Sukses

Waspada, Sleep Apnea Bisa Pengaruhi Kehamilan

Gangguan tidur seperti sleep apnea dapat memengaruhi kehamilan. Bagaimana cara mengatasinya?

Banyak ibu hamil yang mengalami masalah tidur pada malam hari. Akibatnya mereka akan terbangun dengan nyeri pada kepala dan rasa lelah. Salah satu hal yang bisa menyebabkan gangguan tidur pada ibu hamil adalah sleep apnea. Mari simak penjelasan lengkap mengenai sleep apnea pada ibu hamil berikut ini.

Sleep Apnea pada Ibu Hamil

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang terjadi akibat masalah pernapasan. Mungkin bagi orang awam, sleep apnea kerap kali disamakan dengan mengorok biasa. Akan tetapi nyatanya, sleep apnea bukan sekadar mendengkur. Kondisi ini berkaitan dengan permasalahan oksigen yang terhambat masuk ke dalam paru-paru.

Sleep apnea menyebabkan penderitanya mengalami henti napas sesaat, sebelum akhirnya kembali normal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kalau penderita sleep apnea bisa berhenti bernapas hingga 400 kali sepanjang malam. Jeda tersebut dapat berlangsung 10-30 detik, diikuti oleh mendengus saat mulai bernapas lagi.

Sumbatan jalan napas tersebut bisa terjadi karena kegemukan, gangguan posisi rahang dan amandel, serta lemahnya otot di saluran pernapasan akibat kebiasaan merokok. Bagi ibu hamil yang sebelumnya memiliki hobi merokok, risiko untuk terkena sleep apnea jelas akan lebih tinggi.

Artikel lainnya: 4 Fakta dan Mitos tentang Sleep Apnea

1 dari 4 halaman

Bahaya Sleep Apnea pada Ibu Hamil

Mendengkur saat hamil adalah hal yang umum. Namun pada beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menjadi gejala dari sleep apnea.

Jika kondisi sleep apnea pada ibu hamil tidak segera ditangani, dapat membahayakan kondisi ibu dan janin dalam kandungan. Hal ini terjadi karena sleep apnea dapat mengubah sistem metabolisme sekaligus meningkatkan peradangan, yang berujung pada kerusakan organ serta pembuluh darah.

Berikut adalah beberapa risiko yang bisa terjadi apabila sleep apnea pada ibu hamil dibiarkan:

  1. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah tingginya kadar gula darah yang terjadi selama masa kehamilan. Ibu hamil yang mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea memiliki risiko 2-3 kali lipat untuk terkena diabetes gestasional. 

  1. Hipertensi dalam Kehamilan

Sekitar 5-10 persen ibu yang sedang hamil mengalami hipertensi dalam kehamilan. Ibu hamil dengan gangguan tidur rentan jatuh dalam kondisi ini. Hipertensi dalam kehamilan berkaitan dengan angka kesakitan dan angka kematian untuk ibu dan neonatus.

Hipertensi dalam kehamilan dapat berkembang menjadi preeklampsia apabila tidak ditangani dengan baik. Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya kerusakan pada organ lain, seperti hati dan ginjal.

Artikel lainnya: Sering Kencing Malam Hari, Benarkah Gejala Sleep Apnea?

  1. Perubahan Suasana Hati

Mendengkur bisa membuat kualitas tidur menjadi berkurang. Akibatnya, ibu akan sering terbangun pada tengah malam dan merasa mudah lelah pada keesokan harinya.

Berkurangnya jam dan kualitas tidur bisa mempengaruhi suasana hati ibu, serta meningkatkan risiko depresi selama kehamilan.

  1. Keguguran dan Kelahiran Prematur

Sleep apnea pada ibu hamil lebih berisiko keguguran dan melahirkan secara prematur. Hal ini bisa terjadi akibat berkurangnya pasokan oksigen dalam darah ke plasenta.

2 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Sleep Apnea pada Ibu Hamil

Sleep apnea pada ibu hamil harus dicari penyebabnya. Jika memang karena suatu penyakit, ada baiknya untuk segera mengobatinya. Selain itu, cara mengatasi tidur mendengkur pada wanita bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut: 

  1. Terapkan Pola Hidup Sehat

Berat badan memengaruhi kondisi sleep apnea. Apalagi saat hamil, berat badan ibu mudah sekali meningkat. Oleh sebab itu, ibu harus memperhatikan kenaikan berat badan setiap bulannya dengan menghindari lonjakan yang ekstrem.

Konsumsilah makanan yang sehat dan imbangi dengan berolahraga secara teratur.  Mengontrol berat badan saat hamil dapat mengurangi tingkat keparahan dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Artikel lainnya: 5 Makanan yang Bikin Mendengkur Makin Parah

  1. Gunakan Humidifier

Penggunaan humidifier di dalam kamar tidur membantu menjaga kualitas udara agar tetap lembap dan bersih. Ibu juga bisa menambahkan essential oil untuk memberikan keharuman yang menenangkan.

  1. Perhatikan Posisi Tidur

Untuk mencegah atau mengatasi mendengkur, ibu bisa memiringkan tubuh ke sisi kiri saat tidur dan hindari posisi telentang. Ibu juga dapat sedikit meninggikan posisi kepala dengan menambahkan bantal. 

  1. Penggunaan Alat Bantu seperti CPAP

Penggunaan alat pernapasan seperti continuous positive airway pressure (CPAP) juga bisa membantu. Alat ini aman dan memberikan efek yang baik untuk mengatasi sleep apnea saat hamil. Namun untuk mendapatkan alat ini, ibu harus memperoleh persetujuan dulu dari dokter.

Artikel lainnya: Sleep Apnea, Gangguan Tidur Penyebab Kebutaan pada Penyandang Diabetes

3 dari 4 halaman

Sleep Apnea pada Ibu Hamil, Bisakah Dicegah?

Meski sleep apnea ini terkesan menyeramkan, kabar baiknya adalah kondisi ini bisa dicegah sedini mungkin. Selain dengan menjaga kenaikan berat badan dan menerapkan pola hidup sehat, ibu juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut di dokter:

  • Tes tidur atau sleep test untuk menganalisis ada atau tidaknya gangguan tidur. Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan alat perekam yang diletakkan pada tubuh pasien.
  • EEG (elektroensefalogram) untuk mengukur dan merekam aktivitas gelombang otak.
  • EMG (elektromiogram) untuk merekam aktivitas otot dan menentukan fase REM saat tidur.
  • EOG (electrookulogram) untuk merekam gerakan mata yang penting untuk membedakan fase-fase saat tidur.
  • EKG (elektrokardiogram) untuk merekam ritme dan detak jantung.
  • Nasal airflow sensor untuk merekam aliran udara dari hidung.

Tes-tes tersebut dilakukan tentunya berdasarkan dari hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Jadi, daripada merasa cemas berlebihan bahwa Anda mengalami sleep apnea, periksakan saja diri Anda ke dokter.

Sleep apnea dalam kehamilan perlu diwaspadai karena dapat memberikan dampak, baik pada ibu maupun janin. Karena itu, Anda harus rutin mengunjungi dokter untuk memantau kondisi diri sendiri dan janin.

Jangan ragu untuk menyampaikan keluhan mengenai gangguan tidur yang dialami. Dengan begitu, dokter dapat mengambil langkah pemeriksaan untuk mendeteksi masalah Anda.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut mengenai sleep apnea dan masalah lainnya dalam kehamilan, silakan bertanya langsung kepada dokter kami melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Gratis!

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar