Sukses

Cegah Ruam Popok agar Tidak Menyebabkan Infeksi Jamur pada Bayi

Ruam popok cukup sering dialami bayi. Bila tidak ditangani, ruam ini dapat berujung pada infeksi jamur pada bayi.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak peduli seberapa hati-hati Anda, bayi Anda mungkin saja mengalami ruam popok. Ruam popok memang umum dialami bayi. Dalam sebuah studi yang melibatkan 1.000 bayi, hampir 50 persen di antaranya mengalami dermatitis popok. Sebagian besar bayi yang mengalami ruam popok berusia 9–12 bulan. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui hal-hal seputar ruam untuk mencegah terjadinya infeksi jamur pada bayi.

Penyebab ruam popok pada bayi

Setidaknya, ada dua penyebab utama penyebab ruam popok, yakni iritasi dan jamur. Iritasi terjadi ketika popok basah atau kotor tetap dipakai terlalu lama. Anda akan melihat kemerahan atau tonjolan kecil di pantat bayi Anda, alat kelamin, dan lipatan di dekat pahanya. Selain itu, iritasi dapat terjadi akibat merek popok tertentu, tisu bayi tertentu, deterjen atau pelembut pakaian yang digunakan pada popok kain.

Penyebab kedua adalah jamur. Kelembapan yang ada di popok kotor juga merupakan tempat berkembang biak bagi Candida albicans, jamur penyebab ruam popok. Ruam kemerahan akan muncul di lipatan kulit, paha, dan alat kelamin (jarang di pantat).

“Adanya infeksi bakteri atau jamur pada area bokong, lipatan paha, maupun genital dapat menyebabkan munculnya ruam popok,” kata dr. Reza Fahlevi dari Klikdokter. Ditambahkannya, infeksi bakteri atau jamur ini terjadi karena kondisi lembap pada daerah tersebut, sehingga memungkinkan pertumbuhan jamur atau bakteri.

Setiap orang sebenarnya memiliki jumlah jamur (Candida) yang tidak berbahaya pada tubuh mereka. Jamur ini tumbuh subur di tempat yang hangat dan basah, seperti mulut, usus, kulit, dan vagina. Jika tidak diobati, jamur inilah yang bisa menyebabkan infeksi ragi.

Selain itu, dilansir dari Babycenter, jika balita Anda baru-baru ini mengalami sariawan (infeksi jamur di mulut), ia mungkin mengalami infeksi jamur di daerah popoknya. Jamur dapat melewati sistem pencernaan anak Anda ketika ia makan. Jamur pun pada akhirnya sampai ke popoknya, dimana suhunya hangat dan lembab.

Dikutip dari Webmd, Anda dapat mengidentifikasi telah terjadi infeksi jamur pada kulit bayi Anda jika:

  • Berlangsung lebih dari dua hari dan tidak membaik usai diberi salep dan krim khusus ruam popok
  • Sangat terlihat dan berwarna merah
  • Memiliki batas yang tipis
  • Ada di lipatan kulit di area selangkangan
  • Memiliki iritasi tambahan di dekat ruam kulit utama
  • Kulit bersisik.
1 dari 2 halaman

Perlukah dibawa ke dokter?

Anda tidak perlu langsung membawa bayi Anda ke dokter saat curiga bayi Anda menderita infeksi jamur. Tunggulah selama setidaknya tiga hari. Jika dalam rentang waktu itu ruam tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran pengobatan.

Menurut dr. Reza, “Kalau sudah ada lecet pada area popok, demam, kemerahan yang amat sangat, bengkak, bernanah atau keluar cairan di area sekitar popok, ruam kian memburuk atau tak kunjung reda, artinya ruam berkembang menjadi jamur dan infeksi ragi (Candida).”

Saat tampak gejala-gejala tersebut atau saat bayi terlihat kesakitan saat memakai popok, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Ini dapat berarti anak Anda mengalami infeksi jamur dan membutuhkan antibiotik. Krim atau salep ruam popok biasa umumnya tidak akan membantu. Dokter biasanya akan merekomendasikan salep khusus dan pengobatan lain.

Menghindari ruam popok

Dikutip dari Babycenter, ruam pada pantat bayi dapat dihindari dengan cara-cara berikut.

  • Periksa popok bayi Anda sesering mungkin. Kalau sudah basah dan kotor, segera ganti dengan yang baru.
  • Bersihkan area bawah anak Anda secara menyeluruh setelah ia buang air besar. Pastikan area itu benar-benar kering sebelum memakai popok baru.
  • Jangan pakaikan popok terlalu ketat dan sempit sehingga tidak ada sirkulasi udara di sekitar kulit anak Anda.
  • Berikan waktu telanjang beberapa saat untuk bayi Anda. Biarkan dia bermain tanpa popok. Biarkan pantatnya mengambil udara bebas selama beberapa waktu.

Namun, kalau ruam popok mulai muncul, tindakan yang Anda lakukan adalah membersihkan area yang sakit dengan lap lembut atau kapas dan air. Hati-hati, jangan menggosok terlalu keras, dan jangan gunakan kain kasar. Anda juga bisa menggunakan botol semprot yang diisi air untuk membersihkan area yang sensitif atau kemerahan. Jika Anda menggunakan sabun, pilih merek yang ringan dan tanpa pewangi. Setelah bersih, beri salep atau krim, tepuk-tepuk area tersebut hingga kering atau biarkan kering. Akan membantu juga bila Anda membiarkan sang bayi tanpa popok selama beberapa jam setiap hari. Jika ruam popok dan infeksi jamur yang dialami bayi Anda tidak segera sembuh, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. Cara lainnya, bisa Anda baca di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar