Sukses

Awas, Rasa Bersalah Bisa Picu Kegemukan

Jika Anda cheating dari diet lalu merasa bersalah, hati-hati, rasa bersalah ini malah bisa memicu kegemukan. Ini kaitannya.

Klikdokter.com, Jakarta Ketika sedang menjalani program diet, Anda mungkin pernah cheating alias melanggar aturan dengan mengonsumsi makanan yang tak seharusnya ada dalam daftar diet. Ada yang santai-santai saja melanggar aturan, tapi ada juga yang diselimuti rasa bersalah. Nah, Anda yang suka merasa bersalah ini perlu waspada, karena perasaan tersebut malah bisa memicu kegemukan! Bagaimana bisa?

Dilansir dari Psychology Today, ada sebuah penelitian yang menemukan bahwa rasa bersalah bisa meningkatkan persepsi mengenai berat badan dan secara negatif berdampak terhadap pencitraan diri terhadap tubuh. Ya, rasa bersalah bisa membuat Anda merasa “lebih gemuk”, dan perasaan tersebut membuat Anda ingin makan lagi dan lagi.

Bahkan, The Institute for the Psychology of Eating melaporkan, bahwa rasa bersalah bisa memperlambat laju metabolisme, menyebabkan berat badan naik dengan mengonsumsi kalori yang sama.

Keuntungan cheat day

Mempertahankan diet memang gampang-gampang susah. Inilah kenapa banyak orang yang menerapkan cheat day. Cheat day ini mengizinkan pelaku diet untuk mengonsumsi apa saja, tanpa memikirkan diet mereka. Sangat penting untuk mengetahui konsep ini secara benar, sehingga Anda tak perlu merasa bersalah setelah melakukannya.

Cheat day sebelumnya memiliki keuntungan jika Anda melakukannya dengan benar. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya:

  • Memberikan motivasi

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, sebuah penelitian menemukan bahwa orang lebih memilih menjalani diet ketat dengan opsi cheat day, dibandingkan dengan diet yang tidak ketat tanpa cheat day. Saat dijalani, mereka dari kelompok cheat day melaporkan lebih termitivasi dan lebih mudah untuk taat aturan diet. Selain itu, penurunan berat badan pada kelompok yang menerapkan cheat day dan yang tidak, ditemukan sama.

  • Tahan godaan

“Adanya cheat day dapat membantu Anda menahan diri dari godaan untuk makan sembarangan selama diet. Hal ini bisa terjadi karena Anda tahu bahwa ada waktu bagi Anda boleh mengonsumsi apapun saat cheat day. Hasilnya, Anda lebih mudah menjalani diet dan menolak godaan makanan,” kata dr. Nadia.

  • Metabolisme lebih baik

Cheat day dipercaya membantu diet dengan mendorong metabolisme tubuh. Hal ini berkaitan dengan kadar hormon leptin yang dihasilkan oleh sel lemak. Leptin berfungsi menjaga keseimbangan energi dalam tubuh dengan memberikan sinyal kenyang kepada otak saat kebutuhan energi sudah dicukupi.

“Pengurangan kalori akibat diet bisa menurunkan kadar hormon leptin, sehingga menyebabkan berat badan sulit turun. Selain itu, pembatasan kalori juga diketahui menurunkan kadar T3 (hormon tiroid) sehingga menurunkan laju metabolisme,” dr. Nadia menjelaskan.

1 dari 2 halaman

Cheat day pun bisa merugikan

Para pelaku diet kini juga menyelipkan cheat day untuk memberi kesempatan tubuh untuk mendapat asupan yang agak berbeda dari menu diet yang seharusnya. Ada yang menganggap cara ini bisa meringankan dari segi psikis karena rasa stres berkurang akibat diet.

Namun di sisi lain, cheat day juga bisa mendatangkan kerugian jika tidak dikelola dengan baik. Apa saja?

  • Ingin makan lagi dan lagi

Hari bebas makan alias cheat day berpotensi membuat Anda ingin makan lagi dan lagi, meski sebenarnya sudah merasa kenyang. Dengan kata lain, cheat day sering dijadikan sebagai ajang “balas dendam” untuk mengonsumsi sembarang makanan dengan porsi yang tidak kira-kira. Tak hanya itu, cheat day juga bisa menimbulkan persepsi tidak sehat mengenai makanan. Jika dilihat dari istilahnya saja, cheat mengandung makna negatif.

  • Merusak diet

Cheat day juga bisa merugikan, apalagi jika pengendalian pola makan yang Anda lakukan tidak dibarengi dengan olahraga dan gaya hidup sehat.

“Jika kasusnya seperti ini, cheat day justru akan membuat Anda menambah pasokan kalori atau lemak yang sebelumnya belum terbakar habis gara-gara pola diet yang salah,” kata dr. Nadia.

  • Abstinence-violation effect

Saat menjalani cheat dayabstinence-violation effect bisa saja muncul. Ini adalah keadaan ketika Anda kehilangan kontrol untuk menahan pola makan setelah diberikan kebebasan untuk mengonsumsi apa saja. Contoh nyata dari efek ini adalah pada perokok. Kata dr. Nadia, mereka bisa kembali ke kebiasaan merokok setelah berhasil berhenti akibat hanya mencoba satu batang rokok.

Diet memang bisa dirasakan sulit untuk sebagian orang. Jika suatu hari Anda memutuskan untuk cheating, jangan lantas merasa bersalah secara berlebihan. Ini bisa memengaruhi kondisi psikis Anda, sehingga timbul keinginan untuk makan terus-terusan, lalu pada akhirnya malah memicu kegemukan. Memberlakukan cheat day saat diet tak apa-apa karena memang sebetulnya ada manfaatnya. Namun, pintar-pintar untuk mengendalikannya, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar