Sukses

Tips Mengarahkan Anak yang Ingin Menjalani Diet Vegan

Ketika anak memutuskan menjalani pola diet vegan, Anda sebagai orang tua tidak perlu panik. Jelaskan aturan mainnya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Diet vegan kini tengah digandrungi oleh banyak orang, termasuk generasi milenial. Orang yang menjalani diet ini hanya mengonsumsi tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari unggas, daging, serta olahannya. Banyak orang yang melakukannya untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Bila anak Anda ingin menjalani diet vegan, berikan aturan yang jelas agar pertumbuhannya tetap optimal.

Ketika pola makan berubah menjadi vegan

Hingga kini masih ada orang yang menganggap bahwa vegan dan vegetarian adalah hal yang sama. Padahal keduanya jelas berbeda. Oleh sebab itu dibutuhkan penjelasan terlebih dahulu sebelum Anda menyimak pemaparan lebih lanjut soal diet vegan.

Diet vegan menjadi “naik daun” setelah artis sekelas Sophia Latjuba dan Tara Basro melakukannya. Berbeda dari vegetarian, orang yang melakukan diet vegan benar-benar tidak mengonsumsi semua produk hewani. Sedangkan, vegetarian masih mengonsumsi produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Bila anak mengatakan ingin menjalani hidup sehat dengan menjadi pelaku diet vegan, sebagai orang tua Anda harus menjelaskan terlebih dahulu konsekuensinya. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, orang yang memutuskan menjadi vegan akan mengalami perubahan dalam proses saluran cerna.

Saat pola makan berubah menjadi vegan, frekuensi buang air besar (BAB) memang menjadi lebih teratur dan lebih sehat karena menghilangkan produk hewani.

Namun, pada minggu-minggu pertama menjalani diet vegan, anak mungkin akan merasakan kembung, begah, dan banyak gas di perut akibat pola makan yang tinggi serat dan peningkatan karbohidrat yang difermentasi di usus.

Selain itu, tubuh juga akan kekurangan vitamin D, sehingga anak berisiko tinggi terkena osteoporosis pada saat memasuki lanjut usia. Bahkan, Anda pun dapat mengalami kekurangan vitamin B12 (hanya ada dalam produk hewani) yang seharusnya berfungsi menjaga kesehatan darah dan sel saraf. Lalu, bagaimana bila anak Anda ingin menjalaninya?

1 dari 3 halaman

Saat anak ingin menjalani diet vegan

Ketika anak memutuskan menjadi vegan, ada kekhawatiran perihal pemenuhan kebutuhan nutrisi, vitamin dan kalori tubuhnya. Karena sejatinya anak-anak harus makan daging untuk mendapatkan cukup protein dan zat besi untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Oleh sebab itu, ketahui berbagai kandungan yang perlu Anda sertakan dalam menu makan anak agar ia dapat menjalani keinginannya untuk melakukan diet vegan, tanpa harus mengurangi asupan nutrisi hariannya.

  • Asam lemak omega-3

Ini adalah lemak esensial yang harus didapatkan oleh tubuh. Anak bisa mendapatkannya lewat konsumsi minyak ikan. Selain itu, Anda juga bisa memberikan susu kedelai, sereal dan kacang yang diperkaya dengan asam lemak omega-3.

  • Zat besi

Sebagian besar orang tua mengakui bahwa daging adalah sumber zat besi yang baik. Namun, bagaimana anak vegan mendapatkan asupan zat besi ketika mereka tidak makan daging?

Pelaku diet vegan bisa memperoleh zat besi dari kacang-kacangan, sayuran, tahu, buah-buahan kering, dan makanan kaya zat besi lainnya. Perlu diingat bahwa lebih sulit bagi tubuh untuk menyerap zat besi jenis nonheme yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, daripada zat besi jenis heme yang ditemukan dalam daging merah, unggas, dan ikan.

  • Kalsium

Makanan yang kaya kalsium dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk pengembangan tulang yang kuat. Konsumsi kalsium juga merupakan cara penting untuk mencegah osteoporosis pada orang dewasa.

Berbagai sayuran yang mengandung kalsium tinggi adalah brokoli, ubi jalar, kacang-kacangan, serta sayuran hijau. Sebagai alternatif, Anda juga bisa memberi susu kedelai atau jus jeruk yang mengandung kalsium tinggi.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  • Zink

Anak Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen atau makanan yang diperkaya dengan zink untuk mendapatkan cukup mineral penting. Karena pada dasarnya, sumber zink terbaik adalah daging dan yoghurt. Agar anak tak bosan, biji-bijian, beras merah, kacang polong dan bayam juga bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan zink dalam tubuh.

  • Kalori

Pastikan bahwa anak Anda menerima cukup kalori untuk pertumbuhan optimalnya.  Secara umum, jika anak Anda mengikuti pola makan vegan yang seimbang dan beraneka ragam, tubuhnya akan berkembang secara normal dan tetap aktif berenergi. Namun bila tidak, berarti ada yang salah dengan pola makan vegan anak Anda.

  • Protein

Berikan anak Anda cukup protein dan asam amino dengan pola makan yang seimbang, baik dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk kedelai.

  • Folat

Vegan sering tidak menganggap kekurangan folat sebagai masalah gizi. Karena bagi mereka, sayuran berdaun hijau adalah sumber folat yang baik. Hanya saja, harus diingatkan bahwa kekurangan folat juga dapat menyembunyikan tanda-tanda kekurangan vitamin B12. Sehingga, anak pun cenderung tak mengetahui dirinya mengalami anemia atau cedera sistem saraf. Untuk mendapatkan folat yang cukup, anak yang memutuskan menjadi vegan bisa mengonsumsi jus jeruk, roti, sereal, dan pasta.

  • Yodium

Sumber alami yodium mungkin termasuk makanan laut, kerang, dan rumput laut, tetapi kebanyakan orang mendapatkan yodium dari garam. Untuk pelaku vegan, pemenuhan yodium cukup sulit untuk dilakukan. Karena makanan beryodium biasanya berasal dari daging dan produk susu.

Tapi, meskipun vegan tidak akan mendapatkan yodium langsung dari makanan laut dan kerang serta beberapa makanan lainnya, yang terpenting adalah mencukupi asupan yodium lewat konsumsi garam.

Dengan mencukupi kebutuhan akan zat-zat di atas, maka anak yang menjalani diet vegan sekalipun akan tetap tumbuh secara optimal. Dengan pola makan yang baik, ia pun akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat. Tapi ingat, sebelum melakukannya, ajak anak Anda ke dokter atau ahli gizi untuk memastikan bahwa tubuhnya siap untuk menjalani diet vegan.

Diet vegan memang baik untuk dilakukan, terutama bagi Anda yang memimpikan tubuh ideal. Namun, bila anak Anda ingin melakukannya, pastikan bahwa ia ingin menjalankannya bukan atas dasar ikut-ikutan atau keinginan sementara. Berikan penjelasan tentang aturan main menjalani diet vegan untuk melihat komitmennya. Yang tak kalah penting, pastikan nutrisi anak tercukupi dengan baik agar tumbuh kembangnya tidak terhambat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar