Sukses

Tips Bantu Anak Hadapi Pelaku Bullying

Menjadi korban bullying dapat membuat anak jadi stres, bahkan bisa memicu bunuh diri. Bantu anak hadapi pelaku perundungan dengan cara ini.

Klikdokter.com, Jakarta Data yang dikumpulkan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) sepanjang 2018 menyebutkan bahwa dari 161 kasus kekerasan anak yang terjadi, tercatat sebanyak 36 kasus anak korban bullying dan terdapat 41 laporan anak pelaku bullying. Hal ini menandakan kasus bullying atau perundungan tak bisa dianggap sepele.

Perundungan dianggap menjadi masalah yang serius karena dapat menimbulkan masalah kesehatan mental dalam jangka panjang, terutama pada anak-anak. Seorang anak dapat menjadi korban perundungan karena penampilan fisiknya, agama, ras, gender, atau faktor lainnya.

Baru-baru ini kasus perundungan mulai marak kembali dibicarakan, terutama setelah Ussy Sulistiawaty ataupun artis Aurel Hermansyah angkat bicara atas apa yang dialaminya. Bahkan, anak Ussy sampai tak mau makan karena disebut gendut di media sosial.

Kebanyakan anak pernah mengalami diejek atau digoda oleh saudara atau teman-temannya. Jika konteksnya adalah permainan dan kedua belah pihak merasa hal tersebut adalah bagian dari lelucon, maka tidak menjadi masalah. Namun, ketika ejekan itu justru menyakitkan hati dan membuat orang lain tersinggung, maka perlu diwaspadai sebagai perilaku bullying, dan Anda sebagai orang tua harus mulai bertindak.

Tips mengajarkan anak untuk menghadapi pelaku bullying

Bullying merupakan perilaku menyiksa orang lain dengan sengaja, baik itu secara fisik, verbal maupun psikologis. Perilaku ini dapat bervariasi bentuknya, seperti mengancam, memanggil nama orang lain dengan nada ejekan, memukul, hingga meminta uang atau barang milik orang lain secara paksa.

Bahkan, kini banyak orang melakukan bullying melalui media sosial ataupun pesan elektronik, seperti yang dialami oleh Ussy Sulistiawaty.

Bila anak Anda mengalaminya, bantu ia dengan cara:

  • Ajak anak berbagi cerita sesering mungkin

Sempatkan waktu Anda untuk selalu mengajak anak berdiskusi mengenai masalah yang ia alami di sekolah. Tetaplah tenang dan dengarkan apa yang dirasakan anak. Pahami perasaannya dan selalu ingatkan bahwa bukan salah dirinya kalau ia menjadi korban perundungan.

  • Pelajari situasi yang dialami anak

Minta buah hati Anda untuk bercerita bagaimana dan kapan bullying itu terjadi dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Cari tahu juga apa yang sudah anak Anda lakukan dalam menghadapi situasi tersebut. Tanyakan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orang tua untuk membuat dirinya merasa aman.

  • Ajari anak cara untuk merespon bullying

Seorang pelaku perundungan akan semakin bahagia jika korbannya bereaksi. Beritahu anak untuk mengatakan pada pelaku agar menjauh dari dirinya, dan acuhkan saja. Lebih baik arahkan anak untuk selalu bersama teman-temannya selama di sekolah.

Ingatkan juga, bila diperlukan, anak dapat meminta bantuan pada guru. Pada kasus cyberbullying, beritahu anak untuk tidak merespon dan block kontak serta media sosial pelaku.

  • Bicarakan pada anak mengenai teknologi

Pastikan Anda tahu seluruh akun media sosial anak, kegiatannya di internet dan interaksi anak dengan orang lain di ponselnya. Beritahu anak bahwa Anda sebagai orang tua akan tetap menghargai privasi dirinya namun Anda memiliki hak untuk melihat konten pada gawainya.

Jika anak mengalami cyberbullying, jangan langsung mengambil akses gawai ataupun komputernya. Hal ini justru membuat anak cenderung takut untuk melaporkan atau bercerita apapun pada Anda bila ia mengalaminya lagi.

  • Bantu anak untuk meningkatkan rasa percaya dirinya

Beri semangat pada anak untuk meningkatkan rasa percaya dirinya melalui aktivitas yang bisa mengasah bakat dan menambah banyak teman, seperti mengikuti kelas seni dan melakukan hobi olahraga favoritnya.

  • Hubungi pihak yang tepat

Jika anak mengalami bullying di sekolah, cari bantuan pada kepala sekolah anak, guru di sekolah ataupun konselor di sekolahnya. Bila terjadi di dunia maya, laporkan cyberbullying pada situs terkait ataupun block akun media sosial yang melakukan perundungan pada anak Anda.

Jika anak Anda mengalami bullying secara fisik atau bahkan diancam dengan kekerasan, bicarakan dengan pihak sekolah dan hubungi pihak berwajib untuk memberikan efek jera.

Tindakan bullying pada anak apa pun bentuknya tidak dapat ditoleransi. Sebab, perilaku tersebut dapat menyebabkan penurunan rasa percaya diri hingga memicu bunuh diri. Jika anak  Anda mengalaminya, ajarkan cara-cara menghadapi pelaku bullying di atas agar terhindar dari risiko gangguan mental. Dan bila anak mengalami trauma, ajak ia untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar