Sukses

Mengenal Seasonal Affective Disorder Lebih Dekat

Pernahkah Anda mendengar istilah seasonal affective disorder sebelumnya? Kenali tanda dan gejalanya untuk mencegah gangguan psikis ini.

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu gangguan suasana hati yang paling sering dibahas adalah depresi. Kondisi ini ditandai ketika seseorang mengalami mood yang cenderung menurun, disertai dengan kurangnya energi dan minat pada hal yang biasanya disukai. Namun, terkadang kondisi depresi tersebut hanya dialami pada musim-musim tertentu saja. Kondisi kejiwaan ini disebut seasonal affective disorder.

Seasonal affective disorder umumnya dialami orang-orang yang tinggal di negara dengan perubahan musim yang cukup bermakna, dan sering kali timbul pada musim dingin. Remaja dan wanita dewasa merupakan kelompok individu yang paling sering mengalami kondisi depresi ini.

Tanda seasonal affective disorder

Penyebab dari seasonal affective disorder tidak diketahui secara pasti. Namun, individu yang tinggal di belahan dunia dengan malam hari lebih panjang pada musim dingin dan paparan sinar matahari yang lebih sedikit memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalaminya.

Salah satu teori mengemukakan bahwa rendahnya paparan sinar matahari memengaruhi jam biologis tubuh yang meregulasi pelepasan hormon, pola tidur, dan mood.

Lalu, apa saja tanda dan gejala yang dapat timbul pada kondisi ini? Sebagian tanda dan gejala dari seasonal affective disorder serupa dengan depresi, yang mencakup rasa lelah pada siang hari, kesulitan berkonsentrasi, rasa tidak memiliki harapan, iritabilitas, kurangnya minat dalam menjalani aktivitas sosial, mengantuk, penurunan minat seksual, rasa tidak bahagia, dan peningkatan berat badan tubuh. Pada kondisi yang berat, individu dengan seasonal affective disorder dapat merasa ingin mengakhiri hidupnya.

Secara umum, seasonal affective disorder dapat didiagnosis setelah wawancara medis oleh dokter dan pemeriksaan fisis secara langsung. Penanganan dari kondisi ini umumnya dilakukan dengan konseling dan terapi dengan ahli kesehatan mental.

Terapi untuk seasonal affective disorder

Salah satu tindakan yang bisa diambil untuk kondisi ini yang cukup unik adalah terapi cahaya. Pada terapi ini seseorang yang depresi akan mendapatkan paparan cahaya yang mereplikasi sinar matahari setiap harinya selama setidaknya 30 menit. Namun, terapi tersebut hanya dapat dilakukan sesuai anjuran dari tenaga kesehatan mental.

Selain itu, pola hidup yang sehat juga berperan penting untuk mengurangi tanda dan gejala dari seasonal affective disorder. Hal ini mencakup mengonsumsi diet sehat yang mencakup protein, buah, dan sayuran dalam jumlah yang cukup, berolahraga secara rutin, dan mendapatkan waktu serta kualitas tidur yang baik.

Seasonal affective disorder merupakan salah satu jenis gangguan suasana hati yang memiliki tanda dan gejala serupa dengan depresi, yakni penurunan mood dan energi serta hilangnya minat untuk melakukan berbagai aktivitas. Kondisi ini cenderung terjadi di negara dengan perubahan cuaca yang bermakna, dan lebih sering dialami pada musim dingin.

Selain mencari bantuan dari dokter dan psikolog, Anda bisa melakukan perubahan gaya hidup untuk memperbaiki dan mengatasi kondisi seasonal affective disorder. Anda juga bisa berjalan-jalan pergi ke luar rumah atau ruangan untuk mendapatkan banyak paparan sinar matahari. Berjalan-jalan di taman untuk mendapatkan udara segar juga bisa dilakukan. Selain itu, Anda juga dapat memperbanyak olahraga, menghindari obat-obatan dan minum alkohol, tidur yang cukup, serta melakukan latihan relaksasi.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar