Sukses

Benarkah Parkinsonisme Vaskular Tak Bisa Disembuhkan?

Parkinsonisme vaskular kerap menyerang orang lanjut usia. Apakah penyakit ini bisa disembuhkan?

Klikdokter.com, Jakarta Parkinsonisme vaskular menjadi penyakit yang beberapa waktu terakhir sering dibicarakan. Hal itu karena penyakit tersebut adalah penyebab meninggalnya Mantan Presiden Amerika Serikat, George H. W. Bush senior.

Parkinson merupakan penyakit saraf yang cukup sering ditemukan. Penyakit tersebut banyak dialami oleh kaum lanjut usia, terutama mereka yang sudah berusia di atas 60 tahun.  Pada kasus Parkinson, otak mengalami degenerasi di area yang menghasilkan zat dopamin yang berperan dalam gerak motorik seseorang. Keadaan tersebut menyebabkan penderitanya mengalami berbagai gangguan gerakan motorik.

Parkinson itu sendiri terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah parkinsonisme vaskular. Jenis Parkinson ini disebut juga dengan parkinsonisme multi-infark, karena disebabkan oleh beberapa kali kejadian stroke ringan yang menyebabkan sel-sel otak kekurangan aliran darah sehingga mengalami kerusakan.

Penderita parkinsonisme vaskular biasanya akan mengalami gangguan motorik, meliputi jari jemari gemetar, anggota tubuh kaku, sulit berbicara, gerakan menjadi lebih lambat hingga postur tubuh yang cenderung bungkuk. Gejala stroke seperti kelemahan anggota tubuh satu sisi, kesemutan atau baal juga dapat dialami oleh pasien.

Bisakah disembuhkan?

Hingga saat ini belum ada jenis obat atau terapi yang dapat benar-benar menyembuhkan Parkinson maupun parkinsonisme vaskular. Kendati demikian, penyakit itu dapat dikontrol dan dicegah agar gejalanya tidak semakin memberat.

Beberapa cara yang biasanya disarankan oleh dokter untuk mengontrol kondisi penyakit parkinsonisme vaskular adalah sebagai berikut:

  • Kendalikan faktor risiko

Karena parkinsonisme vaskular disebabkan oleh beberapa kejadian stroke, maka seluruh faktor risiko stroke harus dikontrol oleh penderitanya. Faktor risiko tersebut, meliputi tekanan darah tinggi, penyakit gula (diabetes mellitus), dan gangguan kolesterol (dislipidemia).

Pasien yang sebelumnya mengalami Parkinson harus rutin kontrol ke dokter untuk memastikan tekanan darahnya stabil, serta kadar gula darah dan kolesterolnya dalam batas normal. Dokter juga mungkin akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi gangguan metabolik tersebut. Pasien harus benar-benar mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Menjaga berat badan

Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko stroke dan juga parkinsonisme vaskular. Pasien yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas bisa mengalami stroke berulang, dan akibatnya gangguan motorik akibat parkinsonisme vaskularnya pun semakin berat. Karena itu, pasien harus mengatur pola makan dan rutin memantau berat badannya.

  • Tetap aktif bergerak

Setelah terserang parkinsonisme vaskular, beberapa pasien akan mengalami masalah gerak motorik dan akhirnya lebih banyak berdiam. Padahal, tubuh yang tetap aktif bergerak akan menjaga jantung tetap sehat, membantu menurunkan kadar kolesterol, dan mencegah stroke. Karena itu, pasien wajib berupaya untuk tetap bergerak aktif dengan pendampingan, setidaknya tiga kali seminggu selama 30 menit.

  • Berhenti merokok dan hindari alkohol

Rokok dan alkohol adalah musuh untuk pembuluh darah maupun tubuh Anda. Rokok dapat merusak pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti stroke. Sementara alkohol dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

Oleh karena itu, setiap pasien parkinsonisme vaskular yang sebelumnya adalah perokok aktif atau sering minum alkohol sebaiknya segera menghentikan kebiasaan tersebut agar kondisinya membaik.

Obat atau terapi untuk menyembuhkan parkinsonisme vaskular memang masih belum ditemukan hingga saat ini. Namun, pasien tetap bisa berupaya mengendalikan penyakit tersebut agar gejala tidak semakin berat, sekaligus turut mencegah terjadinya penyakit lain seperti strok dan penyakit jantung.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar