Sukses

Benarkah Hujan Bisa Bikin Pusing?

Meski hanya gerimis kecil, banyak orang memilih untuk menghindari hujan karena dianggap sebagai biang keladi sakit atau pusing.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak dahulu orang tua kerap menasihati anaknya: “jangan hujan-hujanan, nanti bisa pusing” atau “jangan lupa tutupi kepala saat hujan supaya tidak sakit”. Hujan seolah disalahkan sebagai penyebab pusing atau sakit.

Meski hanya gerimis kecil, banyak orang memilih untuk menghindari hujan karena dianggap sebagai biang keladi sakit atau pusing. Padahal, benarkah hujan bisa bikin pusing?

Beda pusing dan nyeri kepala

Pertama-tama, perlu dibedakan antara pusing dan nyeri kepala. Pusing yang sering muncul setelah kehujanan sebetulnya merupakan nyeri kepala. Pusing yang sebetulnya dalam medis adalah pusing berputar atau vertigo. Penyakit yang sering timbul di musim hujan salah satunya adalah flu. Flu adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Virus yang menyebabkan flu adalah virus influenza. Biasanya, flu akan sembuh sendiri seiring berjalan waktu, dan memerlukan waktu sekitar 7 hari, meski tiap orang berbeda-beda. Gejalanya antara lain demam, pilek, batuk, nyeri otot dan sendi, nyeri tenggorokan dan nyeri kepala. Gejala lebih serius dan berat yang ditimbulkan oleh influenza biasanya terjadi pada pasien yang sudah dalam kondisi lemah, usia lanjut, atau mengidap penyakit kronis.

Virus flu dapat dengan mudah menular melalui udara. Pada musim hujan, banyak orang cenderung menghabiskan waktu di dalam ruangan sehingga kontak dengan banyak orang juga lebih sering dibandingkan biasanya. Akibatnya jika dalam 1 ruangan ada orang yang sedang mengalami flu, maka dapat dengan mudah menular ke orang lainnya. Selain itu cuaca yang dingin juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang dan membuat gampang sakit.

Virus flu dapat lebih lama bertahan di temperatur yang rendah. Menurut penelitian yang dilakukan peneliti dari Harvard University, virus influenza akan bertahan lebih lama pada udara dengan kelembapan rendah dan temperatur yang rendah. Pada suhu sekitar 60C dan kelembaban yang rendah, kebanyakan virus akan bertahan hingga lebih dari 23 jam. Adapun pada suhu di atas 320C dan kelembaban yang tinggi, virus influenza hanya mampu bertahan hingga 1 jam.

Selain itu, saat musim hujan, air hujan yang jatuh akan terkontaminasi debu atau kotoran di udara. Debu atau kotoran mengandung banyak bakteri dan virus. Saat bercampur dengan air hujan, virus dan bakteri dapat dengan mudah menular melalui udara.

1 dari 2 halaman

Kiat mengatasi flu

Untuk mengatasi flu, yang terpenting adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Untuk itu diperlukan mengonsumsi makanan bergizi (perbanyak sayur dan buah), cukup beristirahat, dan banyak minum air putih. Pola makan yang kurang bergizi akan membuat seseorang kekurangan nutrisi penting sehingga menjadi tidak fit atau tidak kuat melawan penyakit. 

Kurang tidur (sering tidur larut) dan malas berolahraga juga dapat berpengaruh pada daya tahan tubuh Anda. Faktor lain yang bisa membuat seseorang gampang sakit adalah tingkat stres tinggi, depresi, tidak menjaga kebersihan dengan baik seperti jarang cuci tangan, fungsi tiroid yang rendah, serta penyakit tertentu yang membuat sistem kekebalan tubuh menurun.

Jadi, bukan tetesan air hujan yang dapat membuat Anda mengalami pusing (nyeri kepala) atau sakit. Anda pusing lebih disebabkan cuaca dingin serta sistem kekebalan tubuh sedang rendah. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan agar Anda tidak mudah terserang penyakit. Konsumsilah makanan bergizi dan seimbang, cukup tidur, serta berolahraga teratur.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar