Sukses

Antisipasi Tsunami, Lakukan Ini Saat Liburan ke Pantai

Punya rencana liburan ke pantai, padahal tsunami Selat Sunda baru saja melanda? Tak perlu cemas, lakukan berbagai cara antisipasi berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Berita mengagetkan datang dari wilayah Banten. Bencana alam yang paling ditakuti di Indonesia selain gunung meletus, yakni tsunami, terjadi lagi pada Sabtu (22/12) malam lalu. Bila Anda memiliki rencana liburan ke pantai, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi tsunami.

Dilansir dari Liputan6.com, tercatat sebanyak 222 orang meninggal, 843 orang luka-luka, dan 28 orang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut. Ironisnya lagi, beberapa aggota grup musik Seventeen beserta keluarganya turut menjadi korban saat mengisi acara di salah satu tempat wisata di pinggir pantai wilayah tersebut.

Akibat bencana tersebut, masyarakat pun menjadi resah, terutama bagi mereka yang berencana menghabiskan musim liburan sekolah dengan bermain di pantai.

Tips antisipasi tsunami saat liburan ke pantai

Nah, jika Anda sudah telanjur memesan tiket dan mengurus jadwal liburan seapik mungkin tapi tak mau membatalkannya, berarti Anda harus melakukan sederet antisipasi dini akan terjadinya tsunami berikut ini:

1. Pantau selalu berita dari BMKG dan portal berita terpercaya lainnya

Saat berlibur ke pantai, ada baiknya Anda selalu memantau berita terkini tentang kondisi alam di sekitar wilayah tersebut dari aplikasi BMKG maupun portal berita online terpercaya.

Aplikasi BMKG bisa Anda unduh di Playstore ataupun App Store. Setiap waktu, BMKG akan memberikan notifikasi ke ponsel pintar Anda tentang cuaca dan potensi bencana alam yang bisa terjadi di banyak wilayah Indonesia. Selain itu, bandingkan juga dengan beberapa media sosial dari portal berita yang teruji kebenarannya.

Portal berita online menyajikan informasi secara cepat, sehingga Anda bisa langsung bergerak menuju tempat yang lebih aman untuk melindungi diri dari gelombang ganas laut yang turut membawa puing-puing berbahaya.

2. Perhatikan titik berkumpul dan cari alternatif tempat berlindung sedini mungkin

Sesampainya di lokasi liburan, jangan langsung lupa diri dan terlalu senang dulu. Lebih baik, kelilingi lokasi tersebut dengan saksama dan perhatikan di mana palang lokasi titik berkumpul yang bisa Anda tuju jika terjadi hal darurat.

Potret lokasi titik berkumpul itu lalu sebarkan di grup pesan singkat anggota keluarga atau sahabat yang ikut bepergian bersama Anda. Atau agar lebih detail, lakukan share location via ponsel pintar Anda supaya lebih jelas.

Kemudian, Anda juga bisa mencari tempat berlindung yang jauh lebih tinggi ketimbang lokasi Anda menginap dan berkumpul untuk menghabiskan waktu, misalnya perbukitan terdekat.

Tapi ingat, maksimal lokasi berlindung berjarak 3 km dan tingginya 30 meter. Sehingga saat bencana tsunami datang, Anda dan keluarga bisa langsung menuju tempat yang sebelumnya sudah diketahui bersama. Lalu, berlindunglah selama beberapa jam sampai bencana mereda.

Satu lagi yang perlu diingat, jangan berlindung di dalam bangunan. Karena bangunan juga rentan hancur dan terbawa arus ombak.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Ketahui tanda-tanda tsunami dan bawalah barang-barang darurat

Jangan paksakan diri untuk datang ke acara pinggir pantai ketika tanda-tanda tsunami sebenarnya sudah terlihat. Adapun tanda-tanda yang dimaksud, antara lain:

  • Sempat terjadi gempa bumi di lokasi tersebut
  • Air laut menjadi terlalu surut
  • Terdengar gemuruh dari arah laut
  • Dan hewan-hewan di sekitar lokasi berlarian atau beterbangan

Jika ada tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya hindari daerah pantai dan beralihlah ke lokasi yang lebih aman. Tak ada salahnya juga Anda dan keluarga membawa kotak-kotak darurat berisi obat-obatan, makanan dan minuman instan, baju hangat, serta pelampung lengan untuk berjaga-jaga.

Selain itu, jika Anda membawa hewan peliharaan saat berlibur, jangan tinggalkan mereka di tempat yang tidak aman. Bawalah hewan peliharaan ke mana pun Anda pergi.

Kini sudah ada kandang yang portabel dan ransel khusus untuk membawa hewan peliharaan saat bepergian. Jadi, Anda tak punya alasan lagi untuk meninggalkannya begitu saja.

4. Ikuti petunjuk evakuasi dari petugas

Biasanya, sebelum bencana benar-benar terjadi, akan ada tanda peringatan dari petugas setempat atapun alarm di sekitar situ. Jadi, ketika sudah ada tanda seperti itu, sebaiknya jangan diabaikan dan perhatikan arahan dari petugas berwajib.

Penting bagi Anda untuk selalu waspada saat berlibur di wisata alam. Karena bencana alam, khususnya tsunami, bisa terjadi kapan saja, dan dampaknya juga bisa mengancam nyawa.

Bencana tsunami Selat Sunda memang memprihatinkan. Bagaimanapun, alam tak bisa dilawan. Namun, bila Anda memang ingin tetap liburan ke pantai, lakukanlah berbagai langkah antisipasi tsunami di atas agar terhindar dari bahaya. Ingatlah juga untuk berdoa bersama keluarga sebelum bepergian supaya Anda dan anggota keluarga selalu berada dalam lindungan Tuhan YME. Selamat berlibur!

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar