Sukses

Bahaya Varises Vagina Saat Hamil

Varises pada ibu hamil bisa muncul di tempat tak terduga, seperti vagina. Ketahui varises vagina lebih jauh di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Jika mendengar kata varises, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah pembuluh darah yang melebar di kaki atau paha. Varises memang sering ditemukan di kaki, tapi sebenarnya bagian tubuh lain juga dapat terkena, misalnya tenggorokan, lambung, serta vagina. Varises vagina sering ditemukan pada ibu hamil. Apa penyebabnya dan apakah ini berbahaya?

Apa itu varises?

Varises merupakan pelebaran pembuluh darah vena yang dapat mengganggu aliran darah balik dari organ ke jantung. Selain melebar, pembuluh darah vena yang tadinya lurus juga dapat berliuk-liuk. Biasanya varises terjadi akibat adanya peningkatan tekanan pada pembuluh darah vena, misalnya karena sumbatan pada pembuluh darah di atasnya.

Bayangkan suatu pipa elastis yang berisi aliran air dalam posisi tegak. Jika bagian atas pipa tersumbat, maka struktur pipa di bawahnya akan melebar secara otomatis karena bersifat elastis. Itulah yang terjadi pada varises.

Mengapa varises vagina terjadi?

Selama kehamilan, varises dapat terjadi pada bagian vulva hingga sepanjang jalan lahir (vagina). Ada beberapa hal yang menyebabkan itu terjadi, yakni peningkatan volume darah yang terjadi selama kehamilan dan perubahan kadar hormon dalam tubuh sehingga dinding pembuluh darah vena menipis.

Penyebab lainnya adalah karena seiring dengan pertambahan usia kandungan, rahim akan semakin besar sehingga menekan pembuluh darah vena yang berada di sekitar perut dan panggul. Kondisi tersebut juga akan meningkatkan tekanan pembuluh darah di vagina maupun kaki, lalu memunculkan varises.

Selain kehamilan, kondisi lain seperti adanya tumor yang cukup besar pada rongga perut juga dapat memicu varises vagina. 

Apakah varises vagina berbahaya?

Varises vagina memiliki berbagai tahap dan derajat keparahan. Semakin banyak riwayat kehamilan dan persalinan sebelumnya dan semakin besar ukuran rahim, maka semakin berat pula varises vagina yang mungkin terjadi. Jika hanya sedikit dan ringan, sebenarnya varises vagina tidak terlalu berbahaya pada ibu hamil.

Sementara pada varises vagina yang berat dan banyak, persalinan normal akan berisiko. Karena saat persalinan normal, wanita harus mengejan saat proses melahirkan, dan ini akan meningkatkan tekanan pada rongga perut sekaligus pembuluh darah vagina. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya pecah varises vagina dan perdarahan.

Itulah mengapa, persalinan dengan cara caesar lebih dianjurkan pada wanita yang mengalami varises vagina berat.

Apa yang harus dilakukan jika memiliki varises vagina?

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi varises vagina, antara lain:

  • Jangan berdiri dalam jangka waktu lama. Saat berdiri lama, sebaiknya Anda mengubah-ubah posisi atau berjalan untuk membantu melancarkan aliran darah vena.
  • Jangan jongkok saat buang air kecil atau buang air besar. Lebih baik gunakan kloset duduk.
  • Cegah konstipasi karena mengejan saat BAB juga akan memperparah varises vagina. Mencegah konstipasi dapat dilakukan dengan minum air yang cukup, makan buah dan sayur, serta berolahraga sesuai kondisi kehamilan.
  • Hindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan dalam perut, seperti mengangkat atau mendorong benda berat. Batuk yang berlangsung lama juga harus segera diatasi, karena batuk dapat meningkatkan tekanan dalam rongga perut.
  • Pilih posisi berbaring saat istirahat, bukan duduk. Berbaring miring ke satu sisi dapat membantu melancarkan aliran darah vena.

Varises vagina pada ibu hamil harus diperhatikan. Jika hanya sedikit dan ringan, kondisi tersebut tidak berbahaya. Tapi bila banyak dan berat, sebaiknya langsung konsultasikan kepada dokter agar kehamilan Anda lancar hingga persalinan. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar