Sukses

Begini Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Perawatan kulit pada bayi baru lahir perlu mendapat perhatian khusus. Penting bagi para orang tua untuk mengetahui tips dan triknya.

Epidermis, atau lapisan terluar kulit pada bayi baru lahir, masih sangat tipis dan belum terbentuk pelembap alami seperti pada orang dewasa. Hal ini membuat kulit bayi lebih mudah kehilangan cairannya.

Selain lebih tipis dan lebih halus, kulit bayi baru lahir juga memiliki pelindung alami yang lebih sedikit dibanding kulit orang dewasa. Kondisi demikian membuat kulit bayi lebih berisiko mengalami iritasi, kekeringan, pecah-pecah, hingga ruam.

Bayi memiliki beberapa jenis kulit, di antaranya kulit normal, kulit kering, dan kulit sensitif (atopik). Kulit bayi yang normal terasa lembut, lembap, dan bersih. Sementara, kulit bayi yang kering teksturnya cenderung kasar, bersisik, dan dapat mengelupas.

Terakhir, kulit bayi yang sensitif memiliki tekstur yang sangat kering, dapat muncul bercak merah dan terasa gatal. Inilah yang membuat perawatan kulit pada bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus. Yuk, cermati hal-hal berikut ini:

1 dari 5 halaman

1. Tidak Sembarang Mandi

Sentuhan air yang terlalu sering dapat menghilangkan minyak pelindung alami di kulit bayi sehingga dapat memicu kulit kering. Terlalu sering terpapar zat kimia juga bisa membangun sistem alergi pada masa yang akan datang.

Artikel Lainnya: Tips Memandikan Bayi Berkulit Sensitif

Cara merawat kulit bayi baru lahir salah satunya adalah dengan tidak sembarangan mandi. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • Batasilah waktu mandi bayi sekitar 3-5 menit.
  • Perhatikan juga bahwa Anda tidak perlu memandikan bayi baru lahir setiap hari. Mengelap kulitnya dengan handuk basah juga sudah cukup.
  • Anda bisa melakukannya sebanyak 2-3 kali per minggu selama satu bulan pertama.

Perhatikan juga hal-hal berikut ini ketika akan memandikan bayi baru lahir:

  • Gunakan air yang tidak terlalu panas (suhu ideal 37,5-40 derajat Celsius).
  • Gunakan sabun cair khusus bayi tanpa antiseptik, memiliki pH seimbang (4,5–5,5), hipoalergenik, dan mengandung pelembap. Jenis sabun tersebut dapat digunakan pada bayi dengan jenis kulit normal, kering, maupun sensitif.
  • Gunakan sampo khusus bayi yang lembut.
  • Pilih juga sampo yang dapat melindungi kulit kepala dari kekeringan dan iritasi ringan.
  • Mencuci rambut dapat dilakukan setiap hari untuk membersihkan kulit kepala bayi baru lahir yang biasanya kering dan mengelupas seperti ketombe.
  • Setelah bayi selesai mandi, jangan lupa dikeringkan dengan handuk lembut.
  • Oleskan pelembap tanpa wewangian pada kulit bayi. Intensitas pemakaian dapat ditingkatkan bila kulit bayi cenderung kering ataupun sensitif. Sebaiknya gunakan pelembab jenis krim dibandingkan losion agar meminimalkan kemungkinan iritasi.

2. Hati-Hati Menggunakan Bedak Bayi secara Berlebihan

Bedak sudah tidak asing lagi dalam produk perawatan kulit bayi baru lahir. Namun, bedak bayi yang umum digunakan ini sebaiknya perlu Anda waspadai.

Artikel Lainnya: Kondisi Kulit Bayi Baru Lahir dan Artinya bagi Kesehatan

Pasalnya, bedak bayi berbentuk partikel yang halus sehingga mudah terhirup oleh bayi. Karena itu, Anda disarankan menggunakan bedak secara tipis. Selain itu, gunakanlah bila benar-benar diperlukan, misalnya ketika terdapat biang keringat pada kulit bayi.

2 dari 5 halaman

3. Perhatikan Penggunaan Popok

Kulit bayi yang baru lahir rentan terkena ruam popok. Oleh sebab itu, area yang terpapar popok juga harus mendapat perhatian. Sebelum timbul ruam, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Jadwalkan ganti popok paling tidak setiap 4-6 jam atau bila popok sudah basah dan kotor.
  • Bersihkan area kulit dengan kain basah atau tisu basah ketika sedang mengganti popok. Pastikan tisu basah atau pembersih yang digunakan tidak mengandung alkohol.
  • Setelah dibersihkan, keringkan area kulit sebelum dipasang popok yang baru.
  • Pada area kulit yang akan ditutupi popok, sebaiknya diolesi krim yang mengandung petroleum jelly.

Jika ruam popok sudah terlanjur muncul, gunakan krim khusus bayi yang mengandung zink, allantoin, vitamin E, dan canola oil untuk meredakan kemerahan pada kulit bayi serta melembapkannya.

Artikel Lainnya: Bahaya Tersembunyi di Balik Bedak Tabur Bayi

4. Gunakan Detergen Khusus Bayi

Agar kulit bayi baru lahir tidak terkena iritasi, sebaiknya cuci pakaian bayi menggunakan detergen khusus bayi yang bebas pewangi dan pewarna.

Segala bentuk kain yang terpapar kulit bayi juga harus dicuci dengan detergen khusus bayi, misalnya handuk, pakaian keluarga, seprai, dan selimut. Selain itu, cuci secara terpisah baju bayi dari kain-kain lainnya.

3 dari 5 halaman

5. Hindari Paparan Sinar Matahari secara Langsung

Kulit bayi baru lahir sebaiknya tidak terpapar langsung oleh sinar matahari. Namun, jika paparan sinar matahari tidak terhindarkan, oleskan tabir surya khusus bayi pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian.

Cara merawat kulit bayi baru lahir agar terhindar dari bahaya sinar matahari adalah menggunakan tabir surya yang memiliki SPF 15. Pastikan juga untuk mengoleskannya tiap 2 jam sekali.

Artikel Lainnya: Alergi pada Kulit Bayi yang Perlu Anda Tahu

6. Jauhkan Faktor-Faktor yang Membahayakan

Kulit bayi baru lahir masih rentan terhadap faktor-faktor dari lingkungan luar tubuh. Sebelum menimbulkan masalah pada kulit bayi, alangkah baiknya menghindari beberapa faktor, seperti:

  • Suhu ekstrem.
  • Udara berdebu.
  • Bahan alergenik.
  • Pewangi pakaian.
  • Antiseptik.
  • Minyak kayu putih.

Pada bayi dengan kulit sensitif, beberapa faktor di atas mungkin akan lebih mudah menimbulkan masalah.

Jadi, pastikan Anda membaca label produk yang akan digunakan untuk si Kecil secara saksama. Pilihlah produk dengan label, seperti hypoallergenic (lebih sedikit berisiko menyebabkan alergi), hingga bebas alkohol.

4 dari 5 halaman

7. Konsultasikan ke Dokter Apabila Kulit si Kecil Bermasalah

Muncul ruam semakin banyak, timbul lentingan, mengelupas, atau bahkan terbentuk luka pada kulit bayi Anda mungkin saja terjadi. Jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter untuk memastikan kondisi si Kecil sehingga dapat diterapi dengan baik.

Merawat kulit bayi baru lahir menjadi tantangan tersendiri, mengingat kulit bayi berbeda dengan dengan orang dewasa. Untuk itu, pastikan Anda memperhatikan prinsip-prinsip pada kulit bayi baru lahir.

Jangan ragu untuk berkonsultasi pada ahlinya apabila memang dalam perjalanan merawat kulit bayi muncul keluhan seperti ruam, kulit bersisik, dan mudah iritasi. Konsultasikan kepada dokter melalui layanan Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar