Sukses

Bisakah Susu Menggantikan Fungsi Nasi?

Mungkin karena satu dan lain hal, banyak yang tak suka nasi. Nah, bisakah susu menggantikan fungsi nasi untuk memenuhi nutrisi bagi tubuh?

Klikdokter.com, Jakarta Meski kerap menjadi sumber karbohidrat—seperti halnya di Indonesia—tapi ada juga orang-orang yang tidak mengonsumsi atau memang tidak doyan nasi. Padahal, nasi adalah sumber karbohidrat. Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya, bisakah susu menggantikan fungsi nasi?

Nasi adalah makanan pokok yang kaya akan keanekaragaman genetik, ribuan varietas, juga beragam warna. Kondisi alam dan cuaca pada satu kultur memiliki preferensi yang berbeda mengenai rasa, tekstur, juga warna. Pada beberapa budaya, nasi merupakan bagian intergral dari ritual kuliner. Persamaan dari semua perbedaan itu adalah, nasi merupakan sumber karbohidrat.

Bedanya dengan susu, susu merupakan cairan berwarna putih yang merupakan hasil perahan sapi atau hewan lainnya. Susu adalah sumber protein, laktosa, dan juga lemak. Cara perawatan, tempat perawatan, dan daerah tertentu menghasilkan jenis sapi dan juga susu dengan komposisi nutrisi yang berbeda.

Komposisi gizi nasi dan susu

Dalam setiap 158 gram nasi (atau sekitar satu cangkir) memiliki berbagai zat gizi di dalamnya, yaitu karbohidrat (44,51 gram), protein (4,25 gram), lemak (0,44 gram), air (108,4 gram), mineral (162,67 mg), vitamin (2,911 mg) dan serat (0,6 gram). Selain itu, dalam jumlah yang sama nasi juga mengandung banyak vitamin dan meneral. Di antaranya adalah kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, seng, kalium, tiamina, niasin, vitamin B6, vitamin E, dan juga folat.

Sedangkan pada susu, terdapat kandungan air sangat tinggi, yaitu sekitar 87,5 persen, dengan kandungan gula susu (laktosa) sekitar 5 persen, protein sekitar 3,5 persen, dan lemak sekitar 3-4 persen. Susu juga merupakan sumber kalsium, fosfor, dan vitamin A yang sangat baik. Mutu protein susu sepadan nilainya dengan protein daging dan telur. Susu terutama kaya akan lisin, yaitu salah satu asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.

Nasi dan susu adalah dua bahan makanan penting yang sangat familiar dikonsumsi masyarakat Indonesia. Nah, pada beberapa orang yang tidak makan nasi, ada yang percaya bahwa susu bisa menggantikan fungsi nasi pada tubuh. Benarkah demikian?

1 dari 2 halaman

Bisakah mengganti nasi dengan susu?

Zat gizi susu memang banyak sekali, bahkan ada yang mengklaim susu memiliki zat gizi lengkap. Namun, ada zat gizi yang tak dimiliki susu, tapi dimiliki nasi. Zat gizi yang dimaksud adalah serat.

Dalam satu cangkir nasi yang dibuat (sekitar 158 gram), terdapat kandungan serat sebanyak 0,6 gram. Serat dalam nasi ini dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan serat akan lebih banyak lagi jika yang dikonsumsi adalah beras merah atau beras cokelat.

Serat memiliki peranan sangat penting bagi tubuh manusia, karena itu asupannya tak boleh diabaikan. Beberapa manfaatnya bagi tubuh antara lain:

  1. Melancarkan pencernaan. Serat sangat membantu pencernaan dalam pembentukan feses agar menjadi tidak keras. Dengan konsistensi feses yang baik, perut tidak perlu mengeluarkan tekanan berlebih saat buang air besar. Seperti yang Anda tahu, tekanan berlebihan saat buang air besar (mengejan) berisiko menimbulkan hemoroid.
  2. Mengontrol kadar kolesterol. Serat yang larut air dapat mengikat kolesterol dalam makanan sehingga tidak diserap oleh tubuh. Dengan demikian, kadar kolesterol bisa terjaga.
  3. Membuat perut terasa kenyang lebih lama. Serat membutuhkan waktu untuk dicerna di dalam lambung. Hal ini membuat pengosongan lambung agak lebih lama, sehingga perut tidak mudah merasa kenyang. Tentu saja manfaat ini sangat baik untuk Anda yang sedang diet.

Setiap harinya, Anda membutuhkan serat sebanyak 25-30 gram. Berdasarkan panduan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013, kebutuhan tiap orang bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Kebutuhan serat pada wanita berkisar 30 gram per hari, sedangkan pria butuh 38 gram serat per hari.

Jadi, apakah susu dapat menggantikan fungsi nasi, jawabannya adalah tidak. Susu memang memiliki banyak zat gizi yang baik untuk tubuh, tapi tak bisa menjadi pengganti bahan makanan lain secara sempurna. Sejatinya, manusia membutuhkan makanan dengan prinsip gizi seimbang yang dipenuhi dari unsur karbohidrat, protein (hewani dan nabati), sayur, buah, dan lemak tambahan yang diperoleh dari berbagai jenis variasi makanan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar