Sukses

Awas, 5 Makanan Ini Picu Nyeri Fibromyalgia

Waspada, mengonsumsi makanan ini bisa memicu nyeri pada fibromyalgia!

Klikdokter.com, Jakarta Fibromyalgia sempat jadi perbincangan setahun yang lalu. Hal itu terjadi karena musisi kondang Lady Gaga sampai harus menunda konser akibat menderita penyakit tersebut. Sebenarnya, apakah itu fibromyalgia?

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, fibromyalgia adalah kondisi yang ditandai dengan nyeri otot di hampir semua bagian tubuh. Tanda dan gejala fibromyalgia lainnya meliputi:

  • Menurunnya kemampuan untuk fokus dan konsentrasi.
  • Perasaan lelah saat baru bangun tidur, meski durasi tidur cukup.
  • Gangguan tidur seperti keinginan yang tidak tertahankan untuk menggerakkan kaki.
  • Gangguan napas saat tidur.

“Penyebab dari fibromyalgia belum diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa faktor yang memengaruhi fibromyalgia, yaitu faktor genetik, stres, cedera fisik, dan infeksi,” kata dr. Andika.

Jika memiliki fibromyalgia, seseorang perlu memahami apa saja asupan makanan yang harus hindari. Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang dapat memicu nyeri pada fibromyalgia, antara lain:

1. Camilan yang mengandung MSG

Keripik kentang, kue, atau makanan olahan lainnya dapat mengandung glutamat, zat yang berhubungan dengan rasa nyeri. Zat ini sering digunakan sebagai penambah rasa tidak berbahaya dan biasa ditemukan dalam bentuk garamnya, yakni monosodium glutamat (MSG).

Diketahui bahwa nyeri yang timbul dapat meningkat ketika penderita fibromyalgia mengonsumsi makanan kaya glutamat dan MSG. Hal ini mungkin terjadi karena peran glutamat sebagai neurotransmiter rangsang, sehingga menimbulkan reaksi tertentu pada orang yang sensitif terhadap zat tersebut.

2. Jamur

Meskipun nilai gizinya luar biasa, jamur dapat memicu rasa nyeri pada penderita fibromyalgia karena tinggi glutamat. Hanya dalam porsi 100 gram, jamur sudah mengandung 180 miligram glutamat.

Shitake dan enokitake adalah dua jenis jamur yang paling banyak mengandung glutamat. Makanan lainnya yang sehat seperti tomat, anggur, dan kacang hijau juga merupakan sumber glutamate. Oleh karena itu, selalu konsultasikan jenis makanan harus Anda hindari kepada dokter.

3. Ayam goreng tepung

Kandungan mentega, lemak jenuh, dan minyak goreng dalam sepotong ayam goreng tepung dapat menimbulkan kerusakan pada tubuh dan menyebabkan peradangan. Itulah mengapa sebaiknya Anda menghindari semua jenis makanan yang digoreng, salah satunya ayam goreng tepung.

Sebagai gantinya, konsumsilah makanan yang mengandung lemak tak jenuh, omega-3, dan berbagai minyak nabati untuk mendapatkan manfaat anti peradangan. Ganti ayam goreng tepung dan kudapan sejenis lainnya dengan kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, ikan berlemak, dan minyak yang lebih sehat seperti zaitun.

4. Yoghurt dan pemanis buatan

Yoghurt dengan rasa biasanya memiliki banyak gula. Bahkan, beberapa yogurt rendah kalori juga mengandung pemanis buatan.

Meski tidak ada bukti yang menyatakan bahwa gula membuat nyeri semakin parah, beberapa pasien fibromyalgia mengatakan bahwa menghindari konsumsi gula dapat menurunkan gejala.

5. Pasta dan karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan seperti roti, kue kering, dan pasta mungkin lezat, tetapi indeks glikemik mereka yang tinggi dapat membuat gula darah Anda melonjak. Tidak seperti makanan gandum yang dicerna lebih lambat, karbohidrat olahan cepat terurai dan membuat gula darah Anda naik turun secara cepat. Fluktuasi agresif ini dapat memicu timbulnya gejala fibromyalgia.

Apabila Anda ingin mengonsumsi karbohidrat, pilih karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah. Contohnya beras merah, roti gandum, dan buah-buahan.

Beberapa makanan tertentu dapat memicu nyeri pada penderita fibromyalgia. Anda dapat berkonsultasi kepada dokter mengenai apa saja makanan yang harus dihindari. Yang pasti, pola makan yang baik dapat membantu meringankan gejala, terutama bila dibarengi dengan terapi lainnya.

[RS/ RVS]

 

0 Komentar

Belum ada komentar