Sukses

Pusing Setelah Berdiri Tiba-Tiba, Ini Alasannya

Pusing setelah berdiri tiba-tiba cukup banyak dialami orang-orang, terkhusus pada orang yang lebih tua. Mengapa ini bisa terjadi?

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin saja pernah mengalami kejadian ini: mendadak terlonjak dari tempat tidur untuk membuka pintu, menggendong anak yang menangis, atau mengangkat telepon. Saat berdiri secara mendadak, tiba-tiba Anda merasa dunia berputar, pusing, dan membuat tubuh tidak seimbang. Pusing setelah berdiri tiba-tiba cukup banyak dialami orang-orang, terkhusus pada orang yang lebih tua.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, pusing karena berdiri mendadak setelah duduk atau tidur dalam waktu yang lama dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya, infeksi telinga dalam (labyrinthitis), migrain, stres atau cemas. Selain itu, pusing dapat juga disebabkan oleh kadar gula darah rendah (hipoglikemia), tekanan darah rendah (hipotensi), dan dehidrasi. Lantas, bagaimana pusing setelah berdiri tiba-tiba bisa terjadi?

Alasan di palik pusing setelah berdiri mendadak

Seperti dilansir dari Readers Digest, pusing setelah berdiri mendadak ada hubungannya dengan tekanan darah. Kondisi ini disebut hipotensi ortostatik, yakni tekanan darah yang asalnya berada di bagian atas tubuh, terutama kepala, menurun ketika Anda berdiri. Sensasi tersebut menyebabkan perasaan pusing atau kepala terasa ringan.

Biasanya, pembuluh darah di bagian atas tubuh menyempit agar tekanan darah tetap stabil ketika Anda berdiri. Kondisi ini pada umumnya tidak berlangsung lama karena pembuluh darah Anda akan menyesuaikan diri secara perlahan.

Namun ingat, banyak hal lain yang dapat memengaruhi kondisi pusing saat berdiri terjadi. Hal itu termasuk dehidrasi, obat-obatan, kondisi jantung, dan masalah neurologis. Bahkan untuk beberapa orang, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan gangguan pada kontrol tekanan darah.

Beberapa orang umumnya lebih rentan mengalami gejala pusing ketika berdiri. Jika ini terjadi pada Anda, biasakan diri untuk mengambil aba-aba sejenak sebelum berdiri. Berdirilah secara perlahan agar tubuh dapat menyesuaikan dengan gravitasi.

Jika hanya terjadi sesekali, tak ada alasan penting untuk khawatir. Namun, jika terjadi cukup sering, Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan penyebabnya jika kondisi tersebut baru terjadi dan terus berkelanjutan.

Kemungkinan terburuk dari pusing saat berdiri adalah kehilangan keseimbangan, risiko jatuh meningkat, hingga pingsan; terutama pada orang tua. Bisa juga ini adalah potensi risiko stroke yang menandakan bahwa suplai darah ke otak Anda sering terganggu.

Mengatasi pusing saat berdiri

Agar pusing setelah berdiri mendadak tidak mengganggu aktivitas Anda, ikuti saran dr. Ellen Theodora dari KlikDokter sebagai berikut.

  • Periksa tekanan darah secara berkala, bandingkan saat berbaring dan berdiri, juga saat Anda mengalami keluhan.
  • Hentikan konsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah. Diskusikan hal ini dengan dokter Anda terlebih dahulu.
  • Konsumsi garam sekitar 10 gm/hari secara hati-hati. Konsumsi berlebihan justru dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Kemiringan kepala saat tidur sekitar 15-20 derajat (4-6 inci). Coba untuk tidak selalu berbaring di tempat tidur.
  • Hindari perubahan posisi menjadi berdiri secara tiba-tiba, terutama setelah makan.
  • Hindari cucaca atau suhu udara panas.

Bila setelah melakukan hal di atas, pusing setelah berdiri masih sering terjadi, Anda dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah dan profil darah. Selain mengonsultasikan kondisi tersebut pada dokter, terapkan pula gaya hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi, rutin olahraga, serta mencukupi waktu tidur.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar