Sukses

Orang Tua Wajib Tahu Gejala Asma pada Anak

Gejala asma pada anak perlu dikenali dan ditangani sejak dini agar tidak mengganggu.

Klikdokter.com, Jakarta Orang tua mana yang tak sedih ketika mendapati anaknya sakit. Terlebih jika aktivitas anak menjadi terbatas karenanya. Salah satunya penyakit yang gejalanya dapat membuat kegiatan sehari-hari anak terganggu adalah asma.

Serangan asma dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Tentunya kondisi ini sering menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Untuk itu, penting bagi orang tua mengetahui apa saja gejala asma pada anak.

Gejala dan penyebab asma

Asma adalah suatu penyakit jangka panjang yang menyerang saluran pernapasan. Asma ditandai dengan sesak napas disertai mengi dan/atau batuk terus-menerus. Hal ini disebabkan oleh penyempitan otot saluran pernapasan akibat peradangan dan produksi lendir berlebihan.

Kebanyakan, gejala asma pertama pada anak muncul sebelum usia 5 tahun. Pada anak yang usianya masih kecil dan belum bisa berbicara, tentu akan menyulitkan orang tua bahkan dokter untuk mendiagnosis apakah gejala tersebut disebabkan oleh asma atau tidak.

Gejala asma pada anak dapat bervariasi, ada yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Tanda dan gejala asma pada anak, di antaranya:

  • Mengi (terdengar suara seperti tiupan peluit terutama ketika anak membuang napas)
  • Batuk, terutama pada malam hari atau pagi hari
  • Kesulitan bernapas
  • Terasa sesak di dada (anak sering kali mendeskripsikannya sebagai rasa tertekan pada dada)

Terdapat beberapa zat atau bahan yang dapat mencetuskan timbulnya serangan asma, seperti:

  • Benda atau zat dalam ruangan (tungau debu rumah dalam kasur, karpet, dan perabotan, serta bulu binatang)
  • Benda atau zat di luar ruangan (polusi, asap buangan pabrik)
  • Asap rokok
  • Heartburn atau GERD
  • Udara dingin
  • Stres yang berlebihan seperti marah atau ketakutan
  • Olahraga
  • Obat-obatan tertentu
1 dari 2 halaman

Menangani asma pada anak

Asma tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikontrol. Penanganan terbaik untuk penyakit asma adalah dengan menghindari pencetusnya. Asma sangat terkait dengan alergi, dan alergi mampu memperparah asma. Jenis-jenis pencetus yang paling sering adalah debu, polusi udara, bulu binatang, infeksi virus, perubahan suhu, alergi makanan, dan obat.

Sebagai orang tua, penting untuk mengetahui jenis obat asma yang diresepkan kepada anak dan bagaimana cara kerjanya untuk mengontrol asma. Terdapat dua jenis obat asma. Pertama adalah obat controller yang diminum setiap hari. Kedua, obat reliever yang diberikan hanya ketika anak mengalami serangan asma. Tanyakan hal ini lebih lanjut kepada dokter anak Anda.

Jika anak sedang mengalami serangan asma, sebaiknya anak beristirahat dan tidak melakukan aktivitas yang berat seperti berolahraga. Apabila anak terlihat sehat dan asmanya sudah terkontrol, barulah ia dapat melakukan kegiatan atau olahraga yang disukainya. Namun jika asma anak ternyata dipicu oleh olahraga, ia dapat mengonsumsi obat asma sebelum berolahraga untuk membuka jalan napas.

Ingatlah bahwa gejala asma pada setiap anak bisa berbeda-beda. Bisa saja anak hanya mengalami satu dari gejala di atas, dan tidak semuanya. Karena itu, orang tua sering kali berpikir bahwa gejala tersebut disebabkan oleh batuk pilek biasa. Namun jika gejala terus-menerus terjadi dan tidak ada perbaikan, bisa jadi anak Anda mengalami asma dan segeralah periksakan ke dokter.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar