Sukses

Cara Bicara Anak Cadel, Apa Penyebabnya?

Ada beberapa penyebab cara bicara anak jadi cadel yang perlu orang tua ketahui. Simak ulasan lengkapnya lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang sangat penting. Ada banyak gangguan bicara yang bisa terjadi pada anak. Selain keterlambatan bicara, gangguan bicara seperti cadel merupakan salah satu gangguan bicara yang cukup sering terjadi pada anak. Sebagian menganggap ini merupakan hal yang lucu. Padahal, jika tidak ditangani, cara bicara cadel akan terbawa hingga ia dewasa. Apa saja penyebab anak bicara cadel?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari ketahui terlebih dulu tentang tahapan perkembangan bicara anak. Perkembangan bicara anak melewati beberapa tahap. Mulai dari bersuara, mengoceh, babbling, mengucapkan kata, menggabungkan kata, hingga mengucapkan kalimat sederhana. Anak mulai lancar berbicara pada usia 3 tahun. Saat inilah biasanya orang tua mulai menyadari jika anak bicara cadel.

Cadel adalah gangguan pada pengucapan bunyi huruf tertentu. Misalnya, mengucapkan huruf “d” sebagai “t”, huruf “r” sebagai “l”, atau “s” terucap menjadi “ts”. Sebetulnya, apa saja penyebab anak bicara cadel?

1. Gangguan koordinasi mulut

Kemampuan mengucapkan kata-kata sangat bergantung pada koordinasi lidah, langit-langit mulut, dan bibir. Koordinasi ini dipengaruhi oleh pusat saraf motorik bicara yang terdapat di otak. Pusat saraf motorik bicara ini disebut sebagai area broka. Jika pusat saraf otak ini terganggu, maka koordinasi gerakan mulut juga akan terganggu. Akibatnya, pengucapan kata menjadi tidak tepat dan anak terdengar cadel. Proses perkembangan area broka ini berkembang seiring bertambahnya usia anak.

Jika tidak ada masalah pada otak, kemampuan koordinasi lidah, langit-langit mulut, dan bibir pada anak cadel dapat diperbaiki dengan latihan koordinasi. Bentuk dari latihan koordinasi ini adalah dengan melatih anak mengucapkan kata-kata atau huruf yang belum bisa ia ucapkan secara berulang kali.

Jika anak Anda berbicara cadel, jangan jadikan ini sebagai candaan atau meniru gaya bicara cadelnya. Sebaliknya, ajarkan ia untuk berbicara dengan cara pengucapan yang benar. Meniup gelembung atau peluit juga merupakan salah satu cara untuk melatih koordinasi mulut anak yang bisa Anda lakukan.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

2. Kelainan anatomis mulut

Beberapa contoh bahwa kelainan anatomis mulut dapat menyebabkan anak jadi cadel adalah akibat lidah yang terlalu besar, ikatan pada lidah (tongue tie), langit-langit mulut yang terlalu tinggi, serta adanya kelainan pada rahang.

  • Ukuran lidah yang besar

Ukuran lidah yang besar dapat terjadi pada sebagian anak, terutama pada anak dengan kelainan tertentu seperti hipotiroid atau sindrom Down. Penyebab lainnya adalah kebiasaan minum susu atau air melalui dot terlalu lama, sehingga lidah tertarik ke luar. Kebiasaan mengisap jari juga dapat menyebabkan lidah keluar. Lidah yang besar dan menjulur hingga keluar gigi dapat menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata dengan benar.

Untuk itu, setelah anak berusia 1 tahun, kurangi penggunaan dot. Mulai ajarkan ia minum dari gelas atau dengan sedotan. Kebiasaan mengisap jari perlu dihindari sejak dini karena ini juga dapat menyebabkan anak berbicara cadel.

  • Tounge tie

Tounge tie merupakan istilah yang digunakan pada lidah yang memiliki jaringan seperti kait di bawahnya, yang bernama frenulum linguae. Jaringan ini menarik lidah ke dalam, sehingga lidah tidak leluasa bergerak. Akibatnya, terjadi miskoordinasi gerakan lidah dan menyebabkan anak mengalami cadel. Jika anak Anda mengalami ini, maka jaringan frenulum linguae ini dapat dipotong oleh dokter, agar lidah anak Anda dapat kembali leluasa bergerak.

  • Kelainan posisi rahang dan langit-langit mulut

Posisi rahang atas dan rahang bawah yang tidak pas atau langit-langit yang terlalu tinggi juga dapat mengganggu proses pembentukan suara. Beberapa jenis suara dan huruf membutuhkan mulut yang terkatup sempurna, dan ini sulit terjadi pada anak dengan kelianan posisi rahang, sehingga rahang tidak tertutup dengan pas.

Sebagian huruf seperti huruf “d”, “l”, dan “n” terbentuk saat lidah menempel ke langit-langit. Jika langit-langit terlalu tinggi, maka proses pembentukan suara pada pengucapan huruf-huruf tersebut tidak sempurna, sehingga anak akan mengalami cadel. Kelainan ini sulit untuk diperbaiki dan anak harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter gigi atau bedah mulut untuk memperbaiki posisi rahang dan langit-langit mulutnya.

Setelah membaca penjelasan mengenai penyebab anak bicara cadel, berhentilah menganggapnya sebagai sesuatu yang lucu atau menggemaskan. Jika tidak ditangani secara tepat, cadel pada anak akan terbawa hingga ia dewasa, sehingga bisa berdampak pada kehidupannya. Jika anak Anda cadel, lebih baik tangani dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar dapat diketahui penyebabnya.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar