Sukses

3 Penyebab Mengompol pada Orang Dewasa

Tak hanya bayi dan anak-anak, orang dewasa ternyata juga bisa mengompol, lho! Ini dia yang jadi penyebabnya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat mendengar kata mengompol, sebagian orang mungkin akan mengaitkannya dengan perilaku yang dilakukan oleh bayi atau balita. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, mengompol juga bisa dialami oleh orang dewasa, lho!

Dalam dunia medis, mengompol disebut sebagai inkontinensia urine. Keadaan ini terjadi ketika seseorang tidak dapat mengontrol atau menahan buang air kecil sehingga urine dapat keluar begitu saja tanpa dikehendaki.

Inkontinensia urine dapat terjadi pada semua kelompok usia dan jenis kelamin, serta sering tidak terdiagnosis dengan baik. Di rumah sakit, inkontinensia urine dapat terjadi pada 50–80 persen pasien lanjut usia. Namun, meski sering terjadi pada orang lanjut usia, inkontinensia urine bukanlah suatu keadaan yang dapat dianggap normal atau dimaklumi sebagai tanda dari penuaan. Hal ini karena keadaan tersebut merupakan sebuah gangguan kesehatan, yang dapat mengganggu hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Pada beberapa kasus, inkontinensia urine bahkan menyebabkan depresi, juga penurunan atau keterbatasan fungsi seksual. Tak cuma itu, keadaan tersebut pun juga menyebabkan penderitanya merasa sangat bergantung pada pengasuh (caregiver).

Penyebab mengompol pada orang dewasa

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab mengompol atau inkontinensia urine pada orang dewasa. Berdasarkan gangguannya, penyebab tersebut bisa berasal dari gangguan kantung kemih, gangguan katup, atau kombinasi keduanya yang kemudian secara umum dikelompokkan menjadi 3 penyebab utama sebagai berikut:

  1. Stress incontinence

Stress incontinence atau mengompol yang disebabkan stres (tekanan) adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan buang air kecil akibat adanya peningkatan tekanan dalam perut. Peningkatan tekanan itu dapat terjadi, misalnya saat tertawa, bersin, batuk, atau saat sedang melakukan aktivitas intensitas sedang hingga tinggi seperti naik tangga dan olahraga.

  1. Urge incontinence

Pada urge incontinence, mengompol terjadi akibat adanya kontraksi kandung kemih yang tidak diinginkan dan penderita tidak mampu mengatasi ketergesaan akibat kontraksi tersebut.

Pada kasus ini, pasien biasanya merasa “kebelet” buang air kecil namun tidak bisa menahannya. Seringnya, pasien mengompol dalam perjalanan menuju ke kamar kecil. Tipe inkontinensia ini biasanya disebabkan oleh adanya gangguan saraf atau infeksi pada saluran kencing.

  1. Mixed incontinence

Mixed incontinence adalah inkontinensia urine yang disebabkan oleh kombinasi tipe stres dan urge. Inkontinensia jenis ini ditandai dengan mengompol saat muncul rasa ingin buang air kecil, yang diperburuk saat adanya peningkatan tekanan dalam perut.

Terlepas dari penyebab utamanya, inkontinensia urine harus segera diatasi agar tidak terjadi secara berkelanjutan. Cara yang bisa dilakukan untuk itu adalah menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga dan melatih otot dasar panggul dengan gerakan spesifik seperti senam kegel. Selain itu, penderita inkontinensia urine juga bisa menggunakan popok khusus dewasa untuk membantu menjaga produktivitas atau menghindari beser di saat-saat yang tidak diinginkan.

Jika Anda merasa mengalami gejala mengompol atau lainnya yang serupa dengan inkontinensia urine, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Semakin dini dideteksi dan diatasi, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar