Sukses

Kue Jahe Makanan Khas Natal, Apa Manfaatnya untuk Kesehatan?

Mendekati hari Natal, berbagai makanan khas Natal seperti kue jahe pun bermunculan. Adakah manfaatnya bagi kesehatan Anda?

Klikdokter.com, Jakarta Hari Natal identik dengan momen berkumpul bersama keluarga sambil menikmati kue-kue Natal yang terhidang di meja. Salah satu sajian khas Natal yang sering kali disajikan adalah kue jahe. Kue ini dibumbui dengan jahe, kacang tanah, cengkih atau kayu manis, serta pemanis seperti gula dan madu, kemudian dipanggang. Kue jahe biasanya memiliki bentuk khas serupa orang-orangan.

Sebagai bahan utama, jahe tentu menjadi rasa utama dalam kue jahe. Satu sendok makan jahe mengandung karbohidrat, serat, protein, lemak dan gula. Selain itu, terdapat juga vitamin B3 dan B6, vitamin C, zat besi, kalium, magnesium, serta fosfor. Jahe sebagai salah satu bahan kue jahe, dinilai memiliki manfaat bagi kesehatan.

Beragam manfaat jahe

Jika dikonsumsi, rasa yang menonjol dari jahe adalah pedas. Jahe bersifat diaforetik, artinya menghangatkan serta memicu keringat. Oleh karena itu, jahe bermanfaat mencegah dan mengurangi durasi pilek. Jadi, mengonsumsi kue jahe di masa menjelang Natal dan saat sedang musim hujan, sangat cocok.

Selanjutnya, jahe memiliki kandungan yang dinamakan gingerol. Bahan ini memiliki sifat antiperadangan. Suplemen jahe banyak disarankan bagi mereka yang memiliki rheumatoid arthritis dan osteoarthritis, yang ditandai dengan peradangan nyeri pada persendian. Selanjutnya, gingerol juga berpotensi melawan sel kanker (terutama pada saluran cerna) serta tinggi antioksidan. 

Manfaat terbesar jahe mungkin dapat ditemukan pada saluran pencernaan. Jahe dapat mengurangi keluhan akibat produksi gas berlebihan dalam saluran cerna. Selain itu, jahe juga sangat baik untuk mengurangi rasa mual, sehingga sering disarankan dikonsumsi mereka yang mual saat kehamilan, usai pembedahan, dan setelah kemoterapi.

Jahe dapat membantu mengurangi keluhan nyeri pada perut serta membantu pencernaan. Jahe ditemukan mempercepat waktu pengosongan lambung, sehingga sangat membantu bagi mereka dengan keluhan berkaitan dengan kesulitan mencerna makanan.

Yang menarik, jahe dinilai dapat mengurangi kadar gula darah, sehingga mengurangi risiko Anda terkena diabetes tipe 2. Dua penelitian membuktikan hal ini. Pada studi tersebut, mereka yang mengonsumsi 1,6 dan 2 gr bubuk jahe per hari ditemukan memiliki sensitivitas insulin yang lebih baik serta gula darah puasa yang lebih rendah.

Jahe mengurangi nyeri saat haid

Satu lagi manfaat dari jahe, kali ini khusus untuk para wanita. Jahe terbukti dapat mengurangi keluhan dismenorea atau nyeri saat haid. Bahkan, sebuah studi menemukan mereka yang mengonsumsi kapsul jahe 250 mg empat kali sehari memiliki efek yang sama dengan mereka yang mengonsumsi antinyeri empat kali sehari, seperti asam mefenamat 250 mg dan ibuprofen 400 mg.

Jadi, tidak dimungkiri lagi jahe memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain dikonsumsi dalam bentuk kue jahe, Anda dapat menikmati jahe dengan mencampurkannya ke dalam beragam makanan dan minuman, seperti teh, bumbu masakan, serta asinan jahe.

Bisa jadi kue jahe populer dikonsumsi di masa Natal untuk menghangatkan tubuh di musim hujan yang cenderung dingin. Selain itu, setelah mengonsumsi berbagai masakan lezat khas Natal lainnya, kue jahe dapat membantu pencernaan Anda.

Sebenarnya, Anda tidak perlu menunggu masa Natal saja untuk mengonsumsi jahe, seperti dalam kue jahe. Tidak ada salahnya jika Anda memasukkan jahe dalam pola makan sehari-hari. Selain lezat dikonsumsi, jahe juga memiliki berbagai manfaat lainnya untuk kesehatan.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar