Sukses

Manfaat Kue Jahe Khas Natal bagi Kesehatan

Kue jahe merupakan salah satu makanan khas Natal dengan kandungan nutrisi yang baik bagi kesehatan. Apa saja manfaat kue jahe? Ini selengkapnya.

Kue jahe atau biasa dikenal dengan gingerbread cookies merupakan salah satu jenis sajian khas perayaan Natal. Kue ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti bentuk pohon natal, bintang, hingga rumah-rumahan. 

Salah satu bahan utama dari kue khas Natal ini adalah jahe. Jahe dapat digunakan dalam bentuk, bubuk, minyak, jahe kering, jahe segar, atau bahkan parutan. Jahe banyak ditemukan di Asia Tenggara dan bisa dikatakan sebagai salah satu rempah yang paling sehat. Inilah manfaat makan kue jahe khas natal bagi kesehatan. 

1 dari 5 halaman

1. Mengandung Gingerol Sebagai Antioksidan Kuat

Jahe telah lama digunakan sebagai bahan alami dalam pengobatan tradisional. Jahe memiliki aroma dan rasa yang unik dan itu berasal dari minyak alaminya, yakni gingerol. 

Gingerol adalah senyawa utama dalam rempah jahe dan memiliki khasiat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Gingerol dalam jahe diyakini dapat membantu mengurangi stres oksidatif akibat kelebihan jumlah radikal bebas dalam tubuh.

2. Mengatasi Mual

Jahe sering digunakan untuk melawan rasa mual dan muntah. Nah, bagi ibu hamil yang kerap merasakan morning sickness, makan kue jahe kemungkinan bisa membantu meredakan gejala mual akibat kondisi tersebut. 

Menurut 12 penelitian yang melibatkan 1.278 wanita hamil, mengonsumsi sebanyak 1,1 gram hingga 1,5 gram jahe dapat mengurangi gejala mual.  

Artikel Lainnya: Ini 8 Manfaat Konsumsi Jahe untuk Kesehatan Anda

2 dari 5 halaman

3. Membantu Menurunkan Berat Badan

Penelitian tahun 2019 menyatakan bahwa konsumsi suplemen mengandung jahe dapat mengurangi berat badan secara signifikan. Suplementasi jahe ditemukan dapat mengurangi berat badan rasio pinggang-pinggul dan rasio pinggul pada orang obesitas

Sebuah studi lain di tahun 2016 yang menguji 80 wanita obesitas juga menyatakan bahwa jahe dapat membantu menurunkan indeks massa tubuh (IMT) dan kadar insulin darah. Kadar insulin darah yang tinggi ini sering dihubungkan dengan kondisi obesitas.

4. Membantu Mengatasi Osteoarthritis (OA)

Osteoarthritis adalah kondisi degenerasi sendi di tubuh. Osteoarthritis dapat menyebabkan gejala seperti nyeri sendi dan kekakuan. Sebuah penelitian mengatakan, rasa sakit dan disabilitas yang dialami pasien OA bisa berkurang secara signifikan setelah pasien rutin mengonsumsi jahe. 

Artikel Lainnya: Apakah Jahe Efektif untuk Usir Masuk Angin?

3 dari 5 halaman

5. Menurunkan Kadar Gula Darah dan Risiko Penyakit Jantung

Menurut penelitian tahun 2015 yang mengamati 41 pasien dengan diabetes tipe 2, mengonsumsi jahe dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Konsumsi 2 gram bubuk jahe per hari ditemukan dapat menurunkan kadar gula darah puasa pasien sebesar 12 persen. 

Jahe juga dapat membantu memperbaiki hemoglobin A1c (HbA1c), yaitu penanda gula darah jangka panjang yang berkurang sebanyak 10 persen selama 12 minggu. 

Selain itu, terdapat penurunan 28 persen rasio Apolipoprotein B/Apolipoprotein A-I dan malondialdehyde (MDA), keduanya merupakan produk sampingan dari stres oksidatif.  Rasio ApoB/ApoA-I dan MDA yang tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

6. Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol 

Kadar kolesterol LDL tinggi dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Menurut penelitian tahun 2018, sebanyak 30 orang yang mengonsumsi 5 gram pasta jahe setiap hari mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 17,4 persen dalam waktu 3 bulan. 

Penelitian lainnya di tahun 2008 juga menemukan, orang yang mengonsumsi 3 gram bubuk jahe dalam bentuk kapsul mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 10 persen dalam waktu 45 hari.

7. Dapat Membantu Melawan Infeksi

Gingerol dalam jahe ternyata dapat membantu melawan infeksi. Ekstrak jahe juga dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri. Berdasarkan penelitian di tahun 2008, jahe efektif mengatasi bakteri di mulut yang berhubungan dengan infeksi di bagian gusi dan gigi. 

Mengonsumsi jahe segar juga diyakini dapat mengatasi respiratory syncytial virus (RSV) yang merupakan virus penyebab infeksi pernapasan.

Artikel Lainnya: Efek Samping Jahe Berakibat Buruk pada 4 Kondisi Ini

4 dari 5 halaman

Tips Membuat Kue Jahe Sehat Saat Natal

Perlu diingat, manfaat kesehatan di atas hanya bisa didapat ketika Anda mengonsumsi kue jahe dalam jumlah cukup alias tidak berlebihan. Perhatikan juga proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan di dalam adonan kue jahe. 

Agar lebih sehat, gunakan gula  atau pemanis rendah kalori. Anda juga bisa menggunakan bahan dasar tepung gandum utuh atau whole grain yang mengandung serat dan protein melimpah. 

Mau lebih sehat lagi? Tambahkan buah sehat seperti stroberi atau kacang almond di dalam kue jahe. Gunakan produk susu rendah lemak dan bahan pembuat kue lainnya yang mengandung minyak tinggi.

Itu dia beberapa manfaat makan kue jahe untuk kesehatan. Untuk tahu informasi kesehatan lainnya, baca terus artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar