Sukses

Pertolongan Pertama Saat Terjadi Serangan Asma

Penderita asma yang mengalami kekambuhan gejala mesti mendapatkan pertolongan pertama dengan segera. Ketahui caranya!

Klikdokter.com, Jakarta Berita duka datang dari keluarga Emil Dardak dan Arumi Bachsin. Adik kandung Wakil Gubernur Jawa Timur Terpilih, Eril Dardak, diberitakan meninggal dunia pada hari Rabu (12/12/2018). Tubuh Eril Dardak ditemukan di kamar kosnya di kawasan Dago, Bandung, oleh petugas kebersihan. Hingga berita ini ditulis, penyebab kematian mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri tersebut masih belum diketahui. Namun, seperti dilansir oleh liputan6.com, adik ipar Arumi Bachsin tersebut memang diketahui memiliki riwayat asma.

Asma adalah penyakit saluran pernapasan, yang ditandai dengan peradangan atau penyempitan saluran napas. Penyakit ini berlangsung dalam jangka panjang (kronis), dengan gejala sulit napas atau sesak.

Penderita asma perlu benar-benar menghindari faktor pencetus, agar penyakitnya tidak kambuh. Beberapa faktor yang terbukti dapat mencetuskan serangan asma, yaitu polusi udara, debu, asap rokok, bulu binatang, aktivitas fisik berat, dan stres emosional.

Pertolongan pertama pada asma

Penderita asma yang mengalami kekambuhan gejala perlu segera mendapat pertolongan pertama. Jika tidak, nyawa yang jadi taruhannya.

Nah, jika Anda adalah penderita asma atau kebetulan mendapati adanya penderita asma yang mengalami kekambuhan gejala, lakukan tindakan berikut sebagai upaya pertolongan pertama untuknya:

1. Duduk dalam posisi tegak

Saat terjadi serangan asma, segera hentikan kegiatan yang sedang dilakukan dan duduk tegak. Hindari duduk membungkuk atau berbaring, karena dapat membuat saluran napas semakin tersumbat sehingga serangan asma menjadi semakin parah.

2. Ambil obat medis yang biasa digunakan

Jika Anda adalah penderita asma, obat asma jenis reliever atau pereda harus selalu dibawa kemana pun.

Pengobatan asma secara cepat atau jangka pendek, yaitu dengan menggunakan obat pelega saluran pernapasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. 

Jika serangan asma terjadi pada orang lain, bantu dirinya untuk mencari obat yang biasa digunakan dan biarkan ia duduk tegak dengan tenang.

3. Tetap tenang dan jangan panik

Cobalah untuk tetap tenang dan tidak panik. Menjaga diri agar tetap merasa relaks akan membuat Anda bernapas lebih mudah. Sebisa mungkin, usahakan untuk tidak bernapas secara cepat.

Jika serangan terjadi pada orang lain, biarkan ia tetap tenang dan beristirahat. Jangan terlalu sering mengajaknya berbicara.

4. Segera hindari pencetus

Bagi penderita asma, penting untuk mengetahui bahan atau zat apa saja yang menjadi pencetus serangan, misalnya debu, asap rokok, bau zat kimia, atau lainnya. Jika memungkinkan, carilah tempat dengan udara yang bersih, semisal di taman.

5. Minum teh atau kopi hangat

Minuman hangat berkafein, seperti kopi atau teh, dapat sedikit membantu membuka saluran napas. Dengan begitu, serangan asma bisa sedikit mereda.

6. Cari bantuan medis segera

Serangan asma yang ringan biasanya akan reda sendiri dalam waktu beberapa menit. Namun, jika keluhan bertambah parah setelah beristirahat, atau Anda tidak memiliki obat pereda (reliever), atau sudah menggunakan obat tapi tidak ada perubahan, segeralah cari pertolongan medis dengan membawa diri ke dokter atau rumah sakit.

Jika Anda sedang membantu orang tersebut, jangan tinggalkan ia sendirian. Tetaplah berada di dekatnya sembari menghubungi ambulans atau bantuan medis lainnya.

Serangan asma dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, tanpa mengenal penderitanya sedang melakukan apa. Oleh karena itu, sebagai penderita asma, Anda sangat disarankan untuk selalu membawa obat-obatan ke mana pun pergi. Jika sewaktu-waktu serangan terjadi, Anda bisa menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama di atas dengan lebih efisien.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar