Sukses

Imunisasi untuk Ibu Hamil, Dianjurkan atau Tidak?

Masih banyak ibu hamil yang ragu melakukan imunisasi. Padahal, imunisasi jenis tertentu dapat membantu mencegah beragam jenis penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak perempuan ragu untuk melakukan imunisasi saat hamil. Kebanyakan dari mereka cemas kalau vaksin yang masuk ke dalam tubuhnya dapat mengganggu kesehatan diri dan tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Pertanyaannya, amankah pemberian imunisasi selama masa kehamilan?

Menurut dr. Melyarna Putri dari Klikdokter, pemberian imunisasi selama masa kehamilan terbilang aman, bahkan sangat dianjurkan. “Tidak hanya melindungi ibu dari berbagai macam penyakit, imunisasi juga bermanfaat untuk janin,” kata dr. Melyarna.

Semua vaksin telah diuji keamanannya di bawah pengawasan pemerintah. Sebelum didistribukan kepada masyarakat, vaksin diperiksa untuk kemurnian, potensi, dan keamanannya. Tak hanya itu, keamanan semua vaksin selama digunakan juga turut dipantau. Akan tetapi, kalau ibu hamil punya alergi tertentu, seperti alergi telur yang ada dalam vaksi influenza, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

Vaksin yang dianjurkan bagi ibu hamil

Menurut dr. Melyarna, tiga vaksin yang dianjurkan diberikan pada ibu hamil adalah sebagai berikut.

  1. Influenza

Wanita hamil berisiko tinggi terkena komplikasi berat yang disebabkan virus influenza. Perubahan fisiologis pada sistem pernapasan, sistem pertahanan tubuh, dan sistem jantung pembuluh darah diduga kuat sebagai penyebab yang meningkatkan risiko ini. Wanita hamil yang terserang virus influenza terancam dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, persalinan prematur, bayi dengan kondisi kecil untuk masa kehamilan tertentu, dan bayi lahir mati.

American College of Obstetricians and Gynecologists and the Advisory Commitee on Immunization Practices menganjurkan pemberian vaksinasi influenza apabila terdapat pandemi. Vaksinasi yang dianjurkan adalah vaksin yang tidak aktif karena terbukti aman dan efektif digunakan selama kehamilan.

  1. Hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B harus diberikan kepada wanita hamil dengan risiko tinggi mengidap hepatitis B, yaitu wanita hamil yang memiliki partner seksual lebih dari satu selama 6 bulan terakhir, memiliki infeksi menular seksual, pengguna narkoba suntik, dan memiliki partner seksual dengan HbsAg positif.

  1. Tetanus Toksoid (TT)

Tetanus merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian bayi, meski sebenarnya bisa dicegah. Setidaknya 130.000 bayi di seluruh dunia meninggal akibat tetanus pada 2004. Kasus terbanyak dilaporkan dari negara dengan populasi manusia yang padat seperti India dan Nigeria. Di Asia Tenggara, kasus kematian bayi baru lahir akibat tetanus diperkirakan menyumbang 4 persen.

Imunisasi tetanus pada wanita hamil dan wanita usia reproduktif dengan pemberian dua dosis tetanus toxoid (TT) dikatakan dapat menurunkan angka kematian bayi akibat tetanus sebesar 94 persen. Vaksinasi pertama diberikan pada trimester pertama setelah diketahui hamil kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua yang diberikan 4-6 minggu setelah dosis pertama. Pemberian vaksin yang ketiga dilakukan enam bulan setelah yang kedua, agar memberikan perlindungan setidaknya selama lima tahun.

1 dari 2 halaman

Vaksin yang dilarang bagi ibu hamil

Meski imunisasi dianjurkan, sejumlah vaksin ternyata tidak diperbolehkan diinjeksikan pada ibu hamil. Vaksin virus hidup tidak boleh diberikan kepada wanita hamil karena dapat berbahaya bagi bayi.

Vaksin jenis tersebut dapat berpotensi ditularkan ke janin, bahkan dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau cacat lahir. Vaksin yang dilarang diberikan pada ibu hamil, seperti dilansir dari Webmd, antara lain:

  • Hepatitis A: Keamanan vaksin ini belum ditentukan. Karena itu, hindari vaksin hepatitis A selama kehamilan. Wanita yang berisiko tinggi terpapar virus ini harus mendiskusikan risikonya dengan dokter mereka. 
  • MeaslesMumpsRubella (MMR):Perempuan harus menunggu setidaknya satu bulan untuk hamil setelah menerima vaksin virus hidup ini. Jika tes rubella awal menunjukkan bahwa Anda tidak kebal terhadap rubella, Anda akan diberikan vaksin setelah melahirkan.
  • Varicella:Ini adalah vaksin untuk mencegah cacar air. Vaksin ini harus diberikan setidaknya satu bulan sebelum kehamilan.
  • Pneumococcal:Karena keamanan vaksin ini tidak diketahui, hindarilah penggunaannya selama kehamilan, kecuali untuk wanita yang berisiko tinggi atau memiliki penyakit kronis.
  • Oral PolioVaccine (OPV) and Inactivated Polio Vaccine (IPV): Baik vaksin virus hidup OPV ataupun virus tidak hidup (IPV) tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
  • HPV Vaccine: vaksin HPV (the human papillomavirus virus) tidak disarankan untuk ibu hamil.

Jadi, beberapa jenis imunisasi, seperti influenza, hepatitis B, dan tetanus toksoid, dianjurkan untuk diberikan kepada ibu hamil. Namun, tidak semua jenis vaksin dapat diinjeksikan.

Untuk lebih memastikan keamanan kondisi kesehatan ibu hamil dalam menerima vaksin, sebelum menerima imunisasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter.  Hal ini perlu dilakukan untuk menghidari risiko yang bisa berakibat pada janin.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar