Sukses

Glossophobia, Ketika Takut Berbicara di Depan Umum

Ketakutan yang sering Anda alami saat berbicara di depan umum bisa saja karena glossophobia. Kenali gejala dan tanda-tandanya!

Klikdokter.com, Jakarta Di beberapa kesempatan dalam sehari, seseorang bisa saja diharuskan untuk berbicara di depan umum. Sayangnya, tak sedikit yang merasa sangat takut dan sangat khawatir ketika harus melakukannya. Apakah Anda juga demikian? Jika ya, mungkin Anda mengidap glossophobia.

Glossophobia termasuk salah satu jenis dari sosial fobia (social phobia) atau social anxiety disorder. Dibandingkan jenis sosial fobia lainnya, orang dengan glossophobia memiliki gejala yang lebih ringan, dimana mereka tidak takut bertemu orang baru atau melakukan aktivitas di depan orang lain. Namun, seseorang yang mengalami glossophobia bisa merasa cemas dan tidak nyaman saat harus berbicara di depan sekelompok orang.

Kenali gejala glossophobia

Saat merasa terancam, tubuh manusia akan secara alami bereaksi dengan mempersiapkan pertahanan diri. Mekanisme tersebut dikenal dengan istilah fight or flight.

Ketika terancam, otak akan segera melepaskan hormon adrenalin dan steroid. Akibatnya, akan terjadi peningkatan kadar gula darah, tekanan darah, dan frekuensi denyut nadi. Kondisi itu akan membuat tubuh menjadi lebih bertenaga dan siap menghadapi ancaman dari luar. Namun, mekanisme fight or flight tidak berjalan baik pada seseorang yang mengalami glossophobia.

Adapun beberapa gejala yang dapat terjadi pada kasus glossophobia, di antaranya:

  • Pusing
  • Keringat berlebih
  • Peningkatan frekuensi denyut jantung
  • Tubuh gemetar
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Ketegangan otot
  • Ingin segera menyelesaikan pembicaraan yang dilakukan di depan umum.
1 dari 2 halaman

Glossophobia, apa saja penyebabnya?

Penyebab glossophobia masih belum diketahui secara jelas hingga saat ini. Diduga bahwa keadaan tersebut berhubungan erat dengan beberapa faktor, misalnya keturunan (genetik) dan lingkungan.

Secara umum, sosial fobia biasanya diturunkan dalam keluarga (genetik). Sementara faktor lingkungan, seperti pengalaman terkait berbicara di depan umum atau memiliki pengalaman gagal melakukan presentasi di masa lalu juga diduga turut berperan pada terjadinya glossophobia. Namun, penelitian terkait hal-hal tersebut masih sangat terbatas.

Kiat mengatasi glossophobia

Rasa takut dan khawatir berlebih saat berbicara di depan umum tentu dapat mengganggu produktivitas. Oleh karena itu, penderita glossophobia perlu segera menjalani terapi pengobatan.

Ada beberapa jenis terapi yang dapat diberikan pada penderita glossophobia, terdiri dari psikoterapi dan pemberian obat. Psikoterapi yang dilakukan berupa cognitive behavioral therapy, yaitu diskusi bersama dengan ahlinya. Diskusi tersebut bertujuan untuk mencari tahu penyebab yang mendasari ketakutan dan bagaimana cara mengatasinya. Selain itu, penderita juga mungkin akan diajarkan teknik relaksasi dan bagaimana cara menerapkannya dalam keadaan panik.

Bila psikoterapi tidak memberikan hasil yang baik, ada kalanya penggunaan obat-obatan diperlukan untuk mengatasi rasa ketakutan atau kecemasan pada penderita glossophobia. Beberapa jenis obat yang biasanya digunakan, di antaranya golongan antidepresan, beta-blocker, atau benzodiazepine.

Tak cukup dengan itu, penanganan glossophobia juga harus disertai dengan latihan berbicara di depan umum. Latihannya dapat dilakukan secara bertahap. Pertama-pertama bisa diawali dengan merekam diri sendiri sedang berbicara menggunakan kamera, lalu coba nilai hasilnya.

Selanjutnya, mulailah berbicara dalam kelompok kecil orang, misalnya teman-teman terdekat Anda. Setelah itu, jangan lupa untuk meminta masukan dari mereka. Selanjutnya, Anda bisa belajar dengan orang lain yang lebih berpengalaman tentang bagiamana cara berbicara di depan khalayak ramai. Mengikuti kelas pelatihan public speaking juga mungkin bisa menjadi pilihan.

Merasa takut atau cemas ketika harus berbicara di depan umum memang merupakan hal yang wajar. Namun, ketika perasaan tersebut tidak dapat dikontrol bahkan hingga menurunkan produktivitas, Anda sebaiknya segera mencari pertolongan ahli untuk mengatasinya. Bisa jadi itu merupakan pertanda bahwa Anda sudah mengalami glossophobia.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar