Sukses

Jenis Olahraga Ini Terlarang bagi Ibu Hamil

Dokter menganjurkan ibu hamil untuk melakukan olahraga secara teratur. Namun, tidak semua olahraga aman bagi ibu hamil.

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh sehat dan bugar selama kehamilan adalah dambaan setiap ibu hamil. Untuk mewujudkan hal itu, dokter akan menganjurkan para ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Di samping itu, ibu hamil juga perlu melakukan olahraga secara teratur. Namun, tidak semua olahraga aman bagi ibu hamil.

Olahraga sebenarnya baik bagi untuk semua orang, termasuk ibu hamil. Mengutip Liip Care, berolahraga dapat membantu untuk mengontrol berat badan, mengurangi rasa sakit selama kehamilan, dan mempersiapkan kelahiran. Namun, masa kehamilan adalah masa yang rentan bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, tidak semua olahraga dapat dilakukan dengan leluasa oleh wanita selama masa kehamilan.

Olahraga yang harus dihindari selama masa kehamilan

Beberapa olahraga ternyata bisa berefek buruk bagi kehamilan. Menghindari olahraga-olahraga ini saat kehamilan akan menjaga kondisi ibu tetap prima dan bayi dalam kandungan dapat tumbuh dengan optimal. Dikutip dari Baby Centre, berikut olahraga harus dihindari selama kehamilan.

  1. Olahraga yang bisa hilang keseimbangan

Anda perlu berhati-hati dengan aktivitas apa pun, termasuk olahraga, yang dapat membuat Anda berisiko kehilangan keseimbangan. Pusat gravitasi Anda berubah saat perut semakin besar sehingga Anda cenderung kehilangan keseimbangan.

Ini artinya, ski air, berkuda, seluncur salju, senam, ski lereng, panjat tebing, skating, hoki es, dan selancar sebaiknya ditunda selama Anda hamil. Olahraga ini juga membawa risiko Anda jatuh pada bagian perut. Kondisi tersebut dapat melukai bayi Anda yang sedang tumbuh.

  1. Olahraga dengan risiko jatuh

Karena risiko jatuh sangat berbahaya bagi ibu hamil, olahraga seperti tenis dan bersepeda gunung sebaiknya dihindari, apalagi jika Anda tidak terbiasa. Setelah trimester kedua kehamilan Anda, banyak ahli kesehatan menyarankan agar ibu hamil menghindari bersepeda di jalan. Mereka menyarankan bersepeda dengan sepeda latihan di dalam ruangan adalah pilihan yang lebih aman.

Namun, jika bersepeda adalah moda transportasi yang biasa Anda gunakan, Anda tetap dapat melakukannya. Konsultasikan juga hal ini pada dokter kandungan Anda.

  1. Olahraga yang melibatkan kontak fisik

Anda harus menghindari olahraga yang melibatkan kontak fisik dan tabrakan. Misalnya, squash, sepak bola, rugby, hoki, netball, bola voli, tinju, kickboxing, dan judo. Olahraga-olahraga ini dapat menyebabkan area perut Anda terpukul. Hal ini tentu berbahaya bagi ibu hamil.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Olahraga menyelam

Scuba diving tidak aman pada kehamilan karena Anda mungkin akan mengalami penyakit dekompresi. Ini juga meningkatkan risiko keguguran, dan berisiko bayi mengalami cacat lahir. Gelembung gas nitrogen juga dapat terbentuk dalam aliran darah bayi Anda ketika Anda muncul ke permukaan. Ingat, segala bentuk penyelaman tidak aman untuk dilakukan kehamilan.

  1. Olahraga ketinggian

Olahraga ketinggian, seperti balon udara, panjat tebing, dan mendaki gunung juga harus dihindari selama kehamilan. Perubahan kadar oksigen dan tekanan udara juga membuat Anda dan bayi Anda berisiko terkena penyakit ketinggian.

  1. Berenang di suhu air 32 derajat C atau lebih

Berenang dikenal cukup baik dilakukan selama kehamilan. Namun, perhatikan agar suhu air kolam tidak mencapai 32 derajat Celsius atau lebih. Tapi jangan terlalu khawatir, kebanyakan kolam renang umum memiliki suhu sekitar 30 derajat Celsius, kecuali air telah dipanaskan untuk tujuan tertentu. Kurangi atau hentikan aktivitas saat Anda merasa lelah atau tidak sehat.

  1. Olahraga dengan posisi telentang

Setelah 16 minggu, jangan melakukan latihan apa pun yang melibatkan posisi berbaring telentang dengan kaki terangkat, seperti sit-up. Itu karena berat rahim Anda (rahim) dapat menekan pembuluh darah utama (vena cava). Ini akan membuat Anda merasa lemas atau pusing.

Bagaimanapun olahraga adalah aktivitas fisik yang menyehatkan, namun sesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Agar tetap aktif selama kehamilan, Anda bisa mencoba berolahraga berenang, jalan, yoga, atau jalan kaki. Tapi ingat, kalau Anda tidak terbiasa berolahraga, mulailah secara bertahap dan perlahan. Agar lebih jelas, konsultasikanlah dengan dokter. Temukan kiat lainnya dalam artikel ini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar