Sukses

Hai Ayah, Lakukan Ini Agar Pertumbuhan Psikologis Anak Optimal!

Ayo terapkan cara-cara berikut ini agar pertumbuhan psikologis anak berkembang dengan baik. Sehingga, kecerdasan interpersonal dan intrapersonalnya seimbang.

Klikdokter.com, Jakarta Pertumbuhan psikologis anak merupakan salah satu faktor penting dalam aspek tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, diperlukan peran ayah untuk mengarahkan si Kecil,sehingga ia tumbuh menjadi anak yang cerdas diri dan cerdas bersosialisasi.

Apalagi, sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah. Oleh sebab itu, pendidikan anak yang diberikan oleh orang tua di rumah merupakan fondasi bagi masa depannya. Tak hanya dari Bunda, arahan seputar psikologis si Kecil juga sebaiknya diberikan oleh ayah sebagai kepala keluarga, baik dari segi intrapersonal maupun interpersonal.

Kecerdasan intrapersonal dan interpersonal

Dalam buku Fatherhood, Ross Parke yang merupakan Profesor dari Center for Family Studies di University of California menyatakan bahwa pola pengasuhan Ayah memang berbeda dengan Bunda. Biasanya, Ayah sering mengajak si Kecil bermain dengan stimulasi fisik seperti melompat dan berlari.

Meski terlihat melelahkan, namun kegiatan ini justru memberikan efek positif bagi kecerdasan sosial maupun emosional si Kecil, yang saat ini lebih dikenal dengan kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal.

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan si Kecil untuk berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya, serta kemampuannya untuk mengerti emosi orang lain. Sedangkan kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan si Kecil untuk memahami dirinya sendiri.

Agar si Kecil memiliki kedua tipe kecerdasan ini, sangat diperlukan pendidikan psikologis dari kedua orang tua. Kecerdasan interpersonal tak bisa berkembang dengan baik tanpa kecerdasan intrapersonal, dan sebaliknya. Sehingga, keduanya harus diarahkan secara bersamaan.

1 dari 2 halaman

Mengelola pertumbuhan psikologis si Kecil

Secara psikologis, anak biasanya meneladani sikap dan perkataan Ayah dan Bundanya. Jadi,tak heran bila sifat dan karakter kepribadiannya akan menurun. Pendek kata, pembentukan karakter anak diciptakan di lingkungan rumah melalui kedua orang tua. Untuk melakukannya, Ayah dapat mencoba beberapa hal berikut ini di rumah:

  1. Menentukan visi pendidikan anak

Ayah harus mendiskusikan dengan Bunda mengenai fokus pendidikan kepribadian seperti apa yang akan ditanamkan pada si Kecil. Semisal anak harus menjadi pribadi yang taat pada agama, suka membantu, cerdik dalam mengatasi masalah, dan pemberani.

Dengan adanya target tersebut, maka pencapaian demi pencapaian akan dijadikan acuan setiap melakukan evaluasi perkembangan si Kecil.

  1. Mempelajari ilmu psikologi anak

Ayah perlu mencari literatur yang cocok dengan visi pendidikan dan pola pengasuhan yang diterapkan. Kini sudah banyak judul buku yang membahas soal kecerdasan psikologis anak, baik yang ditulis lokal maupun terjemahan dari luar negeri.

Tentu saja ilmu psikologi ini disesuaikan dengan usia si Kecil, agar tahap demi tahap prosesnya mampu diserap dengan baik.

  1. Bikin check-listharian atau mingguan

Akan lebih mudah bagi Ayah dan Bunda untuk mengarahkan si Kecil bila sebelumnya menyusun lembar check-list untuk memberikan tugas bagi si Kecil. Misalnya, selama seminggu si Kecil dimintamembantu orang tua, menjaga adik, tidak merengek, tidak memukul adik, atau bangun pagi. Berikan si Kecil tugas yang mudah namun konsisten dilakukan.

  1. Ajak si Kecil melakukan permainan yang mendukung pertumbuhan psikologis

Cari ide bermain atau aktivitas yang dapat menstimulasi kecerdasan interpersonal maupun intrapersonal si Kecil. Contoh kegiatan stimulasi kecerdasan intrapersonal adalah meronce atau bermain puzzle. Sedangkan, contoh kegiatan stimulasi kecerdasan interpersonal adalah bermain gobag sodor atau bermain benteng.

  1. Pilih sekolah yang menunjang

Cari informasi sebanyak mungkin sebelum memasukkan si Kecil ke sekolah. Naun yang terpenting, Ayah dan Bunda harus langsung bertemu dengan pihak sekolah untuk memastikan bahwa pola pendidikan sekolahtersebut selaras dengan visi pendidikan yang telah dipilih.

  1. Bangun komunikasi dua arah

Setiap waktu luang, pastikan berbicara dengan si Kecil.Misalnya,saat mengantarkannya ke sekolah. Selipkan beberapa nasihat atau Ayah juga bisa sekadar menanyakan teman-temannya di sekolah untuk membiasakan si Kecil terbuka kepada orang tuanya.

  1. Beri hadiah atas pencapaian si Kecil

Berapapun usia si Kecil, apresiasi atas keberhasilan yang telah diraihnya sangat berarti. Sebab, sebuah apresiasi bisa menghidupkan motivasi mereka. Ayah bisa memberikan makanan kesukaannya atau mungkin membuat medali khusus sendiri sebagai bentuk pencapaiannya. Ia akan merasa bangga kamarnya dipenuhi medali tersebut.

  1. Evaluasi bersama Bunda, Kakek, dan Nenek

Lakukan evaluasi bersama Bunda dan anggota keluarga lainnya yang ikut merawat si Kecil, tentang apa saja hal baik yang sudah dicapai dan apa yang belum.Berikan dukungan satu sama lain juga antara suami dan istri, agar tercipta suasana yang menyenangkan.

Selain itu, berikan juga pengertian kepada Kakek danNenek si Kecil,agar pola pengasuhan bisa disesuaikan saat Ayah dan Bunda tidak berada di rumah.

  1. Ajak teman-teman si Kecil bermain ke rumah

Pengaruh lingkungan cukup besar, sehingga perlu bagi Ayah mengenal siapa teman-teman yang sering bermain bersama si Kecil. Cara ini juga baik untuk mengetahui bagaimana si Kecil bersosialisasi dengan teman-temannya.

Keluarga adalah akar dari pendidikan anak. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya Ayah dan Bunda melakukan upaya agar tumbuh kembang anak bisa berjalan secara optimal. Untuk mengelola pertumbuhan psikologis anak, Ayah dapat mencoba menerapkan berbagai kiat di atas. Dengan demikian, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal si Kecil pun semakin terasah.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar