Sukses

Begini 5 Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Perawatan kulit pada bayi baru lahir perlu mendapat perhatian khusus. Penting bagi para orang tua untuk mengetahui tips dan triknya.

Klikdokter.com, Jakarta Bayi baru lahir memiliki sistem organ yang masih berkembang sehingga belum sebaik orang dewasa. Termasuk organ terluar yang melindungi tubuhnya, yaitu kulit. Ini penyebab bayi baru lahir memiliki kulit yang sangat rentan. Untuk itulah, para orang tua harus mengetahui cara merawat kulit si Kecil yang baru lahir.

Lapisan terluar kulit (epidermis) bayi masih sangat tipis dan belum terbentuk pelembap alami seperti pada orang dewasa. Hal ini membuat kulit mereka lebih mudah kehilangan cairannya.

Selain lebih tipis dan lebih halus, kulit bayi baru lahir juga memiliki pelindung alami yang lebih sedikit dibanding kulit orang dewasa. Kondisi-kondisi tersebut membuat kulit bayi lebih berisiko mengalami iritasi, kekeringan, pecah-pecah, hingga ruam.

Di samping itu, bayi memiliki beberapa jenis kulit, di antaranya kulit normal, kulit kering, dan kulit sensitif (atopik). Kulit bayi yang normal terasa lembut, lembap, dan bersih. Sementara kulit bayi yang kering teksturnya cenderung kasar, bersisik, dan dapat mengelupas.

Terakhir, kulit bayi yang sensitif memiliki tekstur yang sangat kering, dapat muncul bercak merah dan terasa gatal. Hal tersebut membuat perawatan kulit pada bayi memerlukan perhatian khusus yang tidak membahayakan kesehatannya. Berikut beberapa tips cara merawat kulit bayi baru lahir:

  • Tidak sembarang mandi

Bayi baru lahir dianjurkan tidak mandi terlalu sering. Sentuhan air yang terlalu sering dapat menghilangkan minyak pelindung alami di kulit bayi, sehingga dapat memicu kulit kering. Selain itu, terlalu sering terpapar zat kimia bisa membangun sistem alergi pada masa yang akan datang.

Batasilah waktu mandi bayi sekitar 3-5 menit. Gunakan air yang tidak terlalu panas (suhu ideal 37,5-40 derajat Celsius). Perhatikan juga bahwa Anda tidak perlu memandikan bayi baru lahir setiap hari. Mengelap kulitnya dengan handuk basah juga sudah cukup, dan Anda bisa melakukannya sebanyak 2-3 kali per minggu selama satu bulan pertama.

Saat mandi, bayi sebaiknya menggunakan sabun cair khusus bayi tanpa antiseptik, memiliki pH seimbang (4,5–5,5), hipoalergenik, dan mengandung pelembap. Jenis sabun tersebut dapat digunakan pada bayi dengan jenis kulit normal, kering, maupun sensitif.

Untuk bagian kepala, gunakan sampo khusus bayi yang lembut. Pilih juga sampo yang dapat melindungi kulit kepala dari kekeringan dan iritasi ringan. Pencucian dapat dilakukan setiap hari untuk membersihkan kulit kepala bayi baru lahir yang biasanya kering dan mengelupas seperti ketombe.

Setelah bayi selesai mandi, jangan lupa dikeringkan dengan handuk lembut. Setelah itu, oleskan pelembap tanpa wewangian pada kulit bayi. Intensitas pemakaian pelembap dapat ditingkatkan bila kulit bayi cenderung kering ataupun sensitif. Sebaiknya gunakan pelembab jenis krim dibandingkan losion agar meminimalkan kemungkinan iritasi.

  • Perhatikan penggunaan popok

Kulit di area yang terpapar popok juga harus mendapat perhatian karena dapat mengalami ruam popok. Sebelum timbul ruam, jadwalkan ganti popok paling tidak setiap 4-6 jam atau bila popok sudah basah dan kotor.

Bersihkan area kulit dengan kain basah atau tisu basah ketika sedang mengganti popok. Pastikan tisu basah atau pembersih yang digunakan tidak mengandung alkohol. Setelah dibersihkan, keringkan area kulit sebelum dipasang popok yang baru. Selain itu, pada area kulit yang akan ditutupi popok, sebaiknya diolesi krim yang mengandung petroleum jelly.

Jika sudah timbul ruam popok, dapat menggunakan krim khusus bayi yang mengandung zink, allantoin, vitamin E, dan canola oil untuk meredakan kemerahan pada kulit bayi serta melembapkan.

  • Gunakan detergen khusus bayi

Sebaiknya cuci pakaian bayi menggunakan detergen khusus bayi yang bebas pewangi dan pewarna. Segala bentuk kain yang terpapar kulit bayi juga harus dicuci dengan detergen khusus bayi. Misalnya, handuk, pakaian keluarga, seprei, dan selimut. Selain itu, cuci secara terpisah baju bayi dari kain-kain lainnya.

  • Hindari paparan sinar matahari

Bayi baru lahir sebaiknya tidak terpapar langsung dengan sinar matahari. Namun, jika paparan sinar matahari tidak terhindarkan, oleskan tabir surya khusus bayi pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian. Gunakan tabir surya yang memiliki SPF 15 dan oleskan tiap 2 jam sekali.

  • Jauhkan faktor-faktor yang membahayakan

Bayi baru lahir memiliki kulit yang masih rentan terhadap faktor-faktor dari lingkungan luar tubuh. Sebelum menimbulkan masalah pada kulit bayi, alangkah baiknya menghindari beberapa faktor seperti suhu ekstrem, udara berdebu, bahan alergenik, pewangi pakaian, antiseptik, dan minyak kayu putih. Pada bayi dengan kulit sensitif, beberapa faktor tersebut mungkin akan lebih mudah menimbulkan masalah.

Bagi para orang tua, pastikan Anda memperhatikan prinsip-prinsip perawatan pada kulit bayi baru lahir. Namun, jika sudah telanjur timbul masalah pada kulit bayi Anda, jangan ragu untuk memeriksakan si Kecil ke dokter spesialis anak agar mendapat penanganan yang tepat.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar