Sukses

Waspada Penyakit Jantung Akibat Kurang Minum

Dari sekian banyak penyebab penyakit jantung, ternyata kurang minum bisa jadi salah satu pemicunya.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung memang menjadi satu topik yang tidak pernah habis dibahas. Tidak heran, karena penyakit mematikan yang satu ini memang selalu menduduki peringkat teratas penyebab kematian di Indonesia. Ada banyak pemicu penyakit ini. Hati-hati, ternyata kurang minum juga bisa memicu serangan jantung.

Berdasarkan data dari kementerian kesehatan RI, 12.9 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Angka ini menandakan setidaknya 1 dari 10 orang Indonesia meninggal karena sakit jantung.

Anda tentu tidak mau jadi salah satu target penyakit ini, bukan? Kuncinya adalah hindari faktor risikonya, Percaya atau tidak, kurang minum dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Kaitan kerja jantung dengan asupan air minum

Untuk dapat bekerja dengan baik, jantung harus didukung oleh beberapa hal, yakni kekuatan otot, kelengkapan mineral dalam tubuh dan juga kecukupan cairan yang akan mengisi pembuluh darah.

Jika seluruh komponen ini terpenuhi, kerja jantung menjadi lebih lancar dan ringan. Sebaliknya, jika ada salah satu komponen yang kurang atau tidak mencukupi, jantung harus bekerja lebih keras agar aliran darah tetap lancar dan kebutuhan tubuh akan oksigen dalam darah tercukupi. Bila jantung dipaksa melampaui aktivitas normalnya dalam jangka waktu yang lama, maka risiko terjadi gangguan pun menjadi semakin besar.

Tidak hanya itu, kekurangan cairan juga dapat meningkatkan kekentalan darah, sehingga berpotensi mendongkrak risiko sumbatan dalam pembuluh darah.  Jika sudah tersumbat, serangan jantung dan stroke yang dapat menjadi ancamannya.

Teori medis ini juga telah dibuktikan dalam sebuah penelitian berskala besar yang melibatkan sekitar 20.000 peserta. Penelitian yang telah dipublikasikan melalui American Journal of Epidemiology ini membandingkan risiko penyakit jantung koroner antara kelompok yang minum air putih kurang dari 2 gelas per hari dengan mereka yang minum lebih dari 5 gelas air putih setiap harinya.

Hasilnya, kelompok yang minum banyak air putih memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah dibandingkan dengan yang hanya minum 1-2 gelas air putih setiap hari. Hal ini berlaku pada pria maupun wanita.

Inilah yang kemudian mendasari pentingnya menjaga kecukupan asupan air minum setiap harinya. Dengan demikian kerja jantung tetap baik dan terhindar dari berbagai penyakit di kemudian hari.

1 dari 2 halaman

Takaran minum air dalam sehari

Untuk menentukan berapa banyak air putih yang harus diminum setiap harinya sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia, aktivitas, kondisi lingkungan, hingga pakaian yang dikenakan dan penyakit yang dimiliki.

Secara umum, dalam kondisi normal, Anda membutuhkan setidaknya 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya. Bagi orang yang banyak beraktivitas di bawah terik matahari, kebutuhannya tentu akan semakin meningkat.

Sebaliknya, seseorang dengan gangguan ginjal mungkin diharuskan untuk membatasi asupan air dalam keseharian untuk mencegah pembengkakan di berbagai area tubuh.

Selain jumlah, warna air kencing juga dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengukur kecukupan asupan air putih harian Anda. Semakin jernih dan pucat warnanya, semakin cukup asupan air putih di hari itu. Di sisi lain, jika air kencing terlihat keruh dan berwarna gelap, kemungkinan besar asupan air putih Anda sangat kurang. Segeralah minum untuk mencukupi kebutuhan cairan harian Anda.

Kebiasaan minum air yang hingga kini masih dianggap sepele ternyata bisa memengaruhi kesehatan jantung. Dengan mengetahui berbagai tanda dan anjuran di atas, Anda dapat mengukur pemenuhan cairan dalam tubuh setiap harinya. Jadi, jangan sampai Anda kurang minum bila tak ingin terkena penyakit jantung. Bawalah air putih ke mana pun Anda pergi, sehingga jantung dan juga seluruh organ tubuh selalu terjaga sehat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar