Sukses

Tips Ajari Anak agar Tidak Melakukan Bullying

Bullying bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk mereka yang masih anak. Terapkan tips ini agar buah hati Anda tak menjadi salah satunya.

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang mengatakan, ibu jari warganet lebih kejam dari kerasnya ibukota. Hal itu sepertinya tengah dialami oleh artis cantik, Ussy Sulistiawaty. Istri Andhika Pratama itu tengah dibuat kesal oleh pelaku bullying di media sosialnya.

Pasalnya, anak pertama dan anak kedua pasangan seleb tersebut mendapatkan perilaku bullying dari para netizen di akun jejaring sosial Ussy. Paras serta penampilan anak-anak Ussy pun menjadi bulan-bulanan para haters.

Berkaca pada kasus itu, bullying atau perundungan sejatinya adalah perilaku yang tidak sepantasnya untuk dilakukan. Meski sering kali dianggap sepele, bullying dapat berdampak pada kesehatan mental sang korban. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda perlu mengajari anak untuk tidak melakukan bully pada orang lain.

Bullying oleh anak

Tak sedikit anak-anak yang rentan melakukan perilaku bullying. Banyak faktor yang menyebabkan seorang anak melakukan perilaku tidak terpuji itu, salah satunya adalah penggunaan jejaring sosial yang tidak pada tempatnya.

Sebagai akibatnya, anak pun memiliki bermacam alasan untuk melakukan bullying. Mulai dari merasa tidak percaya diri (insecure), menjadikan anak yang lebih “lemah” secara emosional atau fisik agar si pem-bully merasa dipentingkan, atau merasa bisa mengambil kontrol atas segalanya karena merasa populer. Dalam beberapa kasus, anak melakukan tindak bullying hanya karena mereka tidak paham atau tidak dapat menerima perbedaan, misalnya dari bentuk tubuh, penampilan, ras, ataupun agama.

Tak cuma itu, bullying juga kerap dilakukan oleh anak yang berperilaku agresif, suka melakukan hal yang menantang, tidak mendapatkan cukup perhatian di keluarga, atau bahkan menerima perilaku yang kurang baik di lingkungannya.

Terlepas dari bermacam faktor tersebut, orang tua dituntut untuk berperan aktif agar si Kecil tidak menjadi pelaku bullying. Dalam hal ini, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Anggap bullying sebagai hal yang serius

Pastikan anak mengerti dan paham betul bahwa Anda (orang tua) tidak membiarkan perilaku bullying dalam bentuk apa pun, baik di rumah maupun di tempat lainnya.

Tetapkan aturan pada anak mengenai bullying dan terapkan sistem “hukuman” jika ia melanggar. Misalnya, jika Anda mendapati si Kecil melakukan bullying pada temannya via email, pesan singkat, atau di jejaring sosial, berikan “hukuman” padanya dengan “mengunci” seluruh gawai atau media sosialnya untuk jangka waktu tertentu.

  • Ajarkan anak untuk menghargai perbedaan

Ajarkan anak untuk memperlakukan orang lain secara hormat dan baik. Ajarkan pula dirinya untuk menghargai perbedaan, baik dari segi ras, agama, penampilan, jenis kelamin, atau status ekonomi.

Ajak juga si Kecil untuk menaruh empati pada mereka yang berbeda dari dirinya. Semisal, saat anak ulang tahun, ketimbang Anda merayakan secara besar-besaran, ajak si Kecil untuk merayakan secara sederhana dengan berbagi di panti asuhan.

  • Dorong anak untuk melakukan hal yang positif

Pelajari lingkungan sosial anak dan faktor apa saja yang memengaruhi perilakunya di sekolah atau lingkungan sosialnya. Tanyakan pula perilaku anak Anda pada guru, teman-teman, ataupun pengasuhnya.

Dorong anak untuk melakukan hal yang positif. Contoh, ajari anak untuk selalu mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”. Jika anak melakukan perilaku positif, berikan pujian secukupnya.

  • Jadi contoh yang baik

Anak akan menjadikan orang tua sebagai sosok yang ia contoh. Karenanya, Anda dan pasangan perlu selalu berperilaku baik di saat apa pun, khususnya saat berada dekat si Kecil.

Alasan apa pun yang digunakan anak untuk melakukan bullying, hal itu sama sekali tidak dapat dibenarkan. Maka dari itu, orang tua perlu mengajari buah hatinya agar tidak berakhir menjadi sosok yang menyakiti hati orang lain. Anda pun dapat belajar dari kasus bullying yang menimpa anak dari Ussy Sulistiawaty, misalnya dengan menganggap bahwa Anda berada di posisi Ussy. Tentu sangat “mengiris” hati, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar