Sukses

Gangguan Mental Ini Bisa Terjadi Akibat Bullying

Bagi sebagian orang, bullying masih dianggap sebagai guyonan. Padahal, efeknya bisa menyebabkan gangguan mental pada korbannya.

Klikdokter.com, Jakarta Kata “baper” atau “bawa perasan” sempat membuat aktivitas bullying menjadi hal yang bias. Karena sebagian orang menganggapnya sebatas gurauan, dan orang yang menjadi korban bully tak perlu baper. Para pelaku bullying tak menyadari, bahwa aktivitas yang mereka anggap lucu tersebut dapat menyebabkan korban gurauannya mengalami gangguan mental.

Seperti yang beberapa waktu lalu dialami oleh artis Ussy Sulistiawaty, ibu 4 orang anak ini melaporkan kasus bullying atau perundungan yang dialami oleh 2 putri pertamanya ke kepolisian. Salah satu putrinya yang juga sempat menjadi korban perundungan oleh warganet bahkan sempat tak mau makan karena disebut gemuk dan tidak secantik ibundanya.

Selain Ussy, artis cantik Aurel Hermansyah juga ikut angkat bicara soal perilaku bullying yang sering menimpanya. Perilaku bullying memang tidak bisa ditolerir, karena gangguan mental bisa terjadi akibat hal tersebut.

Dampak bullying pada kondisi mental

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, perundungan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan emosional seseorang, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu korban dari bullying juga dapat mengalami cedera fisik, masalah sosial, masalah emosional bahkan meningkatkan risiko bunuh diri dan kematian. Sebab, korban bullying menjadi kurang percaya diri dan mengalami peningkatan risiko gangguan mental.

Selain itu, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development di Amerika Serikat, siapapun yang terlibat dalam bullying, baik itu korban maupun pelaku, berisiko tinggi mengalami depresi.

Risiko depresi ini bahkan bisa lebih tinggi pada korban perundungan elektronik, misalnya melalui media sosial, pesan singkat, atau email, dibandingkan bullying secara langsung.

Mayo clinic di Amerika Serikat juga menyatakan hal yang sama, bahwa korban perundungan dapat berisiko tinggi untuk mengalami:

  • Gangguan kesehatan mental

Korban bullying rentan mengalami depresi, gangguan cemas, gangguan tidur, penurunan rasa percaya diri, kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan percobaan bunuh diri.

  • Penurunan performa akademis atau pekerjaan

Anak korban bullying, biasanya akan takut untuk pergi ke sekolah dan mengalami penurunan performa akademis. Pelaku bullying juga turut mengalami hal yang sama, rentan membolos, dihukum oleh sekolah, bahkan dikeluarkan dari sekolah.

  • Penyalahgunaan obat terlarang

Baik orang dewasa maupun anak-anak yang menjadi korban bullying akan rentan melakukan penyalahgunaan obat terlarang maupun menjadi pecandu alkohol sebagai pelarian.

  • Tindak kekerasan

Pada beberapa kasus bullying, sering kali korban berusaha untuk membalas dendam atau menjadi berperilaku agresif pada orang lain karena stres yang dideritanya.

Seperti dilansir oleh jurnal International Archives of Occupational and Environmental Health, baik itu di lingkungan kerja ataupun lingkungan masyarakat, batasi paparan Anda terhadap bullying. Kalaupun perlu, sebaiknya jauhkan diri Anda dari pelaku bullying dan batasi kontak sosial dengan dirinya.

Ketika Anda sedang menjadi korban, sebaiknya hindari langsung bereaksi secara agresif atau membalas secara frontal. Sebab, seorang pelaku bullying akan semakin menikmati aktivitas bullying jika Anda bereaksi frontal. Yakinlah bahwa diri Anda berharga dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif.

Lakukan juga pola hidup sehat seperti konsumsi makanan yang bergizi, olahraga rutin, cukup beristirahat, melakukan hobi positif, beribadah dan jauhi penyebab stres.

Menilik dari kasus bullying yang menimpa Ussy Sulistiawaty dan keluarganya, mulai sekarang jadilah warganet yang bijak, dan berpikirlah secara matang sebelum mengatakan atau mengomentari sesuatu pada orang lain. Terkadang perkataan yang menurut Anda sepele atau lucu, bisa menyakitkan hati orang lain dan menyebabkan gangguan mental pada korban perundungan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar