Sukses

4 Dampak Terlalu Mengendalikan Anak

Terlalu berlebihan dalam mengendalikan anak, dapat mengantar Anda pada empat dampak buruk ini.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam membesarkan anak, apakah Anda memiliki kecenderungan untuk terlalu mengendalikan, protektif, dan otoriter? Meski dinilai mampu menyelamatkan buah hati dari berbagai macam ancaman yang bersifat eksternal, pola asuh mengendalikan anak tetap saja memiliki “duri” buat masa depan buah hati Anda.

Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, ciri pola asuh otoriter atau terlalu mengendalikan anak akan membuat orang tua lebih mendominasi dan memiliki kontrol yang besar. Hal itu terlihat dari banyaknya aturan dan batasan yang harus dipatuhi anak tanpa syarat.

“Mereka (orang tua) memiliki aturan, tuntutan, dan ekspektasi yang tinggi pada anak-anak. Orang tua juga percaya bahwa cara seperti ini bisa membuat anak sukses serta berperilaku baik,” ujar dr. Fiona.

Cara tersebut memang dapat membentuk anak dengan karakter disiplin dan mudah bekerja sama karena cenderung tunduk pada otoritas. Namun, mereka kurang bahagia karena minimnya kehangatan dari orang tua. Tak ayal, pola asuh terlalu mengendalikan anak dapat menimbulkan dampak sebagai berikut.

  1. Mengungkung kreativitas anak

Orang tua yang terlalu memegang kendali, berpikir bahwa hanya ada satu cara untuk memastikan anaknya baik-baik saja, yakni menerapkan aturan main mereka. Anak diarahkan harus menyelesaikan masalah dengan cara mereka. Meskipun ada banyak cara untuk memecahkan masalah, hal ini hanya akan menghambat untuk bersikap kreatif dan fleksibel dalam bertindak.

Anak Anda bisa jadi memiliki cara yang berbeda untuk memecahkan masalah, dan itu mungkin tidak selalu salah. Hampir setiap permasalahan memiliki banyak solusi yang akan mengantar sang buah hati untuk lebih kreatif. Yang penting, Anda membiarkan mereka mengeksplorasi, belajar, serta mengoreksi dan memperbaiki diri.

  1. Menimbulkan kecemasan

Kebanyakan orang tua berperilaku begini karena mereka merasa cemas saat merasa seolah-olah tidak ada yang memegang kendali. Mereka berpikir jika tidak ada yang memegang kuasa, sesuatu yang buruk akan terjadi. Orang tua yang gelisah memiliki anak-anak yang mudah cemas pula.

Agar ini tidak terjadi, cobalah untuk tenang. Biarkan anak mengatasi masalahnya sendiri. Anda dapat memberikan arahan, pilihan, dan saran pada anak terkait masalahnya. Bertindak khawatir secara berlebihan sehingga mengekang anak, justru menciptakan anak yang cemas dan tidak percaya diri.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Takut berbuat salah

Jika Anda terus memantau setiap langkah anak, dia mungkin akan takut membuat kesalahan. Padahal pada praktiknya, kesalahan bisa menjadi guru yang paling baik yang membantu anak belajar mencapai kesuksesan.

Akan tetapi, jika Anda enggan menyerahkan kontrol yang cukup agar anak Anda tidak membuat kesalahan, dia mungkin akan berpikir bahwa kesalahan itu buruk. Selanjutnya, dia akan mencoba untuk menutupi kesalahan yang dilakukan ketimbang jujur dan memperbaikinya.

Untuk itu, tanamkan pada anak Anda bahwa kesalahan itu baik-baik saja. Bicarakan juga tentang pentingnya menerima tanggung jawab atas perilakunya. Tunjukkan pada anak bahwa orang kadang-kadang membuat kesalahan, tapi yang terpenting adalah bisa memperbaikinya.

  1. Mengganggu kesehatan mental

Anak-anak yang terlalu dikekang orang tua berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental tertentu. Depresi dan kecemasan dapat terjadi ketika orang tua menuntut kepatuhan dan anak-anak tidak memiliki kebebasan untuk mengekspresikan diri.

Sebuah studi pada 2013 yang diterbitkan Journal of Social and Clinical Psychology, menemukan bahwa anak-anak dengan orang tua terlalu pegang kendali tidak memiliki keterampilan diri yang efektif. Ironisnya, hal itu membuat anak sering mengalami cemas dan stres sampai dewasa. Agar itu tak terjadi, berilah sedikit kelonggaran pada anak. Biarkan dia mengeksplorasi sesuatu, tapi tetap berikan arahan yang jelas agar buah hati Anda dapat tumbuh sehat secara mental.

Pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya akan berdampak besar pada kehidupannya di masa dewasa. Oleh karena itu, pola asuh terlalu mengendalikan anak akan berdampak buruk bagi kehidupan anak kelak. Berikan pola pengasuhan yang pas dan seimbang pada anak, tanpa membuat anak merasa terkekang. Anak pun dapat tumbuh dengan bahagia dan mandiri.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar