Sukses

Pilihan Buku Cerita untuk Menemani Anak Saat Liburan Akhir Tahun

Bingung mencari ide buku cerita anak untuk mengisi liburan akhir tahun? Ini daftarnya.

Klikdokter.com, Jakarta Menikmati liburan akhir tahun bersama anak-anak yang masih balita sepertinya kurang lengkap tanpa buku cerita. Apalagi, bila membaca telah menjadi kebiasaan sejak si Kecil masih bayi. Jangan heran kalau ia akan selalu “merongrong” Anda untuk membacakan buku untuknya.

Anda kehabisan ide? Berikut ragam buku cerita yang bisa Anda pilih untuk mengisi liburan akhir tahun bersama keluarga dan si Kecil.

  1. Buku-buku karya Eric Carle

Siapa yang tak kenal Eric Carle? Sebagai ibu yang gemar mencari buku cerita anak, Anda pasti tahu penulis yang satu ini. Ia lah penulis sekaligus ilustrator utama buku legendaris The Very Hungry Caterpillar.

Layaknya buku ajar, buku yang satu ini “wajib” dibaca oleh anak balita. Ceritanya sederhana, mudah dimengerti, dan memiliki pesan moral yang positif. Gambar-gambarnya pun menarik dan membuat anak tak bosan-bosan melihatnya.

Selain The Very Hungry Caterpillar, Eric Carle juga menulis 70 judul buku lainnya. Beberapa di antaranya The Foolish Tortoise, Brown Bear, Brown Bear What Do You See?, The Tiny Seed, The Very Lonely Firefly, The Bad-Tempered Ladybird.

  1. Buku-buku terbitan Rabbit Hole

Selama ini, mungkin Anda kesulitan untuk mencari referensi buku cerita anak berkualitas yang asli buatan dan berbahasa Indonesia. Terutama, untuk buku-buku yang berjenis board book. Pada tahun 2014, berdirilah Rabbit Hole untuk mengisi kekosongan itu. Hingga kini, Rabbit Hole telah menghasilkan hampir 10 judul buku untuk anak usia 0-7 tahun.

Sang penulis, Devi Raissa, sengaja menggunakan kalimat-kalimat pendek di dalam buku-bukunya. Tujuannya agar orang tua dapat mengeksplorasi dan melanjutkan cerita sesuai versi dan caranya sendiri. Dengan demikian, bisa terjalin komunikasi dua arah dengan anak. Buku-buku terbitan Rabbit Hole juga disesuaikan dengan perkembangan anak serta dilengkapi dengan alat peraga yang membuat anak tetap tertarik dan tidak mudah bosan saat dibacakan.

Untuk anak 0-2 tahun, Anda bisa mengenalkan konsep perpisahan dari buku Cilukba!, mengenal berbagai macam emosi melalui buku Hmmm…, mengenal aneka kendaraan dan suaranya melalui Suara Apa Itu?, atau secara sederhana mengetahui proses tumbuh kembang makhluk hidup dalam buku Hop.

Untuk anak yang lebih besar, pilihan buku yang bisa Anda bacakan yaitu Kado yang Menakjubkan, Liburan Terbaik, Asal Mula Namaku, dan Bella dan Balon Merah.

1 dari 4 halaman

Selanjutnya

  1. Goodnight, Goodnight, Construction Site

Sesuai judulnya, buku karya Sherri Duskey Rinker ini mengisahkan lima jenis alat konstruksi yang saling bahu membahu menyelesaikan suatu proyek bangunan.

Buku ini mengisahkan rutinitas masing-masing alat konstruksi, seperti truk pengangkat (crane truck), truk pengangkut (dump truck), penggali (excavator), buldoser (bulldozer), dan truk pengaduk (mixer truck), dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Ilustrasi dalam buku ini pun amat menarik sehingga anak dan orang tua tidak bosan untuk membacanya berkali-kali.

Bila si Kecil menyukai cerita ini, baca pula sekuelnya, yakni Mighty, Mighty, Construction Site dan Construction Site on Christmas Night.

  1. Kitu, Kucing Kecil Bersuara Ganjil

Buku ini mengisahkan Kitu, seekor kucing yang unik. Namun karena merasa berbeda dari kucing yang lain, Kitu berusaha untuk mengubah jati dirinya.

Melalui cerita ini, sang penulis Sekar Sasronegoro ingin mengenalkan konsep perbedaan, keberagaman, dan toleransi kepada anak dengan cara yang menyenangkan. Bahwa, tidak ada yang salah dengan perbedaan karena pada dasarnya setiap individu memiliki karakter dan keunikannya masing-masing.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Little Blue Truck

Buku ini ditulis oleh Alice Schertle dan bercerita tentang sebuah truk biru yang sedang melintas di suatu desa. Selama melintas, ia membunyikan klakson untuk menyapa semua hewan-hewan ternak yang ditemuinya. Tiba-tiba, sebuah dump truck melintas seenaknya dengan terburu-buru dan akhirnya terjebak di lumpur. Si truk biru mencoba menolong namun akhirnya terjebak juga. Namun, karena para hewan mengenali bunyi klaksonnya, mereka akhirnya datang dan bersama-sama menyelamatkan keduanya.

Moral dari cerita ini yakni pentingnya bersikap sopan dan bersahabat. Sikap baik ini menular dan pada akhirnya, kebaikan itu akan berbalik kepada diri sendiri. Pesan lainnya adalah jangan hanya memikirkan diri sendiri. Dalam hidup bermasyarakat, manusia pasti saling membutuhkan satu sama lain.

  1. The Gruffalo

Cerita dalam buku ini bermula kala seekor tikus bertemu dengan banyak binatang besar di hutan. Semua binatang ini ingin melahapnya dan karena itu, si tikus diundang untuk dalam suatu jamuan makan. Namun, si tikus cukup pintar. Ia menceritakan imajinasinya tentang seekor binatang liar—yakni Grufallo—di depan binatang lainnya sehingga mereka “terpaksa” bersembunyi di dalam rumah masing-masing.

Masalah muncul ketika si tikus betul-betul menghadapi imajinasinya sendiri di kehidupan nyata. Siapa yang pada akhirnya menang?

Melalui cerita ini, penulis ingin menyampaikan bahwa tak peduli seberapa “kecil” atau “besar” seseorang, sekalipun sulit, segala masalah dapat dilalui bila pandai, cerdik, dan cepat dalam mengambil keputusan.

Sang penulis Julia Donaldson, terkenal akan karya-karyanya yang bernada positif. Buku-buku lain yang juga menarik untuk disimak, di antaranya The Gruffalo’s Child, Monkey Puzzle, The Smartest Giant in Town, dan The Snail and the Whale.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya (3)

  1. Girrafes Can’t Dance

Buku ini dibuat oleh Giles Andrede dan Guy Parker-Rees dan mengisahkan tentang Gerald, seekor jerapah yang tinggi, berleher panjang, berkaki kurus, dan berlutut bengkok.

Suatu hari, Gerald memutuskan untuk pergi ke Pesta Dansa di hutan, sebuah festival dansa tahunan. Sayangnya, saat Gerald maju ke lantai dansa, binatang-binatang lain menertawakannya bahkan sebelum ia mulai berdansa. Gerald merasa malu dan sedih, namun ia dihibur oleh seekor jangkrik, yang menyuruhnya untuk berdansa dengan musiknya sendiri. Akhirnya, Gerald kembali percaya diri untuk berdansa. Bahkan, dansanya mampu memukau binatang-binatang lainnya.

Melalui cerita ini, anak dapat diajak berdiskusi seputar stereotip dalam kehidupan sosial. Dengan kata lain, memahami ungkapan “Don’t judge the book by its cover”, atau menilai orang lain hanya melalui tampilan luarnya.

  1. Buku cerita rakyat asli Indonesia

Indonesia memiliki beragam suku dan bahasa. Tiap suku memiliki budaya sendiri yang salah satunya menghasilkan sastra lisan, yang dikenal sebagai cerita rakyat. Sebagai anak Indonesia, anak-anak pun perlu diperkenalkan dengan beragam cerita rakyat Indonesia, yang tak kalah menarik dari cerita-cerita populer.

Pesan moral dari kisah-kisah dalam cerita rakyat Indonesia masih relevan hingga kini. Sebagai contoh, pesan kasih sayang dari kisah Timun Mas (Jawa Tengah), pentingnya memiliki semangat tekun berusaha melalui dongeng Kembang Barenteng (Kalimantan Selatan), atau kisah Malin Kundang (Sumatera Barat) yang mengajarkan sopan santun dan rasa hormat terhadap orang tua.

Cerita-cerita rakyat Indonesia ini biasanya dirangkum dalam satu buku. Ada berbagai macam judul yang bisa Anda temui. Beberapa di antaranya yaitu Rangkuman 100 Cerita Rakyat Indonesia oleh Irwan Rouf dan Shenia Ananda, Seri Komik Cerita Rakyat Indonesia dan Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi terbitan Bhuana Ilmu Populer (BIP), dan 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara oleh Marina Asril Reza.

Itulah beberapa buku cerita yang dapat Anda pilih bersama anak untuk mengisi liburan Hari Natal dan Tahun Baru. Agar lebih menarik, Anda dapat menggunakan alat peraga atau boneka jari kala bercerita. Semoga liburan akhir tahun Anda berkesan. Anak senang, orang tua pun bahagia.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar