Sukses

Kanker Kelenjar Getah Bening, Apa Penyebabnya?

Ustaz Arifin Ilham menyatakan bahwa dirinya mengalami kanker kelenjar getah bening. Apa penyebab penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu pendakwah ternama di Indonesia, Ustaz Arifin Ilham, bercerita bahwa dirinya baru saja menjalani pengobatan kanker. Beberapa waktu lalu ia didiagnosis mengidap kanker kelenjar getah bening stadium 4A. Namun, dalam waktu dua bulan tiga hari ia sudah dinyatakan bersih dari kanker.

Pengakuannya mengenai penyakit yang juga dikenal dengan nama limfoma tersebut bisa dibilang mengejutkan. Pasalnya, selama ini ia selalu terlihat bugar dan energik. Lalu, hal apa yang dapat menyebabkan seseorang bisa mengalami kanker kelenjar getah bening?

Jenis kanker kelenjar getah bening

Sebelum mengetahui penyebab kanker kelenjar getah bening, perlu diketahui bahwa kanker kelenjar getah bening terdiri dari dua jenis yang utama, yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Gejala dari keduanya serupa, yaitu adanya pembesaran kelenjar getah bening berupa benjolan di bawah kulit, demam yang berkepanjangan, banyak keringat di malam hari, penurunan berat badan, atau mudah mengalami infeksi.

Hal yang membedakan keduanya adalah jenis sel di dalam kelenjar getah bening yang menjadi ganas. Dokter tak dapat membedakan kedua jenis kanker ini melalui pemeriksaan fisik atau pemeriksaan sederhana saja.

Untuk menentukan jenis limfoma yang dialami, perlu dilakukan biopsi dan melihat jenis selnya di bawah mikroskop. Kedua jenis kanker kelenjar getah bening tersebut disebabkan oleh hal yang berbeda.

1 dari 3 halaman

Penyebab kanker kelenjar getah bening

Di antara kedua jenis kanker kelenjar getah bening tersebut, limfoma non-Hogkin merupakan jenis kanker yang lebih sering terjadi. Studi telah menemukan bahwa jenis limfoma ini terjadi karena adanya mutasi gen yang dikenal dengan nama onkogen BCL-2. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui apa yang bisa menyebabkan seseorang mengalami mutasi gen tersebut.

Selain mutasi gen tersebut, limfoma non-Hodgkin lebih rentan terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh sebagai berikut:

  • Orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah, seperti penderita HIV, orang yang baru saja menjalani transplantasi organ (misalnya transplantasi ginjal, hati, atau sumsum tulang), atau orang yang harus mengonsumsi obat jenis imunosupresan.
  • Penderita penyakit autoimun.
  • Orang yang mengalami infeksi kronis seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori yang menyebabkan gejala mag atau infeksi hepatitis C.

Sementara itu, limfoma Hodgkin disebabkan oleh hal yang agak berbeda. Penyebab utamanya adalah infeksi virus Epstein-Barr yang menyebabkan penyakit bernama mononukleosis infeksiosa. Penyakit ini biasanya menular dari air liur dan menyebabkan gejala berupa demam, sakit tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, dan kemerahan di kulit.

Studi menemukan bahwa orang yang pernah mengalami infeksi virus Epstein-Barr lebih rentan mengalami limfoma Hodgkin dibandingkan dengan orang yang tak pernah terinfeksi virus tersebut. Selain itu, limfoma Hodgkin juga lebih rentan terjadi pada orang yang memiliki sanak saudara dengan riwayat limfoma Hodgkin atau riwayat infeksi virus Epstein-Barr.

Lebih lanjut, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV atau orang yang menjalani transplantasi organ, juga rentan mengalami jenis limfoma ini.

2 dari 3 halaman

Bisakah kanker kelenjar getah bening dicegah?

Kanker kelenjar getah bening, baik jenis limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin, hingga kini belum dapat dicegah sepenuhnya. Kendati demikian, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami kanker kelenjar getah bening, yaitu:

  • Menjaga daya tahan tubuh dengan cara mengonsumsi banyak sayuran dan buah, serta berolahraga secara teratur setidaknya 5 kali dalam seminggu.
  • Menghindari paparan asap rokok karena dapat memicu mutasi gen.
  • Menghindari perilaku seks yang berisiko menyebabkan HIV atau hepatitis C, dengan cara berhubungan seks hanya dengan satu partner dan menggunakan kondom saat berhubungan intim.
  • Jika mengalami gejala kanker kelenjar getah bening berupa munculnya benjolan di bawah permukaan kulit, demam, berat badan turun, berkeringat pada malam hari yang terjadi selama lebih dari dua minggu, segera periksakan diri ke dokter.

Penyakit kanker kelenjar getah bening seperti yang dialami oleh Ustaz Arifin Ilham belum diketahui sepenuhnya penyebabnya. Meski demikian, perilaku hidup sehat seperti di atas dapat melindungi diri dari jenis kanker tersebut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar