Sukses

5 Wanita Ini Tak Boleh Minum Pil KB

Tidak setiap wanita boleh menggunakan pil KB. Mengapa demikian? Ini penjelasannya!

Klikdokter.com, Jakarta Ada berbagai jenis metode kontrasepsi yang tersedia, dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Salah satunya adalah pil kontrasepsi, atau dikenal juga dengan istilah pil KB. Pil KB kerap menjadi pilihan bagi para wanita untuk mencegah kehamilan dan memiliki efektivitas lebih dari 99% jika digunakan dengan cara yang tepat.

Pil KB adalah kontrasepsi oral yang mengandung hormon sintetis dan dapat memengaruhi kadar hormon di dalam tubuh. Pil KB terdiri dari dua jenis, yaitu pil kombinasi (mengandung hormon estrogen dan progestin) dan mini pil yang hanya mengandung progestin.

Biasanya, pil KB mulai diminum pada hari pertama haid pada jam yang sama dan seterusnya mengikuti jadwal sesuai jenis pil KB yang Anda pilih. Sebenarnya, Anda juga dapat mulai mengonsumsi pil KB pada hari kedelapan haid, namun harus disertai penggunaan kondom jika sedang berhubungan seksual dengan pasangan.

Cara penggunaan pil KB memang cenderung mudah dan memiliki efektivitas yang tinggi jika diminum dengan cara yang tepat. Akan tetapi, sebenarnya ada beberapa kondisi yang membuat wanita tidak diperbolehkan mengonsumsi pil KB. Berikut di antaranya:

  1. Usia lebih dari 40 tahun

Memasuki usia 40 tahun, terjadi peningkatan tajam risiko pembentukan bekuan darah pada wanita yang menggunakan pil KB dengan kandungan estrogen.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa risiko terjadinya pembentukan bekuan darah di pembuluh vena meningkat dua kali lipat pada wanita obesitas dibandingkan wanita tidak obesitas yang sama-sama menggunakan pil KB. Pembentukan bekuan darah tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada sistem kardiovaskular.

  1. Mengalami migrain

Beberapa orang dapat lebih sensitif terhadap kandungan estrogen dalam pil KB. Umumnya penderita migrain lebih sensitif terhadap perubahan hormon dalam tubuh. Misalnya saat sedang menstruasi, gejala migrain dapat semakin terasa.

Saat seseorang mengonsumsi pil KB, juga dapat terjadi perubahan kadar hormon estrogen. Kondisi tersebut dapat mencetuskan migrain. Selain itu, sebuah hasil penelitian menemukan bahwa wanita yang memiliki migrain tanpa aura dan mengonsumsi pil KB yang mengandung estrogen, dapat lebih berisiko mengalami stroke.

  1. Hipertensi tidak terkontrol

Kandungan hormon sintetis (estrogen dan progestin) dalam pil KB dapat meningkatkan risiko hipertensi. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pil KB dapat menyebabkan sedikit peningkatan pada tekanan diastolik. Bahkan, peningkatan tersebut dapat berlanjut pada wanita usia lanjut yang sudah menghentikan penggunaan pil KB.

Sebenarnya, jika hipertensinya terkontrol, seorang wanita bisa saja menggunakan  pil KB. Namun, juga harus mempertimbangkan beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi peningkatan tekanan darah, seperti usia, obesitas, dan kebiasaan merokok.

  1. Memiliki faktor risiko kanker payudara

Beberapa penelitian menyatakan bahwa pil KB dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Risiko tersebut dapat bertambah besar pada wanita yang memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarganya.

Lebih lanjut, pada wanita usia lanjut yang pernah menggunakan pil KB memiliki risiko lebih besar mengalami kanker payudara hingga 1,5 kali dibandingkan wanita usia lanjut yang tidak pernah menggunakan pil KB.

  1. Gangguan pembekuan darah

Kandungan hormon estrogen dalam pil KB dapat mengganggu proses pembekuan darah. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi pil KB kombinasi lebih berisiko mengalami pembentukan pembekuan darah hingga dua sampai enam kali lebih besar dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi pil KB.

Dalam memilih jenis kontrasepsi yang akan digunakan, baik itu pil KB atau lainnya, sangat penting bagi wanita untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Selain berdasarkan rencana kehamilan di masa depan, pastikan Anda menggunakan kontrasepsi yang juga sesuai dengan riwayat kesehatan tubuh. Sampaikan secara jujur kepada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda dan pasangan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar