Sukses

Mitos tentang Diabetes yang Perlu Anda Cermati

Mari luruskan hal-hal tentang diabetes yang kerap salah. Inilah beberapa mitos seputar diabetes yang jangan langsung Anda percaya.

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini, diabetes atau penyakit kencing manis merupakan penyakit mematikan di Indonesia setelah stroke dan jantung. Ngerinya lagi, jumlah penderitanya 10 tahun mendatang diprediksi meningkat 2-3 kali lipat! Karena termasuk penyakit serius dengan komplikasi yang tak kalah serius, ada banyak sekali informasi yang beredar mengenai diabetes, yang kebenarannya harus dipertanyakan. Mari bahas lebih lanjut mengenai mitos tentang diabetes yang perlu Anda cermati.

Dilansir dari laman Reader’s Digest, jika Anda pernah mendengar lima mitos di bawah ini, jangan langsung percaya, ya!

  • “Cuma dokter yang mengetahui gejala diabetes”

Faktanya, diabetes memiliki sejumlah tanda-tanda peringatan dini yang bisa Anda perhatikan. Namun masalahnya, meski tanda dan gejala sudah ada, tapi kerap diabaikan. Tak heran 25 persen penderita diabetes tak sadar bahwa mereka pengidap penyakit tersebut.

Jika Anda menemukan tanda dan gejala di bawah ini, sudah sepatutnya Anda mewaspadai diabetes dan segera periksakan diri ke dokter.

  • Merasa dehidrasi, bahkan ketika Anda sudah minum
  • Minum lebih banyak cairan daripada biasanya
  • Sering bolak-balik buang air kecil
  • Merasa lelah dan lapar sepanjang waktu
  • Kehilangan berat badan tanpa perubahan pola makan atau gaya hidup

 

  • “Orang yang kurus aman dari diabetes”

Faktanya, menurut sebuah artikel di Harvard Health Publications, meski 85 persen orang dengan diabetes tipe 2 itu adalah orang yang obesitas, tetapi 15 persen sisanya adalah orang yang berat badannya tergolong normal. Jadi, anggapan bahwa orang kurus tak bisa kena diabetes itu salah.

Dalam hal ini, gen memainkan peran terhadap kelebihan lemak visceral pada organ perut Anda. Kemudian, lemak tersebut memproduksi senyawa inflamasi yang memengaruhi organ hati dan pankreas, sehingga hal itu bisa menurunkan sensitivitas insulin. Jadi bisa dibilang, menjaga berat badan ideal hanya merupakan cara untuk menurunkan risiko terkena diabetes, bukan cara paten yang secara total mengenyahkan risikonya.

  • “Semua penderita diabetes perlu terapi insulin”

Faktanya, tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan insulin untuk mengontrol gula darah, tergantung dari kondisi masing-masing penderita. Bahkan, obat-obatan lain, perubahan gaya hidup, dan olahraga teratur justru cukup untuk mengelola diabetes ketimbang terapi insulin. Kendati demikian, kondisi diabetes memang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Jika Anda sekarang tidak membutuhkan terapi insulin, tapi bisa jadi Anda akan memerlukannya di kemudian hari untuk mengontrol gula darah.

  • “Tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes”

Kata siapa? Faktanya, ketika Anda memeriksakan kadar gula darah Anda yang lebih tinggi dari normal (tapi belum pada tingkat diabetes), diabetes masih bisa dicegah. Cara yang paling baik adalah dengan mengadopsi gaya hidup sehat.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), melakukan tes darah sederhana secara berkala dapat mengetahui apakah Anda memiliki kondisi prediabetes atau tidak.

  • “Semua penderita diabetes menjalankan diet yang sama”

Faktanya, tidak ada ukuran diet yang sama untuk semua penderita diabetes. Untuk itulah tiap penderita diabetes perlu berkonsultasi kepada dokter dan ahli gizi untuk menyusun menu makan yang paling sesuai dengan kondisinya.

Ada banyak pola makan yang bisa membantu mengelola diabetes, termasuk diet Mediterania yang kaya akan biji-bijian, sayuran, lemak sehat, dan protein tanpa lemak.

Sebetulnya masih banyak lagi mitos yang beredar tentang diabetes yang kebenarannya perlu dipertanyakan. Mulai sekarang, kalau mendengar informasi apa pun mengenai kesehatan, khususnya yang sifatnya anjuran atau tak ada penjelasan medisnya, lebih baik tanyakan dokter Anda. Menelan informasi tersebut mentah-mentah justru bisa terjadi salah kaprah, yang jika dilakukan malah bisa mengancam kesehatan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar