Sukses

Gejala-gejala Sleep Apnea yang Sering Anda Abaikan

Sleep apnea bisa berbahaya bagi kesehatan. Apa saja ciri-cirinya? Mari ketahui beberapa gejala sleep apnea yang harus diwaspadai di sini.

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang terbilang cukup serius dan mengganggu. Kondisi ini terjadi akibat penyumbatan saluran pernapasan selama tertidur. Ada tiga jenis utama sleep apnea yaitu obstruktif, sentral, dan sindroma kompleks.

Gangguan tidur ini terjadi pada berbagai tahap, salah satunya non-Rapid Eye Movement (REM) yang dapat membuat Anda terbangun secara tiba-tiba.

Akibat gangguan tersebut, kualitas tidur bisa berkurang sehingga tubuh terasa lemas keesokan harinya. Sleep apnea bisa terjadi selama 10-60 detik, tapi dalam beberapa kasus bisa terulang bahkan setiap 30 detik.

Ada berbagai hal yang dapat memicu sleep apnea, antara lain kegemukan, pembesaran amandel, sumbatan hidung kronis, kelemahan otot-otot leher, gangguan saraf, dan ukuran lidah yang besar.

Gejala sleep apnea menyasar berbagai kelompok usia. Berikut beberapa di antaranya yang mungkin tidak Anda sadari. 

1 dari 5 halaman

1. Mendengkur Keras

Salah satu tanda Anda mengalami sleep apnea obstruktif adalah mendengkur keras tiap sedang tidur. Hal ini biasanya dilaporkan oleh pasangan atau keluarga yang tidur bersama Anda. 

Artikel lainnya: Sleep Apnea, Gangguan Tidur Penyebab Kebutaan pada Penyandang Diabetes

Mendengkur adalah suara yang dihasilkan akibat saluran napas yang terhambat. Biasanya ngorok terjadi akibat ukuran lidah yang cenderung besar atau tonsil yang jatuh ke belakang saat posisi berbaring.

Tertutupnya jalan napas ini menyebabkan aliran udara terganggu dan berimbas pada gangguan tidur.

2. Mengantuk Sepanjang Hari

Rasa kantuk yang Anda alami sepanjang hari bisa jadi salah satu penyebab gangguan tidur. Jika Anda kerap merasa lelah tanpa tahu sebabnya, bisa jadi itu adalah ciri-ciri sleep apnea. Orang-orang ini sering mengasumsikan dengan berkurangnya kualitas tidur.

Namun, kantuk di siang hari adalah salah satu gejala sleep apnea yang paling umum. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada pria dibandingkan wanita.

Jadi, jika Anda kerap mengantuk padahal sudah merasa cukup tidur di malam sebelumnya, sleep apnea bisa dicurigai sebagai penyebabnya.

2 dari 5 halaman

3. Sakit Kepala di Pagi Hari

Pada penelitian tahun 2001, sebanyak 67 persen responden yang mengeluh sakit kepala di pagi hari setelah bangun tidur ternyata mengalami sleep apnea. Sementara itu, 81 persen orang yang mendengkur juga didiagnosis masalaah yang sama.

Artikel lainnya: 10 Mitos dan Fakta Sleep Apnea yang Harus Diketahui

Terganggunya proses bernapas selama tidur akibat sleep apnea dapat mengganggu aliran darah dan oksigen ke otak. Jika berlangsung lama dan sering, kondisi ini dapat picu sakit kepala pada sebagian penderita.

4. Sulit Konsentrasi

Gejala sleep apnea berikutnya adalah sulit berkonsentrasi. Tidur merupakan kesempatan bagi otak untuk beristirahat dan "merapikan" berbagai memori yang didapat selama terbangun. 

Bayangkan tidur seperti proses defragmentasi pada komputer, dan sleep apnea akan mengganggu proses ini.

Dengan terganggunya waktu istirahat otak akibat terbangun karena sleep apnea, Anda dapat mengalami kesulitan fokus atau berkonsentrasi. Bahkan, brain fog bisa terjadi saat sedang beraktivitas di pagi dan siang hari.

3 dari 5 halaman

5. Gampang Marah

Perubahan perilaku, seperti mudah marah atau libido menurun, bisa menjadi indikasi ada yang salah dengan proses tidur.

Sebab, kurang tidur sering dituduh sebagai alasan di balik sifat gampang marah pada seseorang. Disinyalir, terdapat peningkatan aktivitas amigdala ketika waktu tidur kurang.

Artikel lainnya: Sering Kencing Malam Hari, Benarkah Gejala Sleep Apnea?

Amigdala sendiri adalah bagian otak yang bertugas untuk mengatur emosi, termasuk rasa marah.

Saat kurang tidur dalam waklu lama, cara otak dan amigdala berkomunikasi bukan hanya mendorong munculnya emosi negatif. Penderita juga jadi tidak mampu mengendalikan perasaan yang buruk.

6. Mulut Terasa Kering saat Bangun Tidur

Untuk mengompensasi saluran napas yang tersumbat pada penderita sleep apnea obstruktif, penderita biasanya cenderung tidur dengan mulut terbuka.

Bayangkan jika mulut Anda terbuka semalaman, tentu Anda akan bangun dengan mulut yang terasa sangat kering. Bahkan, tenggorokan pun akan terasa sakit di pagi hari.

4 dari 5 halaman

7. Sering Buang Air Kecil (BAK) di Tengah Malam

Bila Anda sering bolak-balik buang air kecil di tengah malam, boleh jadi itu menjadi ciri penyakit sleep apnea. Masalah tidur malam karena sering BAK muncul akibat terganggunya produksi hormon antidiuretik (ADH). 

Hormon ini berfungsi mencegah buang air kecil di malam hari. Ketika produksi hormon ADH terhambat atau bahkan tidak dihasilkan, Anda bakal lebih sering BAK. 

Sleep apnea akan membuat Anda lebih peka saat kandung kemih penuh saat malam hari. Akibatnya, Anda jadi lebih sering buang air kecil.

Selain durasi, kualitas tidur sangatlah penting untuk diperhatikan. Gangguan sleep apnea dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti hipertensi, kencing manis, stroke, dan serangan jantung.

Jadi, ketika Anda mengalami tujuh gejala sleep apnea di atas, segera konsultasikan pada dokter guna penanganan lebih lanjut.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar