Sukses

3 Gejala Parkinsonisme Vaskular yang Perlu Anda Tahu

Parkinsonisme Vaskular memiliki penyebab yang berbeda. Bagaimana cara mengenali gejala dari penyakit ini?

Klikdokter.com, Jakarta Parkinsonisme vaskular merupakan suatu bentuk parkinsonisme atipikal, dengan penyebab yang berbeda dari parkinsonisme pada umumnya. Pada parkinsonisme vaskular, gejala penyakit disebabkan oleh satu atau lebih kejadian stroke ringan sehingga berhubungan dengan masalah pada pembuluh darah (vaskular). Sebaliknya, penyakit parkinsonisme tipikal disebabkan oleh hilangnya sel saraf bertahap sehingga disebut juga penyakit neurodegeneratif.

Penderita parkinsonisme vaskular bisa saja memiliki gejala yang kurang lebih sama dengan parkinsonisme tipikal. Namun, gejala pada parkinsonisme vaskular umumnya lebih berkaitan dengan bagian bawah tubuh. Selain itu, sering juga ditemukan gejala yang berkaitan dengan stroke yang dialami penderita, seperti kelemahan anggota gerak pada satu sisi tubuh, rasa baal, adanya refleks abnormal, dan cara bicara yang tidak normal.

Gejala parkinsonisme vaskular

Beberapa keluhan yang berhubungan dengan kondisi parkinsonisme vaskular, di antaranya:

  • Gangguan keseimbangan

Pada parkinsonisme vaskular, lebih umum ditemukan keluhan instabilitas postural. Hal ini membuat penderitanya sangat mungkin mengeluhkan kesulitan berjalan serta gangguan keseimbangan. Akibatnya, risiko untuk jatuh pun lebih tinggi.

Di sisi lain, pada penderita parkinsonisme tipikal, lebih umum ditemukan tremor pada anggota gerak atas. Biasanya, tremor atau gemetar lebih terlihat saat penderita sedang beristirahat. Selain itu, lebih sering pula munculnya gejala bradikinesia, yaitu pergerakan yang lambat serta gangguan kemampuan menggerakkan tubuh sesuai dengan perintah.

  • Gaya berjalan yang khas

Pada parkinsonisme vaskular, ditemukan gaya berjalan khas parkinsonisme, yaitu berjalan dengan langkah kecil serta gerakan menyeret kaki. Namun, pada parkinsonisme vaskular umumnya ditemukan posisi berdiri yang lebih “lebar”. Selain itu, panjang langkah pun bervariasi. Kondisi ini sering dikenal sebagai parkinsonian ataxic gait.

Tak cuma itu, pada parkinsonisme vaskular juga tidak ditemukan festination―cara berjalan yang ditandai dengan percepatan gerak yang tidak dapat dikontrol. Juga, lebih sering ditemukan gejala pyramidal seperti kekakuan, refleks yang lebih aktif dari normal, hilangnya kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan halus, serta tanda Babinski.

  • Mudah lupa

Pada parkinsonisme vaskular juga sering ditemukan tanda awal dari demensia subkortikal. Ini adalah suatu jenis demensia yang ditandai dengan kelambatan dari pemrosesan mental, mudah lupa, kelainan fungsi kognitif, depresi, dan apatis (kurangnya emosi, motivasi, atau antusiasme).

Meski gejala di atas dapat meningkatkan kecurigaan terhadap parkinsonisme vaskular, pasien tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan penunjang. Hal ini dilakukan untuk membantu memastikan diagnosis.

Sering kali, pada pemeriksaan pencitraan CT-scan ataupun MRI, pasien dengan parkinsonisme vaskular akan menunjukkan adanya banyak stroke kecil pada bagian dalam otak.

Memastikan diagnosis parkinsonisme vaskular merupakan suatu hal yang penting, karena pasien dengan kondisi ini tidak memberikan respons yang baik dengan pengobatan pada umumnya. Karena itu, jika Anda mengalami gejala atau perubahan fungsi tubuh yang kurang lebih sama dengan yang telah disebutkan, jangan tunda untuk berobat ke dokter.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar