Sukses

Bahaya Dampak Asma yang Tidak Terkontrol

Asma merupakan salah satu penyakit berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Apa saja efek samping asma? Simak bahaya asma di sini.

Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, penyakit asma dapat dikontrol bila Anda melakukan perawatan yang tepat sesuai anjuran dokter.

Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) di saluran pernapasan. Asma juga sangat berhubungan dengan alergi. Sebab, kondisi alergi bisa memperparah penyakit asma.

Tidak hanya diatasi dengan obat-obatan, Anda juga harus tahu apa yang menjadi pencetus asma kambuh. Serangan asma bisa dipicu oleh paparan bulu binatang, debu, asap rokok, polusi, stres, aktivitas fisik berlebihan, dan udara dingin.

Jika tidak terkontrol, asma dapat menyebabkan berbagai bahaya atau efek samping berikut.

1 dari 4 halaman

1. Aktivitas Sehari-Hari Terganggu

Penderita asma sering kali mengalami serangan asma di malam hari. Jika hal ini terjadi terus-menerus (misalnya Anda terus terpapar pemicu asma), maka kualitas tidur dapat menurun.

Anda pun akan mengantuk di siang hari sehingga dapat berdampak pada performa di kantor, kampus, ataupun sekolah. Selain itu, kondisi mengantuk dapat menimbulkan bahaya apabila pekerjaan Anda mengoperasikan alat berat atau mengemudi.

2. Meningkatkan Risiko Obesitas

Pada beberapa kasus, seringkali serangan asma dicetuskan saat berolahraga. Olahraga intensitas tinggi dengan durasi lama seperti bermain sepak bola, futsal, lari maraton, basket, termasuk olahraga musim dingin seperti ice skating atau hoki, bisa mencetuskan serangan asma. Akibatnya, penderita asma jadi takut untuk berolahraga.

Namun. kurangnya aktivitas fisik malah justru bisa meningkatkan risiko obesitas dan penyakit lainnya, seperti penyakit jantung. Jika Anda menderita asma, Anda bisa memilih olahraga jalan santai, yoga, golf, atau berenang sebagai alternatif.

Artikel Lainnya: 5 Faktor Mengapa Sakit Asma pada Lansia Lebih Berbahaya?

2 dari 4 halaman

3. Gangguan Cemas dan Stres

Kondisi asma yang sering kambuh atau tidak terkontrol dapat menyebabkan penderitanya mengalami stres. Tentu saja stres ini dapat memperburuk situasi dan semakin sulit untuk mengobati asma.

Di samping itu, efek samping stres dan gangguan cemas yang tidak ditangani bisa berujung pada depresi bahkan percobaan bunuh diri.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK terjadi ketika saluran udara dan kantong udara di paru-paru menjadi meradang atau rusak. Pada kondisi PPOK, terjadi kerusakan permanen di paru-paru dan saluran napas. Asma yang tidak terdiagnosis atau tidak tertangani dengan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya PPOK.

Pada tubuh penderita PPOK, paru-paru menghasilkan lendir berlebih dan kemudian tubuh akan secara refleks mencoba membersihkannya dengan batuk.

Gejala lain yang dapat terjadi berupa sesak napas, napas cepat dan pendek, atau mudah lelah dengan aktivitas biasa. Gejala-gejala ini dapat semakin bertambah parah seiring progresivitas penyakit.

Artikel Lainnya: Benarkah Sakit Mag Bisa Memicu Asma?

3 dari 4 halaman

5. Kematian

Serangan asma yang parah dapat menyebabkan bahaya gagal napas. Saluran napas dapat menutup sepenuhnya dan pengobatan tidak lagi dapat berpengaruh. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera tertangani.

Itu dia beberapa bahaya atau efek samping serius dari serangan asma. Maka itu penting bagi penderita asma untuk mengetahui serta menghindari faktor-faktor pencetus serangan.

Penderita asma juga harus membawa obat-obatan yang biasa digunakan saat bepergian ke mana pun agar tidak terjadi dampak asma yang tidak terkontrol di atas. Cari tahu informasi kesehatan lainnya dengan membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter atau konsultasi dengan dokter via Live Chat 24 Jam.

(OVI/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar