu, teh hitam lebih cocok untuk menjaga tubuh tetap bersemangat dibandingkan dengan teh hijau.

Artikel Lainnya: Ini, Lo, 10 Manfaat Minum Teh Setiap Hari

Teh hijau dan teh hitam sama-sama memiliki kandungan antioksidan dalam bentuk theaflavin. Zat ini timbul akibat proses fermentasi selama pemrosesan teh hitam.

Theaflavin dapat melindungi sel lemak dari kerusakan akibat radikal bebas sehingga dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dari pembentukan plak lemak yang dapat menyebabkan serangan jantung. Theaflavin juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

3 dari 4 halaman

Benarkah Teh Hijau Lebih Baik?

Penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 1-3 cangkir teh hijau dalam sehari memiliki risiko terkena serangan jantung dan stroke 19 persen dan 36 persen lebih rendah ketimbang mereka yang mengonsumsi teh hijau kurang dari satu cangkir per hari.

Selain itu, mengonsumsi setidaknya tiga cangkir teh hitam per hari juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga sebesar 11 persen.

Jadi, sebaiknya pilih yang mana? Secara umum, teh mana pun yang dipilih, Anda tetap akan mendapatkan manfaat sehat teh. Pemilihan teh hijau dan teh hitam tergantung dari kebutuhan.

Apabila Anda menginginkan kandungan antioksidan yang lebih tinggi atau sedang ingin beristirahat, maka pilihlah teh hijau. Namun, apabila Anda menginginkan kandungan kafein yang lebih kuat untuk teman beraktivitas, pilihlah teh hitam.

Informasi menarik lainnya seputar dunia kesehatan bisa Anda dapatkan hanya di aplikasi KlikDokter. Konsultasikan juga masalah kesehatan Anda kepada dokter lewat layanan Live Chat 24 jam. Unduh aplikasinya sekarang juga! 

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar