Sukses

Usia Berapa Anak Sebaiknya Belajar Tidur Sendiri?

Selain memupuk kemandirian, tidur sendiri juga bermanfaat bagi pertumbuhan fisik anak. Namun, kapan sebaiknya anak mulai tidur sendiri? Ini faktanya.

Salah satu momen yang dinantikan banyak orang tua adalah saat anak mampu tidur di kamarnya sendiri. Melatih anak tidur sendiri memang harus dilakukan karena bermanfaat untuk melatih kemandirian mereka.

Tapi nyatanya, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Membiasakan pola tidur yang teratur saja sudah cukup sulit, apalagi membuat anak tidur sendiri di kamarnya.

Ada banyak hal yang menjadi kekhawatiran, misalnya adanya mimpi buruk, takut si Kecil tak bisa tidur, dan lain sebagainya. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk anak tidur sendiri?

1 dari 4 halaman

Bed Sharing Vs Room Sharing

Sebelumnya, Anda perlu mengenal istilah bed sharing dan room sharing. Bed sharing adalah kondisi orang tua berbagi tempat tidur dengan anak. Sementara, room sharing adalah orang tua dan anak tidur dalam kamar tidur yang sama, tapi di tempat tidur yang berbeda. Umumnya, anak berada di crib atau tempat tidur khusus anak.

Tidur di kamar yang sama bahkan memiliki beberapa keuntungan, seperti memudahkan proses menyusui, dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), serta meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak.

Artikel lainnya: 6 Tips Melatih Anak Tidur Sendiri, Bagaimana Caranya?

Hanya saja, bila hal tersebut dilakukan terlalu lama bahkan hingga anak usia sekolah, akan menimbulkan sejumlah konsekuensi. Sisi negatif bed sharing adalah risiko SIDS yang juga meningkat. Risiko bertambah saat anak tidur di kasur yang sama dengan orang tua dan tidur dikelilingi banyak bantal serta selimut.

Kekurangan bed sharing atau room sharing terlalu lama akan terlihat saat anak sudah lebih besar. Biasanya si kecil akan lebih sulit mempertahankan tidur malam yang panjang, mudah cemas, dan kurang mandiri.

2 dari 4 halaman

Usia Tepat Anak Belajar Tidur Sendiri

American Academy Pediatrics sudah mengeluarkan rekomendasi Safe Sleep Recommendation. Dalam panduan tersebut, AAP menyarankan agar bayi tidur di ruangan yang sama (room sharing) bersama orang tua, bukan bed sharing, hingga usia 6 bulan atau 1 tahun.

Dengan catatan, gunakan alas tidur yang tidak terlampau empuk, jangan mengelilingi bayi dengan bantal atau selimut tebal untuk mengurangi risiko gangguan napas (SIDS).

Lantas bagaimana bila hal tersebut tidak memungkinkan karena berbagai kondisi? Bila alasannya adalah untuk memudahkan proses menyusui, orang tua boleh tidur bersama dengan anak selama masa menyusui, yaitu hingga 2 tahun.

Artikel lainnya: Agar Anak Mau Tidur Sendiri, Orang Tua Bisa Lakukan 8 Jurus Ini

Setelah anak berusia 2 tahun, sebaiknya dia mulai tidur sendiri. Meski ada anak yang mampu beradaptasi dengan cepat, umumnya proses transisi ini akan cukup sulit dilakukan.

3 dari 4 halaman

Dampak Tidak Melatih Anak Tidur Sendiri

Sebenarnya, tidak ada kata terlambat untuk melatih anak tidur sendiri. Anda bisa mulai menerapkannya secara perlahan dan bertahap.

Berikan pengertian bahwa anak sudah besar dan harus belajar mandiri. Temani dan lakukan secara konsisten agar anak mulai terbiasa tidur sendiri.

Apabila tidak dilatih tidur sendiri, anak cenderung akan bergantung kepada orang tua, diliputi kecemasan atau kekhawatiran, dan tidak bisa mandiri. Di sisi lain, hubungan orang tua mungkin saja merenggang mengingat kesulitan berhubungan intim karena takut anak melihat.

Kini Anda sudah tahu kapan sebaiknya anak tidur sendiri. Tidak mudah memang, tapi bukan berarti mustahil. Jadi, tetaplah bersabar dan konsisten membiasakan si kecil tidur sendiri.

Yuk, Bund, kenali dan gali bakat anak melalui fitur Cari Tahu Bakat si Kecil dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar